Connect with us

Berita

Dituduh Curi Uang, Bocah Disiksa Temannya Sendiri di Tangerang: Disetrum, Dibanting, dan Disiram Miras

Bocah 10 tahun di Tangerang menjadi korban penganiayaan brutal oleh teman-temannya setelah dituduh mencuri Rp700 ribu.

Pexels photo

Published

on

Dituduh Curi Uang, Bocah Disiksa Temannya Sendiri di Tangerang Disetrum, Dibanting, dan Disiram Miras
Dituduh Curi Uang, Bocah Disiksa Temannya Sendiri di Tangerang Disetrum, Dibanting, dan Disiram Miras. Gambar : Kolase Tangkapan Layar Instagram/@parungciseeng24jam

MPN Indonesia 21 November 2024 - Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun di Kronjo, Kabupaten Tangerang, menjadi korban penganiayaan oleh teman-temannya sendiri setelah dituduh mencuri uang sebesar Rp700 ribu.

Kasus kriminal ini viral di media sosial, memperlihatkan korban disiksa secara fisik dan direndahkan.

Korban Disiksa Setelah Tuduhan Pencurian

Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (16/11). Dalam video yang tersebar luas, korban terlihat dikelilingi oleh sejumlah orang dengan tangan terikat menggunakan tali.

Kapolresta Tangerang, Kombes Baktiar Joko Mujiono, mengungkapkan bahwa korban tidak hanya dituduh mencuri uang, tetapi juga mengalami berbagai bentuk kekerasan.

“Iya, ada disetrum, disiram, ada dibanting juga. Disiram minuman keras,” ujar Kombes Baktiar pada Rabu (20/11).

Video tersebut memperlihatkan tindakan brutal yang dilakukan para pelaku terhadap korban.

Kejadian ini memicu perhatian luas dari masyarakat setelah viral di berbagai platform media sosial.

Pelaku Sudah Diamankan

Pihak kepolisian bergerak cepat dengan menangkap empat pelaku yang semuanya merupakan teman-teman korban.

Kombes Baktiar menjelaskan bahwa keempat pelaku terlibat langsung dalam tuduhan dan penganiayaan tersebut.

“Iya betul (pelaku sudah diamankan), pelakunya yang menuduh adalah teman-temannya,” katanya.

Hingga saat ini, proses hukum terhadap para pelaku terus berjalan guna memastikan keadilan bagi korban.

Trauma yang Dialami Korban

Aksi kekerasan ini tidak hanya meninggalkan luka fisik, tetapi juga berdampak pada kondisi psikologis korban.

Kombes Baktiar menyatakan bahwa korban mengalami trauma berat akibat insiden ini. Untuk membantu pemulihannya, korban telah mendapatkan pendampingan dari pihak-pihak terkait.

“Kondisi korban sekarang trauma. Kita beri pendampingan dengan stakeholder terkait untuk pemulihan korban,” tambahnya.

Baca Juga:  592 Akun Medsos yang Diduga Sebarkan Provokasi Diblokir Polisi dan Komdigi

Trending