Connect with us

Berita

Akses Jalan Ditutup Tetangga, Keluarga di Jepara Bangun Jembatan Rp250 Juta

Akses jalan ditutup, keluarga di Jepara memilih bangun jembatan senilai Rp250 juta. Proyek ini menjadi sorotan setelah viral di media sosial.

Pexels photo

Published

on

Akses Jalan Ditutup Tetangga, Keluarga di Jepara Bangun Jembatan Rp250 Juta
Akses Jalan Ditutup Tetangga, Keluarga di Jepara Bangun Jembatan Rp250 Juta. Gambar : DOKUMEN BHABINKAMTIBMAS DEMAAN

MPN Indonesia 21 November 2024 - Keluarga di Kelurahan Demaan, Kabupaten Jepara, harus membangun jembatan senilai Rp250 juta.

Hal ini sebagai solusi setelah akses jalan utama menuju rumah mereka ditutup oleh tetangga yang merupakan pemilik tanah.

Konflik ini terjadi sejak Agustus 2024 dan menarik perhatian publik setelah viral di media sosial.

Akses Jalan Ditutup Tetangga

Permasalahan bermula ketika SP, pemilik tanah, menutup jalan selebar 1 meter yang selama 27 tahun menjadi akses keluar-masuk keluarga Sunardi (70).

SP beralasan jalur tersebut mengganggu kenyamanan dan berencana menutupnya dengan tembok.

Meski sebelumnya memberikan waktu dua tahun untuk mencari alternatif, keluarga Sunardi memutuskan untuk segera membangun jembatan di belakang rumah mereka.

“Berhubung sudah tidak ada kecocokan, keluarga Sunardi memutuskan untuk membangun jembatan di belakang rumah mereka,” ujar Bhabinkamtibmas Kelurahan Demaan, Bripka Suyoko, Selasa (19/11).

Jembatan 22 Meter sebagai Solusi

Jembatan sepanjang 22 meter dengan lebar 1,5 meter ini dibangun melintasi Sungai Kanal menggunakan material besi.

Proyek dimulai pada 23 Agustus 2024 setelah mendapat izin dari BBWS Pemali-Juana.

Hingga saat ini, pembangunan jembatan telah mencapai 90 persen, dengan lantai dan pagar samping sebagai pekerjaan terakhir.

“Keluarga Sunardi menyadari jalan yang digunakan selama ini adalah tanah milik orang lain, sehingga mereka tidak keberatan jika jalan itu ditutup,” tambah Suyoko.

Sebelum adanya jembatan, keluarga Sunardi sempat menggunakan rakit untuk menyeberangi sungai, meski solusi ini dianggap tidak efektif.

Dana dari Keluarga Besar

Biaya pembangunan jembatan senilai Rp250 juta ditanggung oleh keluarga besar Sunardi, yang memiliki kondisi finansial relatif baik.

Baca Juga:  Warga Bali Tuai Pujian karena Ikut Bantu Angkut Muatan Truk yang Terguling

Beberapa anggota keluarga yang turut berkontribusi berasal dari berbagai latar belakang, seperti pedagang bakso, pengusaha barang rongsokan, pekerja PLTU Jepara, dan PNS.

“Anak-anak mereka yang sudah mapan secara finansial ikut membantu, meskipun tidak tinggal di rumah tersebut,” ungkap Suyoko.

Rumah yang berada di bantaran sungai tetap dipertahankan karena menyimpan kenangan masa kecil dan memberikan kenyamanan bagi orang tua mereka.

Mediasi yang Buntu

Upaya mediasi antara kedua pihak yang dilakukan oleh kepolisian gagal mencapai kesepakatan.

SP tetap pada pendiriannya untuk menutup jalan yang sudah bersertifikat miliknya, sementara keluarga Sunardi memilih membangun jembatan agar tidak lagi bergantung pada jalur tersebut.

Peristiwa di daerah ini viral di media sosial, menarik perhatian luas.

“Kedua keluarga sebenarnya tidak ingin permasalahan ini berkepanjangan, namun karena viral, mereka merasa terganggu,” ujar Suyoko.

Trending