Connect with us

Berita

Misteri Kematian Siswi Sekolah Penerbangan di Medan, Diduga Korban Kekerasan

Kematian Ade Nurul Fadilah, siswi berusia 19 tahun di sekolah penerbangan Medan, menimbulkan spekulasi adanya dugaan kekerasan.

Adinda

Published

on

Misteri Kematian Siswi Sekolah Penerbangan di Medan, Diduga Korban Kekerasan
Misteri Kematian Siswi Sekolah Penerbangan di Medan, Diduga Korban Kekerasan. Gambar : Dok. detik.com

MPN Indonesia 29 Oktober 2024 - Kasus kematian seorang siswi di sebuah sekolah penerbangan di Kota Medan kembali menjadi sorotan.

Ade Nurul Fadilah, seorang siswi berusia 19 tahun, meninggal dunia pada Selasa (1/10) di Medan.

Kematian yang dianggap tidak wajar ini menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat dan keluarganya.

Luka Memar dan Dugaan Kekerasan

Kejanggalan muncul setelah keluarga menemukan luka memar di tubuh Ade, terutama pada bagian leher, rusuk, dan punggung.

Tanda-tanda tersebut pertama kali terlihat saat jenazah Ade dimandikan sebelum dikebumikan.

Luka-luka tersebut menimbulkan dugaan bahwa Ade telah menjadi korban penganiayaan, yang berujung pada kematiannya.

Keluarga Ade mengungkap bahwa sebelum kematian, Ade terlihat sehat, sebagaimana dibuktikan dari pemeriksaan kesehatan sebelum ia masuk ke asrama sekolah tersebut.

Namun, pada malam kematiannya, keluarga menerima kabar dari pihak asrama bahwa Ade tiba-tiba sakit dan dibawa ke Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara (USU).

Tak lama kemudian, keluarga diberitahu bahwa Ade telah meninggal dunia.

Pengakuan Kesurupan dan Dugaan Kekerasan Seksual

Spekulasi semakin kuat setelah muncul pengakuan dalam sebuah video di mana seorang pria yang diduga mengalami kesurupan mengaku sebagai Ade.

Dalam video tersebut, pria itu menyatakan bahwa Ade telah melawan saat hendak diperkosa oleh dua orang pria.

Ia juga menyebutkan bahwa Ade dicekik dan dipukul di bagian punggung sebelum akhirnya meninggal.

Keluarga korban membenarkan bahwa peristiwa kesurupan tersebut terjadi beberapa kali setelah Ade dimakamkan.

Menurut Putri, kakak kandung Ade, keluarga sering mengalami mimpi dan peristiwa kesurupan yang diduga berkaitan dengan roh Ade yang ingin mengungkap penyebab kematiannya.

Baca Juga:  Hasto Kristiyanto Jalani Sidang Putusan Hari Ini, 1.658 Personel Gabungan Diterjunkan

Tuntutan Keluarga untuk Penyelidikan Mendalam

Keluarga korban, melalui kuasa hukumnya, Tommy Faisal Pane, melaporkan kasus ini ke Polda Sumatera Utara pada (23/10).

Mereka kecewa karena hingga saat ini belum ada perkembangan signifikan dari pihak kepolisian terkait kasus ini.

Tommy juga mengkhawatirkan bahwa ekshumasi jenazah akan terlambat dilakukan, mengingat kondisi mayat yang bisa semakin memburuk.

Tommy juga menyebutkan adanya dugaan percobaan penghilangan barang bukti.

Berdasarkan keterangan keluarga, beberapa pesan di ponsel Ade telah dihapus oleh seseorang yang diduga ingin menyembunyikan bukti penting terkait kejadian tersebut.

Tommy mendesak kepolisian untuk segera mengambil langkah konkret dan mempercayakan kasus ini sepenuhnya pada proses hukum.

Peran Sekolah dan Pengakuan Pihak Asrama

Sementara itu, pihak sekolah penerbangan tempat Ade menempuh pendidikan belum memberikan penjelasan resmi terkait penyebab kematian siswi tersebut.

Menurut keluarga, pihak sekolah hanya menyebutkan bahwa Ade mengalami sakit kepala sebelum dirujuk ke rumah sakit.

Namun, dokter di RS USU menyatakan bahwa Ade telah meninggal sebelum mendapat penanganan medis.

Keluarga juga menduga bahwa Ade sempat terlibat pertengkaran dengan salah satu siswi lain di asrama sebelum kematiannya.

Menurut Putri, adik kandungnya pernah berselisih dengan seorang siswi dari asrama sebelah, meskipun detail dari perselisihan itu belum diketahui dengan jelas.

Permintaan Autopsi untuk Mengungkap Penyebab Kematian

Karena berbagai kejanggalan dalam kasus ini, keluarga korban mendesak agar dilakukan autopsi terhadap jenazah Ade Nurul Fadilah untuk mengetahui penyebab pasti kematiannya.

Hingga kini, keluarga masih menunggu keputusan dari Polda Sumatera Utara terkait permohonan autopsi dan perkembangan penyelidikan lebih lanjut.

Pihak Sumatera Flight Education Center, melalui manajernya Saiful Anwar, belum memberikan keterangan resmi terkait kejadian ini.

Baca Juga:  Pria Mabuk yang Bacok Warga di Depan Stasiun Tanah Abang Berhasil Ditangkap Polisi

Saiful menyatakan bahwa ia sedang berada di luar kota ketika dihubungi oleh media.

Di sisi lain, AKBP Sonny Siregar, Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat Polda Sumut, mengatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan resmi terkait kasus kriminal ini dan akan memproses lebih lanjut dengan pihak terkait.

Journalism graduate with a passion for media and technology. With experience in SEO writing, shares insights on the latest trends and developments in the digital world.

Trending