Connect with us

Berita

Lapas Aceh Tamiang Tenggelam, Tahanan Dibebaskan Demi Keselamatan

Lapas Aceh Tamiang terendam banjir hingga atap pada 5 Desember, memaksa Kementerian Imigas dan Pemasyarakatan melepas warga binaan demi keselamatan. Proses pendataan dan pemindahan dilakukan ke lapas lain.

Logompn

Published

on

Lapas aceh tamiang tenggelam, tahanan dibebaskan demi keselamatan
Ilustrasi Tahanan Penjara. Gambar: Ilustrasi Canva

Aceh, MPN Indonesia 5 Desember 2025 - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Aceh Tamiang terendam banjir hingga mencapai atap, memaksa Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) melepaskan warga binaan demi keselamatan mereka.

Menteri Imipas, Agus Andrianto, menjelaskan bahwa pelepasan dilakukan karena kondisi bangunan sudah tidak memungkinkan untuk dihuni.

“Ada satu lapas di Tamiang yang karena sudah sampai di atap, ini terpaksa warga binaan pemasyarakatan yang ada di sana ya harus dikeluarkan dengan alasan untuk manusia,” ujar Agus kepada wartawan di kantornya, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (5/12).

Dirjen Pemasyarakatan telah diberangkatkan ke lokasi untuk melakukan pendataan terhadap warga binaan yang dilepas serta memantau kondisi pegawai di wilayah terdampak.

“Kami sudah berangkatkan Ditjen Pas dan perwakilan dari jajaran Imigrasi untuk mendatakan situasi dan kondisi keluarga besar kita yang ada di wilayah Aceh, Sumatra Utara dan Padang,” kata Agus.

Sejumlah Lapas Terdampak, Pemindahan Dipercepat

Selain Lapas Aceh Tamiang, beberapa lapas lain turut terdampak banjir meski tidak separah kondisi di lokasi utama.

Agus menyampaikan bahwa warga binaan dari lapas-lapas tersebut telah dipindahkan ke lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan lain yang lebih aman.

“Mereka dipindahkan ke lapas dan rutan lainnya. Mereka akan ada di tempat-tempat lapas,” jelasnya.

Kementerian Imipas juga berkoordinasi dengan TNI, Polri, dan pemerintah daerah untuk menangani proses pemindahan dan memastikan keamanan warga binaan selama masa tanggap darurat.

Agus menegaskan bahwa pelepasan sementara warga binaan di Aceh Tamiang dilakukan atas dasar kemanusiaan.

“Mudah-mudahan nanti setelah semuanya reda, nanti akan bisa kembali. Namun alasannya (warga binaan dilepaskan) adalah alasan kemanusiaan. Nanti kalau enggak dilepas, kalau sampai ke atap, nanti kami yang salah,” pungkasnya.

Baca Juga:  Hore! Pramono Siapkan Beasiswa LPDP Jakarta untuk 100 Anak Betawi

Dampak Bencana dan Langkah Pemerintah

Banjir besar yang melanda sejumlah provinsi di Sumatra ini telah menyebabkan 837 orang meninggal dunia, 545 orang hilang, dan 2.700 orang luka-luka hingga Jumat (5/12) pagi.

Langkah pelepasan dan pemindahan warga binaan menjadi bagian dari kebijakan tanggap darurat pemerintah melalui Kementerian Imipas untuk menjamin keselamatan warga binaan serta staf di wilayah yang terdampak langsung, khususnya Aceh Tamiang.

(AKM/NID/RAD)

Trending