Connect with us

Berita

MenKP Sebut Sampah di Laut Indonesia Ada Kiriman dari Negara Lain

Menteri KKP Trenggono menyebut sebagian sampah plastik laut di Indonesia berasal dari negara lain, bukan hanya dari dalam negeri.

Logompn

Published

on

Menkp sebut sampah di laut indonesia ada kiriman dari negara lain
Ilustrasi Sampah di Laut. Gambar : Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 16 Juli 2025 - Menteri Kelautan dan Perikanan (MenKP) Sakti Wahyu Trenggono menegaskan bahwa persoalan sampah plastik di laut Indonesia tidak sepenuhnya berasal dari dalam negeri.

Dalam Rapat Kerja Teknis Direktorat Jenderal Penataan Ruang Laut di Jakarta, Selasa (15/7), Trenggono menyatakan sebagian besar sampah plastik di laut Indonesia berasal dari luar negeri.

“Kita selalu ditanya bahwa Indonesia ini adalah sampah plastiknya terbesar nomor dua di dunia,” ujar Trenggono dalam rapat tersebut.

Menurut hasil kajian bersama sejumlah universitas di Australia Barat, ditemukan bahwa banyak sampah plastik yang masuk ke perairan Indonesia berasal dari negara lain.

“Plastik itu tidak semuanya berasal dari dalam daratan Indonesia, tapi juga dari negara-negara yang lain yang terus bergeser juga ke wilayah Indonesia,” tegasnya.

Persoalan Lingkungan Sosial di Laut

Trenggono menyampaikan bahwa sampah plastik laut merupakan bagian dari masalah lingkungan sosial yang kompleks.

Ia juga menyoroti perilaku kapal perikanan yang kerap membuang sampah sembarangan saat berlayar.

MenKP mengingatkan agar para awak kapal membawa kembali sampah ke darat, khususnya kantong plastik, guna mencegah pencemaran laut lebih lanjut.

Bulan Cinta Laut, Upaya Pemerintah Tingkatkan Kesadaran

Dalam upaya menangani persoalan ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan menjalankan program tahunan Bulan Cinta Laut.

Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama di wilayah pesisir, untuk tidak membuang sampah ke laut.

“Kami buat gerakan yang namanya Bulan Cinta Laut, yang setiap tahun selalu ada kegiatan itu. Kegiatan ini terus dilakukan, ini tentu perlu dukungan dari para kepala daerah, terutama pesisir. Kegiatan ini harus selalu dijalankan,” ungkap Trenggono.

Baca Juga:  Viral di Medsos, Proyek Turap Depok yang Persempit Sungai Akhirnya Dihentikan

Bahaya Mikroplastik bagi Kesehatan Manusia

Trenggono juga mengingatkan dampak sampah plastik yang bisa berubah menjadi mikroplastik.

Ia menjelaskan bahwa mikroplastik berpotensi dikonsumsi oleh ikan dan kemudian masuk ke rantai makanan manusia.

“Kalau dia (sampah plastik) menjadi mikroplastik, lalu dimakan oleh ikan, ikannya ditangkap, dikonsumsi oleh manusia, itu akan menyebabkan tingkat kesehatan yang tidak baik,” jelasnya.

(AKM/NID/RAD)

Trending