Berita
Minta Bantu Pemulihan Pascabencana, Aceh Surati 2 Lembaga PBB
Pemerintah Aceh menyurati dua lembaga PBB, yaitu UNDP dan UNICEF, untuk meminta bantuan dalam penanganan pemulihan pascabencana.
Aceh, MPN Indonesia 15 Desember 2025 - Pemerintah Aceh menyurati dua lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yaitu United Nations Development Programme (UNDP) dan United Nations Children’s Fund (UNICEF), untuk meminta bantuan dalam penanganan pemulihan pascabencana.
Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, menyampaikan bahwa permintaan tersebut didasari pada pengalaman kedua lembaga tersebut dalam menangani bencana serupa, termasuk saat tsunami 2004.
“Secara khusus Pemerintah Aceh secara resmi juga telah menyampaikan permintaan keterlibatan beberapa lembaga internasional atas pertimbangan pengalaman bencana tsunami 2004, seperti UNDP dan UNICEF,” ujar Muhammad MTA dalam keterangannya, Minggu (14/12).
Ia juga mengonfirmasi bahwa pihaknya telah bersurat, mengingat kedua lembaga tersebut ada di Indonesia.
“Benar (sudah menyurati). Mempertimbangkan mereka lembaga resmi PBB yang ada di Indonesia, maka meminta keterlibatan mereka dalam pemulihan kami rasa sangat dibutuhkan,” katanya.
Lebih dari Seribu Relawan Telah Masuk ke Aceh
Surat permintaan bantuan ini dikirim seiring eskalasi kerusakan yang luas serta tingginya jumlah korban jiwa akibat banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di provinsi tersebut.
Berdasarkan data dari posko tanggap darurat bencana hidrometeorologi per Minggu pukul 13.36 WIB, tercatat sebanyak 419 jiwa meninggal dunia, 32 orang dinyatakan hilang, dan 474.691 jiwa mengungsi.
Bencana tersebut juga menyebabkan kerusakan berat terhadap berbagai fasilitas umum dan infrastruktur.
Pemerintah Aceh mencatat terdapat 258 unit kantor, 287 tempat ibadah, 305 sekolah, 431 pesantren, 206 rumah sakit dan puskesmas, 461 titik jalan, serta 332 jembatan yang mengalami kerusakan.
Dalam upaya pemulihan pascabencana, Muhammad MTA mengatakan hingga pekan ketiga sejak bencana terjadi, tercatat sebanyak 77 lembaga dan 1.960 relawan telah masuk ke Aceh.
Lembaga-lembaga tersebut terdiri dari organisasi lokal, nasional, hingga internasional. Beberapa di antaranya adalah Save The Children, Islamic Relief, ABF, DH Charity, FKKMK UGM, Mahtan Makassar, Relawan Nusantara, Baznas, EMT AHS UGM, Koalisi NGO HAM, Katahati Institute, Orari, dan Yayasan Geutanyoe.
“Besar kemungkinan keterlibatan lembaga dan relawan akan terus bertambah dalam respons kebencanaan ini. Atas nama masyarakat Aceh dan korban, Gubernur sangat berterima kasih atas niat baik dan kontribusi yang sedang mereka berikan demi pemulihan Aceh ini,” ujar Muhammad MTA.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
