Berita
Patrion Nusantara Diresmikan, Jadi Pedoman Anak Bangsa Menuju Indonesia Emas 2024
Patrion Nusantara resmi diluncurkan, hadirkan animasi budaya untuk edukasi generasi muda dan perkuat jati diri bangsa lewat karya kreatif anak negeri.
MPN Indonesia 11 Juni 2025 - Gerakan kreatif berbasis budaya, Patrion Nusantara, resmi diluncurkan pada Rabu (11/6) sore di D’Maritime Cafe, Jakarta Selatan.
Acara ini menghadirkan misi besar: memperkuat jati diri bangsa melalui pengembangan animasi yang merepresentasikan nilai-nilai luhur kebudayaan Indonesia.
Berdasarkan pemantauan MPN Indonesia di lokasi, peluncuran tersebut turut dihadiri oleh sejumlah tokoh lintas bidang, mulai dari pejabat negara, seniman, hingga akademisi.
Dalam acara yang meriah tersebut, Patrion Nusantara memperkenalkan pahlawan-pahlawan fiksi sebagai upaya mengedukasi generasi muda tentang kebesaran budaya Nusantara.
Salah satu pesan utama disampaikan oleh Hariqo Wibawa, Juru Bicara Presiden Prabowo.
Ia menekankan bahwa menjaga persatuan dan kesatuan bangsa adalah prioritas utama.
“Ada beberapa pesan kunci yang disampaikan oleh Pak Prabowo sebagai presiden kita. Yang pertama pentingnya kita menjaga persatuan dan kesatuan… Presiden Prabowo menempatkan kesetiaan terhadap bangsa dan negara jauh sekali di atas kesetiaan terhadap dirinya secara pribadi,” ujar Hariqo Wibawa.
Selain itu, acara turut menampilkan berbagai pertunjukan, seperti musik oleh Rishyloco, penayangan video animasi karya Patrion Nusantara, serta pertunjukan tari.
Melalui karya-karya tersebut, gerakan ini bertujuan menjadi sarana penguatan karakter dan identitas nasional.
Misi Patrion Nusantara: Mengedukasi dan Menginspirasi Lewat Animasi

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang animasi dan industri kreatif, Patrion Nusantara menghadirkan pahlawan fiksi yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media edukasi.
Menurut Hariqo Wibawa, di era digital yang penuh disinformasi, kehadiran konten kreatif seperti ini memiliki peran strategis.
“Kehadiran Patrion Nusantara ini kita berharap bisa memberikan setidaknya tiga hal: bisa menghibur, mendidik masyarakat, dan dari konten-konten yang dilahirkan mudah-mudahan bisa mendorong kebaikan,” tambahnya.
Inisiatif ini juga mencerminkan kebutuhan untuk mengatasi tantangan inferioritas budaya di masyarakat.
Guru Gembul dalam pernyataannya mengungkapkan pentingnya membangun rasa percaya diri atas identitas bangsa.
“Masalah utama terbesar kita itu sebenarnya bukan ada pada budayanya tetapi ada pada inferioritas masyarakat kita terhadap identitas bangsa… Kita baru merasa bahwa sesuatu bisa laku, bisa dijual kalau merek dagangnya itu asing,” ujarnya.
Dukungan Pemerintah dan Sinergi Lintas Sektor
Peluncuran Patrion Nusantara mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak, termasuk Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Selliane Halia Ishak, Direktur Periklanan Kemenparekraf, menyampaikan,
“Selamat atas peluncuran gerakan Patrion. Ini adalah inisiatif karya anak bangsa di bidang budaya dan industri kreatif… Kami dari Kemenparekraf siap mendukung, terutama dalam penguatan ekosistem kekayaan intelektual dan talenta SDM,” kata Selliane Halia Ishak.
Selain itu, Sultan Sepuh Keraton Kasepuhan Cirebon, Raden Heru Rusyamsi Arianatareja, menggarisbawahi pentingnya pelestarian kebudayaan Indonesia.
“Budaya Nusantara yang meliputi beragam seni, tradisi, dan kearifan lokal adalah identitas bangsa kita… Keberagaman budaya ini harus kita jaga dan lestarikan bukan sebagai pembatas, melainkan sebagai perekat persatuan dan kesatuan,” jelas Sultan Sepuh.
Inspirasi dari Superhero Nusantara

Laksamana Muda TNI Julius Widjojo menyoroti peran media populer dalam membangun kebanggaan nasional.
Ia membandingkan dengan pendekatan negara lain seperti Amerika yang menciptakan superhero sebagai media indoktrinasi positif.
“Kalau kita melihat bagaimana Amerika melakukan indoktrinasi terhadap bangsanya, mereka menciptakan superhero… Sementara di kita, manusia-manusia super, ilmu-ilmu kebudayaan itu sudah ada, tapi makin hari makin punah karena unsur-unsur asing yang merubah itu,” ungkap Julius.
Dengan kehadiran Patrion Nusantara, diharapkan karakter-karakter pahlawan lokal dapat menjadi sumber inspirasi dan kebanggaan bagi masyarakat Indonesia, sebagaimana superhero dari negara lain.
Kolaborasi untuk Masa Depan Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya
Sebagai penutup acara, politikus Sarjan Tahir menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya.
“Ini aset kita. Banyak yang bisa dilakukan. Ajak kerja sama semua dan ceritakan mainan-mainan ini, cerita-cerita ini… Saya berdoa semoga Patrion menjadi organisasi yang bisa membangkitkan kembali nilai-nilai luhur sejarah, budaya, dan ekonomi kita,” tuturnya.
Kehadiran Patrion Nusantara di kancah industri kreatif nasional diharapkan tidak hanya memperkuat jati diri bangsa melalui karya animasi, tetapi juga mendorong tumbuhnya kebanggaan terhadap kebudayaan Indonesia di kalangan generasi muda.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
