Connect with us

Berita

Pemandu Juliana Marins Diblacklist Pengelola Gunung Rinjani

Balai Taman Nasional Gunung Rinjani memasukkan guide yang mendampingi Juliana Marins ke dalam daftar hitam.

Logompn

Published

on

Pemandu juliana maris diblacklist pengelola gunung rinjani
WNA Brasil, Juliana Marins yang jatuh saat mendaki di Gunung Rinjani | Gambar: Instagram/@ajulianamarins

MPN Indonesia 6 Juli 2025 - Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) secara resmi memasukkan pemandu gunung yang mendampingi Juliana Marins dalam daftar hitam (blacklist) setelah insiden jatuhnya pendaki asal Brasil tersebut di Gunung Rinjani pada Sabtu (21/6) lalu.

Kepala BTNGR, Yarman, menyatakan bahwa blacklist ini berlaku sementara selama proses evaluasi berlangsung.

“Iya, kalau blacklist untuk sementara sambil proses berjalan,” ujar Yarman kepada pada wartawan seusai acara Bincang Kamisan di Kantor Pemprov NTB, Kamis (3/7).

Keputusan mem-blacklist pemandu gunung atau guide tersebut diambil setelah kematian tragis Juliana Marins yang terjatuh di jurang Cemara Nunggal, salah satu jalur menuju puncak Gunung Rinjani.

Saat kejadian, Juliana mendaki bersama enam orang rombongan, didampingi satu pemandu gunung serta sekitar dua hingga tiga porter.

Yarman menambahkan, hingga saat ini belum dapat dipastikan apakah guide yang menemani Juliana memiliki lisensi resmi atau tidak.

Proses Evakuasi Juliana Marins dan Kondisi di Gunung Rinjani

Kecelakaan yang menimpa Juliana Marins terjadi pada jalur pendakian Cemara Nunggal yang dikenal memiliki medan curam dan berisiko tinggi.

Tim SAR gabungan melakukan proses evakuasi selama lima hari berturut-turut untuk mengangkat jenazah Juliana dari kedalaman jurang sekitar 600 meter.

Yarman menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan segala upaya sejak awal laporan jatuhnya korban diterima.

“Dari awal mulai jatuh, kami sudah mempersiapkan tim. Sampai lima hari berturut-turut baru bisa naik. Upaya-upaya itu sudah kami lakukan semaksimal mungkin,” tegas Yarman.

Kendala utama dalam proses evakuasi adalah medan yang curam dan kondisi cuaca yang tidak menentu di kawasan Gunung Rinjani.

Baca Juga:  Pendakian Gunung Rinjani Ditutup, eRinjani Tak Bisa Diakses Sementara

Jenazah Juliana Marins akhirnya berhasil dievakuasi pada Rabu (25/6) dan langsung dibawa ke Bali untuk dilakukan otopsi di RSUD setempat sebelum jenazah kemudian dipulangkan ke Brasil pada (1/7).

Diketahui, Gunung Rinjani merupakan salah satu destinasi favorit bagi wisatawan domestik dan internasional. Setiap tahun, ribuan pendaki menjajal jalur-jalur ekstrem gunung ini.

Namun, insiden yang menimpa Juliana Marins memunculkan perhatian serius terkait kelengkapan lisensi dan kompetensi pemandu gunung yang beroperasi di kawasan tersebut.

Berdasarkan data BTNGR, tercatat ada 661 pemandu gunung aktif di kawasan Gunung Rinjani, namun hanya sekitar 50 persen yang sudah mengantongi lisensi resmi.

“Separuh sudah dapat lisensi, tapi dalam proses ke depan kita sudah persiapkan bersama-sama dengan teman-teman dari Dinas Pariwisata untuk proses lisensi,” jelas Yarman.

Yarman mengungkapkan bahwa BTNGR bersama Dinas Pariwisata akan mempercepat proses lisensi bagi seluruh pemandu gunung yang aktif serta pengawasan guide akan terus diperbaiki agar standar keselamatan di Gunung Rinjani semakin optimal.

Program pembinaan dan edukasi tentang keselamatan pendakian serta manajemen risiko juga akan ditingkatkan guna meminimalisir kejadian serupa di masa mendatang.

“Separuh sudah dapat lisensi, tapi dalam proses ke depan kita sudah persiapkan bersama-sama dengan teman-teman dari Dinas Pariwisata untuk proses lisensi,” ujar Yarman.

(AKM/NID/RAD)

Trending