Connect with us

Berita

Guru Honorer di Sukabumi Jalan Kaki Tempuh 12 Km per Hari Hanya Digaji Rp200 Ribu

Empan Supandi, seorang guru honorer di Sukabumi, Jawa Barat, menempuh perjalanan 12 kilometer setiap hari untuk mengajar dengan gaji Rp200 ribu.

Actress 1299250

Published

on

Guru Honorer di Sukabumi Jalan Kaki Tempuh 12 Km per Hari Hanya Digaji Rp200 Ribu
Guru Honorer di Sukabumi Jalan Kaki Tempuh 12 Km per Hari Hanya Digaji Rp200 Ribu. Gambar: Dok. Detik/Siti Fatimah

MPN Indonesia 22 Januari 2025 - Seorang guru honorer di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Empan Supandi, yang telah mengabdi selama 14 tahun di MTs Thoriqul Hidayah, Desa Bojongtipar, rela berjalan kaki sejauh 12 kilometer dari rumahnya ke sekolah.

Perjalanan yang memakan waktu hingga tiga jam ini melewati jalan setapak berbatu dan licin, terutama saat musim hujan.

Ia memulai perjalanannya sejak subuh dan tiba di sekolah sekitar pukul 8 pagi.

“Kalau hujan, pasti terlambat. Tapi berapa pun jamnya, saya tetap siap mengajar,” ujarnya.

Empan pernah mengampu tiga mata pelajaran sekaligus, yaitu Pendidikan Kewarganegaraan (PKN), Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), dan Bahasa Inggris.

Saat ini, ia hanya mengajar satu mata pelajaran karena bertambahnya tenaga pengajar di sekolah.

Gaji Jauh di Bawah Standar

Dengan gaji Rp200 ribu per bulan, penghasilan Empan jauh dari Upah Minimum Kota (UMK) Sukabumi yang mencapai Rp3.018.634,94 pada 2025. Meski demikian, ia tetap bersyukur atas rezeki yang diterimanya.

“Soal gaji, cukup tidak cukup, saya manfaatkan dengan sebaik mungkin,” katanya.

Kondisi ekonomi yang sulit sempat membuat Empan mencari penghasilan tambahan dengan berjualan sayur saat sekolah libur.

Namun, kini ia fokus sepenuhnya pada tugasnya sebagai pengajar.

Pengakuan dari Murid dan Harapan

Murid-murid Empan mengapresiasi gaya mengajarnya. Salah satu muridnya, Riva Aulian, menyebut Empan sebagai sosok yang istimewa dan inspiratif.

“Cara mengajarnya baik, selalu dapat dimengerti, gampang diingat. Perjuangannya selama bertahun-tahun jalan ke sekolah sangat luar biasa,” kata Riva.

Empan berharap pemerintah memberikan perhatian lebih kepada guru honorer, terutama yang bertugas di daerah terpencil.

Baca Juga:  Ngaku Dijebak Polisi Antarkan Sabu, Driver Ojol Ini Akhirnya Minta Maaf

Menurutnya, dukungan yang lebih besar akan membantu mereka menjalankan tugas tanpa merasa terbebani oleh kondisi ekonomi.

Pihak sekolah tempat Empan mengajar telah mengajukan permohonan kepada Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi agar ia dapat diangkat menjadi guru sertifikasi.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, dalam kesempatan terpisah, menegaskan pentingnya peran guru honorer bagi siswa dan sekolah.

Ia menyatakan bahwa pemerintah terus berupaya meningkatkan kesejahteraan para guru honorer melalui anggaran yang memadai.

“Kita belum ada rencana untuk meniadakan guru honorer. Karena selama ini, posisi dan peran mereka masih sangat diperlukan,” ujarnya pada November 2024.

Trending