Connect with us

Berita

Mendikdasmen Rencanakan Materi Coding dan AI untuk Masuk Kurikulum

Kemendikdasmen akan memperkenalkan pelajaran coding dan AI di sekolah dasar mulai tahun ajaran 2025-2026.

Actress 1299250

Published

on

Mendikdasmen Rencanakan Materi Coding dan AI untuk Masuk Kurikulum
Mendikdasmen Rencanakan Materi Coding dan AI untuk Masuk Kurikulum. Gambar : Humas Kemendikdasmen

MPN Indonesia 1 Desember 2024 - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berencana memperkenalkan pengajaran coding dan kecerdasan buatan (AI) ke dalam kurikulum sekolah dasar.

Rencana ini akan dimulai pada tahun pelajaran 2025-2026.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa langkah ini bertujuan mempersiapkan generasi muda Indonesia agar kompetitif di era digital dan mampu bersaing di tingkat global.

Teknologi untuk Mendukung Literasi dan Numerasi

Dalam keterangannya pada Sabtu (30/11), Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa penguasaan teknologi seperti coding dan AI dapat meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa.

Meskipun saat ini kedua materi tersebut direncanakan sebagai mata pelajaran pilihan, Mu’ti menyebut langkah ini mengikuti jejak negara maju yang telah mengajarkan teknologi tingkat tinggi sejak dini.

“Banyak negara maju sudah memulai pengajaran teknologi tinggi seperti coding dan AI sejak dini. Kami berencana memperkenalkan pembelajaran ini mulai dari sekolah dasar dengan menjadikannya mata pelajaran pilihan pada tahun ajaran 2025-2026,” ungkap Abdul Mu’ti.

Namun, pengenalan teknologi dalam pendidikan ini masih menimbulkan beragam respons dari masyarakat.

Abdul Mu’ti menegaskan bahwa meskipun ada pihak yang mengutamakan pentingnya literasi dasar, penggunaan teknologi dapat mendukung keterampilan mendasar tersebut.

“Kami percaya bahwa penguasaan teknologi justru akan mendukung perkembangan literasi dan numerasi anak-anak kita,” tambahnya.

Pentingnya Pengintegrasian Teknologi

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, menambahkan bahwa coding dan AI merupakan bagian integral dari literasi digital.

Ia mencontohkan pengajaran teknologi ruang angkasa di Amerika Serikat yang dimulai sejak tahun 1970-an sebagai inspirasi untuk memastikan siswa Indonesia tidak tertinggal.

Baca Juga:  Universitas Indonesia Buka Program Studi AI Mulai Tahun Ini

“Kami ingin memastikan bahwa generasi muda Indonesia tidak tertinggal dalam hal penguasaan teknologi,” jelas Atip.

Menurutnya, pengajaran teknologi seperti coding dan AI tidak perlu dianggap sulit.

Sebaliknya, kedua mata pelajaran tersebut adalah peluang untuk melatih kreativitas dan inovasi siswa di era digital yang semakin kompleks.

“Kami berharap, dengan pengenalan teknologi sejak dini, anak-anak kita akan siap untuk memasuki dunia digital yang semakin kompleks,” tuturnya.

Implementasi di Kurikulum Baru

Untuk mendukung implementasi kurikulum baru ini, Kemendikdasmen telah mengadakan Diskusi Kelompok Terpumpun dengan melibatkan berbagai pihak.

Diskusi ini melibatkan Ditjen PAUD Dikdasmen, para staf khusus menteri, kepala sekolah, guru, dan komunitas pengajaran coding serta AI.

Kegiatan ini bertujuan untuk merancang strategi pembelajaran efektif serta menyusun modul pembelajaran yang dapat diterapkan di semua sekolah di Indonesia.

Sekretaris Ditjen PAUD Dikdasmen, Praptono, menyebut kegiatan ini sebagai langkah penting dalam memastikan strategi pembelajaran dapat diterapkan secara efisien.

“Kami berharap dapat menggali pandangan dan masukan dari berbagai pihak mengenai urgensi pembelajaran coding dan AI bagi siswa muda,” jelas Praptono.

Selain itu, masukan dari diskusi ini diharapkan dapat menghasilkan kurikulum yang seimbang antara keterampilan digital dengan pelajaran dasar lainnya.

Trending