Berita
Penyelam Hilang saat Periksa Bangkai Kapal di Probolinggo
Penyelam hilang di Perairan Kalibuntu, Probolinggo, setelah menyelam hingga kedalaman sekitar 40 meter di bangkai KM Bahagia.
Jawa Timur, MPN Indonesia 3 Oktober 2026 - Seorang penyelam bernama Ismail (58) hilang di Perairan Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (1/10).
Ismail hilang ketika menyelam sekitar pukul 10.03 WIB untuk membantu pekerjaan pengangkatan bangkai KM Bahagia.
Korban menyelam hingga kedalaman sekitar 40 meter sebelum komunikasi melalui selang terputus dan dia tidak muncul ke permukaan.
“Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi menerima laporan kondisi membahayakan manusia berupa seorang penyelam yang hilang saat melakukan penyelaman di bangkai kapal karam di Perairan Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Kamis (1/10),” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi I Made Oka Astawa, dikutip MPN Indonesia dari Instagram @kantorsar_banyuwangi pada Sabtu (3/10).
Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi menerima laporan kejadian tersebut dari Pos TNI AL Paiton.
Laporan diterima pada pukul 15.42 WIB dari petugas bernama Yasien Latif.
“Kami menerima laporan hilangnya penyelam tersebut dari petugas di Pos TNI Angkatan Laut Paiton,” kata Oka.
Penyelam Hilang saat Memeriksa Bangkai Kapal Karam
Ismail merupakan warga Kecamatan Mayangan, Kabupaten Probolinggo.
Dia melakukan penyelaman di bangkai KM Bahagia milik Muhammad Zaeni.
Penyelaman dilakukan hingga kedalaman sekitar 40 meter untuk mendukung pekerjaan pengangkatan kapal.
Ismail berkomunikasi dengan Muhari menggunakan kode yang telah disepakati melalui selang penyelaman.
Namun, Muhari tidak melihat pergerakan pada selang setelah penyelaman berlangsung hampir 30 menit.
Dia kemudian menarik selang secara perlahan untuk membantu Ismail kembali ke permukaan.
“Namun, setelah hampir 30 menit tidak terlihat adanya pergerakan pada selang tersebut, saksi berinisiatif menarik selang secara perlahan, tetapi korban tidak muncul ke permukaan,” kata Oka.
Upaya tersebut belum berhasil membawa Ismail ke permukaan.
Muhari kemudian bersama keluarga korban dan nelayan melakukan pencarian di sekitar lokasi.
Pencarian mandiri berlangsung hingga sekitar pukul 13.00 WIB.
Namun, keberadaan Ismail belum ditemukan dalam pencarian tersebut.
Kejadian kemudian dilaporkan kepada Pos TNI AL Paiton.
Informasi tersebut diteruskan kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi untuk meminta dukungan operasi SAR.
Tim SAR Dikerahkan ke Perairan Probolinggo
Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi mengerahkan tujuh personel Tim Rescue pada pukul 16.05 WIB.
Tim membawa sejumlah perlengkapan untuk mendukung pencarian di Perairan Kalibuntu.
“Kami telah mengerahkan tujuh personel Tim Rescue menuju lokasi kejadian pada pukul 16.05 WIB. Tim membawa Rescue Car Type II, rubber boat dan motor tempel, peralatan water rescue, peralatan selam, medis, serta komunikasi,” ucap Oka.
Tim Rescue membawa sejumlah peralatan untuk mendukung operasi pencarian dan pertolongan.
Peralatan tersebut meliputi Rescue Car Type II, rubber boat beserta motor tempel, serta perlengkapan water rescue.
Tim juga menyiapkan peralatan selam dan perlengkapan medis selama proses operasi.
Selain itu, perangkat komunikasi turut dibawa untuk menunjang koordinasi antarpetugas di lapangan.
Tim SAR diperkirakan tiba di lokasi sekitar pukul 20.10 WIB.
Setelah tiba, personel akan berkoordinasi dengan unsur SAR yang sudah berada di lapangan.
Tim selanjutnya menentukan langkah pencarian berdasarkan kondisi dan situasi di lokasi kejadian.
Operasi dilakukan bersama sejumlah unsur yang terlibat dalam pencarian.
Unsur gabungan yang terlibat dalam operasi pencarian tersebut berasal dari berbagai instansi dan masyarakat setempat.
Tim tersebut terdiri dari Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, Pos TNI AL Paiton, Pos TNI AL Mayangan, Satpol Air Probolinggo, serta BPBD Kabupaten Probolinggo.
Operasi juga melibatkan Babinsa Panjarakan dan Bhabinkamtibmas Panjarakan.
Selain unsur pemerintah dan aparat, keluarga korban serta nelayan sekitar turut membantu proses pencarian.
Lokasi hilangnya Ismail tercatat pada koordinat 07°39’50.3″S – 113°24’23.8″E.
Titik tersebut berjarak sekitar 171 kilometer dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi.
Operasi pencarian dilakukan di kawasan Perairan Kalibuntu, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.
Pencarian akan menyesuaikan kondisi yang ditemukan tim di lapangan.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
