Connect with us

Peristiwa

Banjir di Gerai Lengkong yang Berimbas pada UMKM Tangsel karena Miskomunikasi BPBD dan Warga

Miskomunikasi BPBD soal banjir Cisadane membuat Gerai Lengkong Tangsel terendam. Seluruh produk UMKM rusak akibat arus deras.

Logompn

Published

on

Banjir di gerai lengkong yang berimbas pada umkm tangsel karena miskomunikasi bpbd dan warga
Banjir di Gerai Lengkong yang Berimbas pada UMKM Tangsel karena Miskomunikasi BPBD dan Warga. Gambar: Dok. Istimewa

MPN Indonesia 4 Maret 2025 - Gerai Lengkong, yang beralamat di Jalan SKKI, Pondok Jagung, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan terendam banjir pada Senin (3/3) dini hari.

Banjir terjadi akibat misinformasi dari BPBD kepada warga setempat mengenai kenaikan debit air Sungai Cisadane.

Akibatnya, berbagai produk UMKM di Gerai Lengkong rusak, menyebabkan kerugian bagi pelaku usaha kecil di wilayah tersebut.

Miskomunikasi dari BPBD kepada Warga

Melalui Karel, Manajer Operasional Gerai Lengkong, UMKM Pondok Jagung Tangsel menyatakan bahwa informasi yang diberikan BPBD setempat tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Sebelumnya, tim di Gerai Lengkong yang lebih dahulu menginformasikan kenaikan debit air kepada BPBD.

Namun, BPBD menyampaikan bahwa situasi masih aman dan tidak ada ancaman banjir di wilayah Tangerang Selatan.

“Kita mendapatkan informasi yang salah dari BPBD setempat, karena kita dahulu yang menginformasikan ke mereka terkait dengan kondisi debit air Sungai Cisadane, mereka bilang masih aman,” jelas Karel kepada MPN Indonesia pada Senin (3/3).

Kenyataannya, banjir justru terjadi dengan dampak yang cukup besar bagi pelaku UMKM setempat.

Kronologi Kenaikan Debit Air yang Berujung Banjir

Pada pukul 22.30, petugas PDAM yang berada di sekitar Gerai Lengkong melaporkan bahwa air Sungai Cisadane mulai meluap.

Informasi ini disampaikan setelah diketahui bahwa ketinggian air di Pintu Air Katulampa telah mencapai 170 cm dan berstatus Siaga 2.

“Pada pukul 22.30 saya mendapatkan informasi dari petugas PDAM yang berada di lokasi dekat Gerai Lengkong bahwasanya air sungai cisadane sudah mulai meluap karena di pintu air katulampa sudah siaga 2 di ketinggian air 170cm,” ujar Karel.

Baca Juga:  Ratusan Botol Miras yang Tersebar di Tempat Hiburan Tangsel Disita, Walkot: Jika Bandel, akan Ditutup Permanen

Menyadari potensi banjir, beberapa langkah antisipasi segera dilakukan, termasuk meminta bantuan Batalyon Kav 9 Cobra untuk mengangkut sebagian barang dari gudang menggunakan truk.

Sekitar pukul 23.00, permintaan konfirmasi diajukan kepada pemerintah setempat untuk memastikan kondisi terkini di Pintu Air Katulampa.

Berdasarkan informasi yang diterima, ketinggian air telah menurun menjadi 140 cm dengan status Siaga 3.

“Tapi informasi yang kami dapat dari pemerintah setempat bahwasanya air sudah turun ke angka 140cm dan masuk siaga 3, dan mereka bilang bahwa kondisinya akan aman,” jelas Karel.

Pemerintah setempat menyatakan bahwa wilayah Tangerang Selatan dalam kondisi aman dan tidak akan terdampak banjir. Hal ini membuat kewaspadaan sempat diturunkan.

Namun, situasi berubah drastis pada pukul 01.00 ketika debit air Sungai Cisadane kembali meningkat.

Pemantauan terus dilakukan, dan pihak Batalyon Kav 9 Cobra diminta untuk siaga menghadapi kemungkinan banjir.

Pukul 03.00, air semakin naik hingga merendam gedung PDAM dan mulai menggenangi area parkir Gerai Lengkong.

Upaya penyelamatan barang dagangan segera dilakukan pada pukul 03.30 dengan membangunkan pegawai Gerai Lengkong agar dapat mengamankan produk UMKM yang tersimpan di dalamnya.

Namun, arus air yang deras dengan cepat membanjiri area tersebut, menyebabkan genangan setinggi sekitar 160 cm dalam waktu singkat.

Puncaknya, pada pukul 05.00, ketinggian air mencapai 200 cm, melanda seluruh isi gerai.

Proses Evakuasi

Upaya penyelamatan dilakukan dengan cepat setelah banjir merendam area Gerai Lengkong.

Bantuan pertama datang dari TNI Batalyon Kav 9 Cobra, diikuti oleh Batalyon Arhanud 01 Serpong.

Tidak lama kemudian, tim dari Pemadam Kebakaran Tangerang Selatan turut membantu proses evakuasi.

Bantuan terakhir datang dari BPBD setempat yang membawa perahu karet untuk mengevakuasi warga yang terdampak.

Baca Juga:  Viral! Sopir Taksi Online di Pamulang Dibegal Penumpang, Mobil Dibawa Kabur Pelaku

(AKM/NID/RAD)

Trending