Connect with us

Berita

Gunung Marapi Erupsi, BPBD Imbau Warga Waspada

Gunung Marapi kembali meletus dengan dentuman keras terdengar hingga Bukittinggi. BPBD imbau warga untuk menjauhi radius 3 km dari kawah.

Actress 1299250

Published

on

Gunung Marapi Erupsi, BPBD Imbau Warga Waspada
Gunung Marapi Erupsi, BPBD Imbau Warga Waspada. Gambar: Pos PGA Marapi

MPN Indonesia 24 Januari 2025 - Gunung Marapi di Sumatra Barat terus menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik dengan intensitas erupsi yang meningkat selama empat hari terakhir sejak Minggu (19/1).

Pada Selasa malam (21/1), letusan disertai dentuman keras terdengar hingga Bukittinggi, membuat masyarakat di sekitarnya semakin waspada.

Warga Tetap Siaga

Masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Marapi meningkatkan kewaspadaan, terutama mereka yang berada di kawasan rawan bencana.

Eri (49), seorang warga Kecamatan X Koto, Tanah Datar, mengungkapkan bahwa erupsi terus terjadi sejak Minggu (19/1).

“Ya, erupsi terus sejak Minggu. Saya waspada saja. Kalau berbahaya, ya mengungsi,” ujar Eri.

Saat ini, Eri bersama keluarganya masih bertahan di rumah karena belum ada instruksi resmi untuk mengungsi.

Ia menjelaskan bahwa situasi kali ini berbeda dibandingkan saat Marapi berstatus Siaga (Level III), ketika mereka harus mengungsi karena berada di zona merah dengan radius 4,5 kilometer.

Saat ini, Gunung Marapi berstatus Waspada (Level II), dengan radius berbahaya sejauh 3 kilometer dari kawah.

Pemantauan BPBD dan Pusat Vulkanologi

Juru Bicara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat, Ilham Wahab, menegaskan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Marapi.

Ia mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati atau beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah.

“Kami mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar lembah atau aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi agar selalu waspada terhadap potensi bahaya lahar, terutama pada saat musim hujan,” kata Ilham.

Sementara itu, petugas Pos Pengamat Gunung Api (PGA), Teguh Purnomo, menyebutkan bahwa meskipun intensitas erupsi fluktuatif, aktivitas vulkanik Marapi cenderung meningkat dalam beberapa hari terakhir.

Baca Juga:  Banjir Bandang Terjang Nepal, Lebih dari 150 Orang Tewas

“Masih fluktuatif. Kadang intensitas erupsinya tinggi dan kadang turun,” jelas Teguh.

Sejak awal tahun 2025, Gunung Marapi telah meletus delapan kali, dengan peningkatan signifikan tercatat sejak 19 Januari 2025.

Bahkan, pada Selasa (21/1) dan Rabu (22/1), terjadi dua kali erupsi dalam sehari.

Aktivitas Gunung Marapi

Gunung Marapi sebelumnya mengalami erupsi besar pada 3 Desember 2023, yang menewaskan 23 pendaki.

Sejak kejadian tersebut, aktivitas vulkaniknya tidak pernah sepenuhnya mereda.

BPBD Sumatra Barat bersama Pos Pengamat Gunung Api terus memperbarui informasi dan mempersiapkan langkah antisipasi jika intensitas erupsi meningkat.

Masyarakat yang berada di area rawan bencana diminta untuk selalu mengikuti arahan dari pihak berwenang, terutama terkait potensi bahaya lahar selama musim hujan.

Trending