Berita
Pertamina Bantah Oplos Pertamax: Hanya Tambah Aditif dan Pewarna
Pertamina Patra Niaga menegaskan tak ada praktik pengoplosan bahan bakar minyak (BBM) Pertamax.
MPN Indonesia 1 Maret 2025 - Subholding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero), Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa tidak ada praktik pengoplosan terhadap bahan bakar minyak (BBM) Pertamax.
Kualitas Pertamax dipastikan tetap sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah, yakni RON 92.
“Produk yang masuk ke terminal BBM Pertamina merupakan produk jadi yang sesuai dengan RON masing-masing, di mana Pertalite memiliki RON 90 dan Pertamax memiliki RON 92,” ujar Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulansari, dikutip MPN Indonesia dari Instagram @lambe_turah, Sabtu (1/3).
“Spesifikasi yang disalurkan ke masyarakat sejak awal penerimaan produk di terminal Pertamina telah sesuai dengan ketentuan pemerintah,” pungkasnya.
Sebut Telah Patuhi Prosedur yang Ada
Heppy menjelaskan bahwa proses di terminal utama BBM hanya melibatkan injeksi warna (dyes) sebagai pembeda produk agar mudah dikenali masyarakat.
Selain itu, ada juga injeksi additive untuk meningkatkan performa Pertamax.
“Jadi bukan pengoplosan atau mengubah RON. Masyarakat tidak perlu khawatir dengan kualitas Pertamax,” tegas Heppy.
Ia juga memastikan bahwa seluruh tahapan distribusi BBM diawasi secara ketat.
Quality Control (QC) dilakukan dengan standar tinggi, dan distribusi BBM Pertamina diawasi oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).
“Kami menaati prosedur untuk memastikan kualitas, dan dalam distribusinya juga diawasi oleh BPH Migas,” lanjut Heppy.
Tak Ada Perubahan RON, hanya Penambahan Aditif
Sementara itu, Pelaksana Tugas Harian (Pth) Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra mengatakan bahwa tak ada perubahan RON yang dilakukan oleh Pertamina.
“Di Patra Niaga, kita terima di terminal itu sudah dalam bentuk RON 90 dan 92, tidak ada proses perubahan RON. Tapi untuk Pertamax, kita tambah aditif. Jadi ada penambahan aditif dan penambahan warna,” ujar Ega saat rapat bersama Komisi VII DPR RI, dikutip MPN Indonesia melalui YouTube DPR RI, Sabtu (1/3).
Ia menjelaskan bahwa proses yang dilakukan Pertamina tersebut adalah proses umum di industri minyak. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas produk.
“Ketika kita menambahkan proses blending ini, tujuannya adalah untuk meningkatkan value daripada produk tersebut,” kata Ega.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
