Connect with us

Berita

Polisi Periksa 11 Saksi dalam Tragedi Syukuran Pernikahan Anak Dedi Mulyadi

Polda Jawa Barat memeriksa 11 saksi terkait tragedi syukuran pernikahan putra Dedi Mulyadi dan Wakil Bupati Garut yang menewaskan tiga orang.

Logompn

Published

on

Polisi periksa 11 saksi dalam tragedi syukuran pernikahan anak dedi mulyadi
Kepala Bidang Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan. Gambar : Dok. Tribrata News Polda Jabar

Jawa Barat, MPN Indonesia 24 Juli 2025 - Tragedi dalam acara syukuran pernikahan Maula Akbar Mulyadi, putra Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, dengan Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, menyisakan duka mendalam.

Tiga orang meninggal dunia dalam insiden antrean tamu undangan, terdiri dari dua warga sipil dan satu anggota kepolisian.

Peristiwa yang terjadi di Jawa Barat pada Minggu (20/7) itu kini menjadi fokus penyelidikan serius oleh Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar).

Sebagai langkah awal, penyidik Ditreskrimum Polda Jabar telah memeriksa 11 orang saksi pada Senin (21/7).

Rincian Pemeriksaan Saksi

Kepala Bidang Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan, mengungkapkan bahwa saksi-saksi yang diperiksa terdiri dari berbagai pihak terkait acara tersebut.

“Saat ini kami telah memeriksa 11 saksi dari kejadian adanya tragedi untuk antrean dalam rangkaian acara pernikahan Wakil Bupati Garut dan anaknya KDM (Kang Dedi Mulyadi),” ujar Kombes Hendra dalam keterangannya, seperti dikutip MPN Indonesia dari laman resmi Tribrata News Polda Jabar, Kamis (24/7).

Adapun rinciannya meliputi:

  • 4 orang anggota kepolisian
  • 2 orang dari Pemerintah Kabupaten Garut
  • 2 orang dari pihak Wedding Organizer (WO)
  • Beberapa warga sekitar lokasi kejadian

Hendra menegaskan bahwa penyelidikan akan terus dilanjutkan hingga penyebab pasti tragedi terungkap.

“Nanti perkembangannya masih kami dalami, penyelidikan juga di situ,” tambahnya.

Proses Penyelidikan Lanjutan

Kasat Reskrim Polres Garut, AKP Joko Prihatin, menyatakan bahwa Polres Garut hanya membantu dalam tahap awal pemeriksaan saksi.

Sejak Senin (20/7), tanggung jawab penyelidikan sepenuhnya berada di bawah Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jabar.

Hingga kini, penyelidikan masih berlangsung dan belum ada kesimpulan resmi terkait kronologi serta penyebab utama yang memicu insiden tersebut.

Baca Juga:  6 Atlet Hapkido Bogor Harumkan Jawa Barat di SEAHU 2025, Bawa 4 Medali Emas

(AKM/NID/RAD)

Trending