Connect with us

Berita

Polri Gandeng FBI Usut Ancaman Bom di Pesawat Jemaah Haji RI

Polri bekerja sama dengan FBI untuk mengusut ancaman bom atas pesawat Saudia Airlines yang mengangkut jemaah haji Indonesia.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 06 23t145004.968
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo saat ditemui di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (21/6) | Gambar: MPN Indonesia/BDR

MPN Indonesia 21 Juni 2025 - Polri bekerja sama dengan Federal Bureau of Investigation (FBI) untuk mengusut kasus kriminal ancaman bom terhadap pesawat Saudia Airlines dengan nomor penerbangan SV-5276 yang mengangkut jemaah haji Indonesia.

“Ya, kami tentunya bekerja sama dengan FBI,” ujar Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (21/6).

Sigit menambahkan, Polri dan FBI saat ini sedang membahas terkait yurisdiksi atau wilayah hukum yang mengatur penanganan kasus ini.

“Ini masuk wilayah hukum Indonesia, atau kah masih luar. Itu semuanya sedang kami lakukan pendalaman lebih lanjut,” jelasnya.

Duduk Perkara

Diketahui, ancaman bom tersebut dikirimkan melalui surat elektronik pada Selasa (17/6) pukul 07.30 WIB.

Dalam e-mail tersebut disebutkan bahwa pesawat Saudia Airlines dengan nomor registrasi HZ-AK32 yang mengangkut 442 jemaah haji dari Kloter 12 Debarkasi Jakarta-Bekasi akan diledakkan dalam penerbangan rute Jeddah-Jakarta.

Ancaman bom ini menyebabkan pilot pesawat memutuskan untuk melakukan pendaratan darurat di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara, pada pukul 10.44 WIB.

Investigasi Lanjutan

Juru Bicara Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri, Ajun Komisaris Besar Mayndra Eka Wardhana, menyampaikan bahwa pihaknya sedang mendalami sumber ancaman bom tersebut.

“Dari e-mail, kami akan melihat apakah ada ancaman potensi dari dalam negeri, atau dari luar negeri,” kata Mayndra Eka pada Rabu (18/6) di Jakarta.

Densus 88 juga tengah melakukan koordinasi dengan otoritas Arab Saudi, mengingat pesawat Saudia Airlines merupakan aset negara Arab Saudi.

Selain itu, Densus 88 turut mendalami kemungkinan keterlibatan warga negara asing (WNA) dalam kasus kriminal ini.

Baca Juga:  Usai Ditemukan Pelanggaran, Polri dan Kemendag Perketat Pengawasan Minyakita

(RIF/NID/RAD)

Trending