Connect with us

Berita

Sempat Pimpin Upacara, Siswa SMP di Sawahlunto Ditemukan Tewas di Kelas

Seorang siswa SMPN 7 Sawahlunto, Sumatra Barat, berinisial BE (15) ditemukan tewas di ruang kelas dengan leher terlilit dasi.

Logompn

Published

on

Sempat pimpin upacara, siswa smp di sawahlunto ditemukan tewas di kelas
Sempat Pimpin Upacara, Siswa SMP di Sawahlunto Ditemukan Tewas di Kelas | Gambar: Dok. SMPN 7 Sawahlunto

MPN Indonesia 30 Oktober 2025 - Seorang siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 7 Sawahlunto, Sumatra Barat, berinisial BE (15) ditemukan tewas di ruang kelasnya pada Selasa (28/10) sekitar pukul 12.00 WIB.

Hal ini dikonfirmasi oleh Kapolsek Barangin, Ipda Gorrahman yang menyebut bahwa korban ditemukan dengan leher terikat dasi.

“Petugas langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil pemeriksaan awal, korban berinisial BE (15) ditemukan sudah tidak bernyawa di ruang kelas dengan posisi tergeletak dan terdapat lilitan dasi di lehernya,” jelasnya saat dikonfirmasi awak media pada Rabu (29/10).

Kronologi Penemuan Korban

Pihak kepolisian menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi ketika seluruh siswa tengah mengikuti pelajaran di laboratorium.

Saat itu, BE sempat izin kepada guru untuk kembali ke kelas, namun tidak lama kemudian ditemukan sudah tidak bernyawa.

“Saat kejadian, ruang kelas memang kosong karena siswa lain sedang di laboratorium. Korban sempat izin kepada guru untuk kembali ke kelas,” ujarnya.

Gorrahman menyebut, tidak ada saksi mata yang melihat kejadian karena saat itu seluruh siswa berada di laboratorium.

Selain itu, lingkungan sekolah tidak memiliki kamera pengawas (CCTV) yang dapat membantu penyelidikan.

Korban Sempat Pimpin Upacara di Pagi Hari

Sebelum peristiwa terjadi, BE diketahui beraktivitas seperti biasa.

Kepala Sekolah SMPN 7 Sawahlunto, Sudirman bahkan menyebut BE sempat memimpin barisan kelas VIII saat upacara peringatan Sumpah Pemuda pada pagi hari di sekolah.

“Sebelum meninggal, BE sempat memimpin barisan kelas VIII saat upacara Sumpah Pemuda kemarin,” katanya.

Sudirman juga menegaskan bahwa tidak ada tanda-tanda perundungan terhadap BE.

Baca Juga:  Update Korban Banjir-Longsor Sumatra: 950 Jiwa Meninggal Dunia, 274 Orang Masih Hilang

“Peristiwa perundungan terhadap BE tidak pernah terjadi. Ia anak yang baik dan tidak pernah ada masalah dengan teman-temannya,” ujarnya.

Keterangan serupa disampaikan oleh Kapolsek Barangin yang menyebut bahwa dari hasil pemeriksaan sementara terhadap guru dan orang tua korban, tidak ditemukan adanya permasalahan di sekolah maupun di rumah.

“Pagi sampai siang anak ini beraktivitas seperti biasa. Dari keterangan guru dan orang tua, tidak ada masalah apa pun,” tutur Gorrahman.

Dinas Pendidikan akan Ikut Investigasi

Kepala Dinas Pendidikan Kota Sawahlunto, Asril, menyampaikan bahwa pihaknya ikut melakukan investigasi internal terkait kejadian ini.

“Kami melakukan investigasi untuk mengetahui apakah ada dugaan bullying, kekerasan, atau lainnya, sambil menunggu hasil penyelidikan kepolisian,” katanya.

Meski keluarga menolak dilakukan autopsi dan telah membuat surat pernyataan resmi, penyelidikan tetap dilanjutkan oleh kepolisian untuk memastikan motif di balik dugaan bunuh diri tersebut.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending