Connect with us

Berita

Pengungsi Rohingya di Pekanbaru Terima Santunan Dana Setengah UMP Aceh Setiap Bulan

Pengungsi Rohingya di Pekanbaru menerima bantuan dari IOM hingga Rp1,7 juta per bulan. Bantuan ini mendekati setengah dari UMP Aceh.

Arthur

Published

on

Pengungsi Rohingya di Pekanbaru Terima Santunan Dana Setengah UMP Aceh Setiap Bulan
Pengungsi Rohingya di Pekanbaru Terima Santunan Dana Setengah UMP Aceh Setiap Bulan. Gambar: Dok. RRI

Aceh, MPN Indonesia 4 Januari 2025 - Terungkap bahwa Pengungsi Rohingya di Pekanbaru, Riau, ternyata menerima bantuan bulanan yang hampir setara dengan setengah Upah Minimum Provinsi (UMP) Aceh.

Bantuan ini berasal dari International Organization for Migration (IOM), yakni badan migrasi PBB, untuk mendukung kehidupan para pengungsi yang telah menetap di Pekanbaru.

Bantuan Rutin dan Fasilitas

Setiap bulan, pasangan suami istri di kalangan pengungsi menerima Rp1,7 juta, remaja Rp1 juta, dan anak-anak Rp300 ribu.

Angka ini mendekati setengah dari UMP Aceh 2024 yang mencapai Rp3,4 juta.

Meskipun hidup dengan fasilitas sederhana, bantuan ini memungkinkan mereka memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.

Di kawasan tempat tinggal pengungsi yang dihuni sekitar 500 orang, beberapa penghuni bahkan mampu memiliki kendaraan bermotor.

Kendaraan tersebut dibeli secara tunai atau mencicil dari warga lokal.

Listrik di area pemukiman dialirkan melalui genset yang beroperasi terbatas pada waktu tertentu.

Namun, keterbatasan sumber air bersih tetap menjadi tantangan utama, memaksa pengungsi menggunakan air keruh untuk mandi dan mencuci.

Pengungsi Rohingya Tak Bekerja

Sebagian besar pengungsi Rohingya di Pekanbaru tidak bekerja dan bergantung sepenuhnya pada bantuan IOM untuk kebutuhan sehari-hari.

Ketika ditanya soal tawaran pekerjaan, banyak yang menyatakan ketidaksanggupan mereka, sebagian karena alasan kesehatan.

“Saya tidak boleh pergi kerja, karena sedang menjalani terapi pijat akibat sakit,” ujar salah seorang pengungsi.

Beberapa lainnya hanya ingin menjalani hidup di tempat pengungsian tanpa rencana kembali ke negara asal.

Sebelum tiba di Pekanbaru, para pengungsi Rohingya melewati perjalanan panjang dari Myanmar ke Bangladesh, sebelum akhirnya mendarat di Indonesia melalui Aceh.

Baca Juga:  Niken Salindry Viral Usai Video Dirinya Borong Es Teh Saat Manggung Tersebar

Di Pekanbaru, mereka tinggal di lahan kosong milik warga dengan mendirikan tempat tinggal dari bahan-bahan sederhana seperti terpal.

Keinginan untuk tetap tinggal di Pekanbaru diungkapkan oleh banyak pengungsi.

“Kami tidak ingin pindah lagi,” tegas salah seorang dari mereka.

Kondisi di Pekanbaru, meskipun terbatas, dianggap lebih baik dibandingkan dengan situasi di negara asal mereka.

Meski bantuan dari IOM menjadi penopang utama, para pengungsi menghadapi tantangan seperti keterbatasan sumber air bersih dan akses listrik.

Kendati demikian, mayoritas pengungsi menunjukkan keengganan untuk kembali ke negara asal atau pindah ke tempat lain.

Trending