Connect with us

Berita

Spesifikasi BBM Baru yang Rilis 1 Juli 2026, Berapa Harganya?

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa saat ini BBM baru yang akan rilis 1 Juli 2026 masih dalam tahap proses uji coba.

Logompn

Published

on

Spesifikasi BBM Baru yang Rilis 1 Juli 2026, Berapa Harganya
Spesifikasi BBM Baru yang Rilis 1 Juli 2026, Berapa Harganya? | Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 17 Juni 2026 - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan implementasi bahan bakar minyak (BBM) jenis baru biodiesel B50 akan mulai diberlakukan pada 1 Juli 2026.

Kebijakan pemerintah ini dilakukan untuk meningkatkan bauran energi terbarukan, mengurangi ketergantungan impor bahan bakar fosil, serta mendorong pemanfaatan minyak sawit domestik.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa saat ini proses uji coba masih berlangsung.

“B50 sesuai dengan jadwal akan diimplementasikan pada 1 Juli 2026. Mungkin satu minggu lagi saya akan melakukan rapat dengan tim uji coba. Sekarang kan kita masih terus melakukan uji coba,” ujar Bahlil kepada wartawan, Senin (15/6).

Hasil Uji Coba B50

Hasil uji coba yang dilakukan sejauh ini menunjukkan capaian yang cukup tinggi, dengan tingkat keberhasilan mencapai sekitar 80–90 persen.

Bahlil menyebutkan bahwa kualitas B50 dinilai lebih baik dibandingkan dengan B40, khususnya dari sisi kadar air.

“Sekitar 80–90% hasil uji coba baik. Bahkan kadar airnya dibandingkan dengan B40 itu lebih baik di B50. Namun, hasil akhirnya akan kami sampaikan setelah rapat evaluasi final,” ujarnya.

Proyeksi Dampak Ekonomi dan Lingkungan

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi menjelaskan bahwa penerapan B50 diproyeksikan memberikan dampak signifikan terhadap sektor ekonomi dan energi nasional.

Pemerintah memperkirakan penghematan devisa hingga Rp157,28 triliun serta peningkatan nilai tambah crude palm oil (CPO) sebesar Rp24,68 triliun hingga akhir 2026.

Seiring transisi dari B40 ke B50, pemerintah juga meningkatkan target penyaluran biodiesel pada 2026.

Volume distribusi yang sebelumnya sebesar 15,64 juta kiloliter (KL) ditingkatkan menjadi 17,60 juta KL setelah kebijakan ini diterapkan mulai awal Juli.

Baca Juga:  Pramono Anung Instruksikan Pembangunan RSUD Internasional Cakung Dimulai Tahun Ini

Dari sisi penyaluran, skema insentif tetap mengikuti mekanisme sebelumnya, di mana dukungan hanya diberikan untuk sektor public service obligation (PSO).

Sementara itu, sektor non-PSO akan mengikuti mekanisme harga pasar.

“Alokasi PSO dan non-PSO akan seperti yang sudah dilakukan sebelumnya. Disalurkan insentif untuk sektor PSO saja,” ujar Eniya.

Implementasi B50 juga diproyeksikan memberikan dampak sosial melalui penyerapan tenaga kerja yang mencapai sekitar 2,2 juta orang.

Selain itu, dari sisi lingkungan, kebijakan ini ditargetkan mampu menekan emisi gas rumah kaca hingga 46,72 juta ton CO2 sepanjang 2026.

Berapa Harga B50?

Hingga saat ini pemerintah belum mengeluarkan harga resmi terkait B50. Sebelumnya, pada April lalu, Eniya mengatakan bahwa penetapan harga akan merujuk pada regulasi yang sudah ada.

“Mengikuti formula. Kalau itu mengikuti formula kan tiap bulan kita keluarkan harganya,” ucap Eniya saat ditemui di Stasiun Blending dan Pengisian Bahan Bakar Uji Jalan B50, Lembang.

(AKM/NID/RAD)

Trending