Connect with us

Berita

Sudah Dapat THR, Kini Driver Ojol Minta Jaminan Kecelakaan dan Hari Tua

Sambut baik pemberian THR, sekarang pengemudi ojek online (ojol) meminta jaminan kecelakaan dan hari tua.

Logompn

Published

on

Sudah dapat thr, kini driver ojol minta jaminan kecelakaan dan hari tua
Pengemudi ojek online (ojol) meminta jaminan kecelakaan dan hari tua. Gambar : unsplash.com/Afif Ramdhasuma

MPN Indonesia 14 Maret 2025 - Sejumlah pengemudi ojek online (ojol) menyambut baik rencana pemberian tunjangan hari raya (THR) keagamaan tahun 2025.

Meski demikian, mereka mengkritisi besaran THR yang direncanakan, yakni sebesar 20 persen dari rata-rata pendapatan bersih bulanan selama 12 bulan terakhir.

Salah satu pengemudi ojol, Yono, menilai persentase tersebut kurang mencerminkan pendapatan sebenarnya yang fluktuatif.

“Kalau bisa sih jangan (20 persen), karena kita orderan kadang-kadang naik turun. Kalau dipukul 20 persen, enggak mencapai segitu. Pendapatan kita enggak bisa stabil,” ujar Yono yang dikutip MPN Indonesia dari kompas.com pada Jumat (14/3).

Menurutnya, dalam beberapa bulan terakhir, orderan yang diterimanya semakin sepi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Meski begitu, ia tetap menganggap pemberian THR bagi pengemudi ojol sebagai langkah yang baik.

“Bagus sih, karena selama ini belum ada namanya bonus atau THR. Ya, alhamdulillah kalau benar-benar cair THR-nya,” lanjutnya.

Pendapat serupa juga disampaikan oleh Sardini (40), pengemudi ojol lainnya. Ia menilai bahwa rencana pemberian THR merupakan langkah positif.

“Bagus sih, sudah ada rencana seperti itu. Karena yang sudah-sudah, sejak awal berdiri, ojol ini belum ada sama sekali untuk masalah THR atau bonus,” kata Sardini.

Kekhawatiran terhadap Kriteria Penerima THR

Meskipun menyambut baik rencana ini, para pengemudi juga menyoroti adanya kriteria tertentu yang harus dipenuhi agar bisa menerima THR. 

Sardini berpendapat bahwa THR seharusnya diberikan tanpa syarat yang terlalu ketat, mengingat kondisi pendapatan pengemudi yang tidak stabil.

“Kalau mau ngasih ya ngasih saja. Kriteria terlalu banyak juga, ini pendapatan lagi turun, enggak stabil,” tuturnya.

Baca Juga:  Hore! THR ASN 2026 Sudah Cair, Dibayar Bertahap Sejak 26 Februari

Sardini juga mengingatkan pihak aplikator agar tidak memberikan harapan palsu mengenai THR, mengacu pada pengalaman tahun sebelumnya.

“Jangan omong kosong doang. Karena yang sudah-sudah, tahun kemarin di-PHP (pemberi harapan palsu). Tahun kemarin sempat juga ingin dikasih THR tetapi enggak ada. Ya, mudah-mudahan tahun ini lah,” ujarnya.

Bagi para pengemudi ojol, THR sangat penting untuk persiapan Lebaran. Sardini menegaskan bahwa pengemudi membutuhkan tambahan dana menjelang hari raya.

“Penting buat ojol ini. Orang-orang kecil seperti kita butuh banget, apalagi buat Lebaran,” imbuhnya.

Sementara itu, pengemudi lain, Slamet (40), mengaku pesimis bisa mendapatkan THR karena adanya kriteria tertentu.

“Pesimisnya, karena di aplikasi ini kan muncul ada kriteria tertentu, ada kriteria-kriteria. Kita baca, kalau dari kriteria itu ya jelas enggak mungkin semua dapat,” kata Slamet.

Ia menilai bahwa THR sebaiknya diberikan kepada seluruh pengemudi yang aktif tanpa persyaratan tambahan.

“Iya lah, kalau mau dikasih THR, dikasih THR saja. Mungkin disana ada data orang yang aktif dan enggak aktif. Sekarang banyak driver-driver daftar dari tahun 2015 hingga 2018. Apakah harus ditentukan dari bulan-bulan ini? Kan enggak mungkin,”” tambahnya.

Permintaan Jaminan Kecelakaan dan Hari Tua

Di samping THR, para pengemudi ojol juga menyoroti perlunya jaminan kecelakaan dan jaminan hari tua. 

Mereka berharap pihak aplikator dapat memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap risiko kerja dan masa depan mereka.

“Sangat penting sekali terutama jaminan kecelakaan karena setiap hari mitra berada di kendaraan yang resikonya cukup besar,” ujar Rian (40), pengemudi ojol, kepada MPN Indonesia pada Jumat (14/3).

Saat ini, pengemudi ojol bekerja tanpa kepastian jaminan kecelakaan yang menyeluruh.

Baca Juga:  Hore! Menaker Pastikan Ojol Dapat THR Tahun Ini

Mereka harus menanggung risiko di jalan, yang dapat berdampak pada penghasilan dan kesejahteraan keluarga mereka. 

Selain itu, tidak adanya jaminan hari tua membuat mereka khawatir mengenai keberlanjutan penghasilan ketika tidak lagi bisa bekerja sebagai pengemudi.

Bagi pengemudi ojol, memiliki jaminan kecelakaan akan membantu mereka menghadapi risiko yang tidak terduga saat bekerja.

Sementara itu, jaminan hari tua dianggap penting agar mereka tetap memiliki penghasilan setelah memasuki usia yang tidak produktif.

Meski sudah ada rencana pemberian THR, para pengemudi berharap pihak aplikator dan pemerintah bekerja sama memperhatikan aspek kesejahteraan jangka panjang mereka. 

“Seharusnya kedua belah pihak, baik pemerintah maupun aplikator dengan tanpa premi iuran bulanan, karena mitra sudah kena potongan 20%,” jelas Rian.

Keberadaan jaminan kecelakaan dan jaminan hari tua diharapkan dapat memberikan perlindungan lebih bagi pengemudi ojol di masa mendatang.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending