Connect with us

Berita

Suriah Ungkap Ingin Belajar Kerukunan dari Indonesia

Direktur Afro-Asia dan Oseania Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Suriah mengungkapkan bahwa Suriah ingin belajar dari Indonesia dalam membangun kerukunan antarumat.

Logompn

Published

on

Suriah ungkap ingin belajar kerukunan dari indonesia
Direktur Afro-Asia dan Oseania dari Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Suriah Mohammed Zakaria Labadibi dan Menag Nasaruddin Umar | Gambar: Dok. Kemenag

MPN Indonesia 4 Agustus 2025 - Direktur Afro-Asia dan Oseania dari Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Suriah, Mohammed Zakaria Labadibi, mengungkapkan bahwa Suriah ingin belajar dari Indonesia dalam membangun kerukunan antarumat beragama.

Hal ini disampaikan saat kunjungan resminya ke Kantor Kementerian Agama (Kemenag) di Jakarta pada Jumat (1/8).

Ia menegaskan, Indonesia telah menjadi contoh keberhasilan menjaga harmoni sosial di tengah kemajemukan.

“Suriah ingin belajar dari Indonesia dalam membangun kerukunan antarkelompok dan kekuatan kolektif,” ujar Mohammed Zakaria Labadibi, dikutip MPN Indonesia dari laman resmi Kemenag.

Suriah Tinggalkan Sistem Sektarian

Menurut Zakaria Labadibi, Suriah tengah berada dalam proses pemulihan sosial-politik pascakonflik.

Ia mengatakan pengalaman Indonesia dianggap relevan sebagai rujukan untuk menciptakan stabilitas dalam masyarakat plural.

Pemerintah baru Suriah, katanya, telah meninggalkan sistem sektarian dan menjamin kebebasan warga dalam kerangka kesatuan nasional.

“Pemerintah baru Suriah berbeda dengan rezim sebelumnya. Tidak ada lagi perpecahan sektarian—semuanya kini bersatu dalam satu pemerintahan yang mengedepankan kesatuan nasional,” terangnya.

Zakaria menekankan bahwa Suriah menolak ideologi garis keras dan menjadikan semua kelompok sebagai elemen penting dalam proses pembangunan bangsa.

Ia juga menyebut peran penting lembaga pendidikan keagamaan yang akan diperkuat dalam menyebarkan paham moderat.

“Suriah menolak ideologi garis keras dan menganggap semua kelompok penting dan setara dalam membangun bangsa,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa lembaga pendidikan seperti Markaz Syam dan Ma’had Fattah akan terus dikembangkan untuk mendukung misi ini.

Menag Sampaikan Apresiasi

Menanggapi hal tersebut, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan apresiasi atas niat baik dari Suriah dalam mempererat hubungan bilateral di bidang keagamaan.

Baca Juga:  Kemenag Buka Beasiswa S2 Double Degree, Ini Syaratnya

Ia juga menyoroti minimnya informasi akurat yang beredar tentang kondisi terkini di Suriah, sehingga masyarakat Indonesia kerap menyamakan situasi negara itu dengan Sudan.

“Banyak yang menyamakan kondisi Suriah dengan Sudan, karena minimnya informasi yang jelas,” ucap Nasaruddin.

Menag berharap kondisi di Suriah segera pulih dan terbuka kembali sebagai destinasi pendidikan Islam dunia.

Ia menyambut baik ajakan dari pihak Suriah untuk berkunjung ke Damaskus dan membuka dialog lebih lanjut mengenai penguatan kerja sama.

“Insya Allah kami akan berkunjung dan berdiskusi lebih dalam lagi,” ujar Nasaruddin Umar.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending