Berita
Mulai Hari Ini, Siswa SD-SMA Dapat Layanan Cek Kesehatan Gratis
Program Cek Kesehatan Gratis untuk siswa resmi dimulai, sasar 53 juta siswa SD-SMA di seluruh Indonesia. Fokus pada pencegahan dan kesehatan jangka panjang.
MPN Indonesia 4 Agustus 2025 - Pemerintah memulai Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi siswa SD hingga SMA secara serentak pada Senin (4/8).
Program ini merupakan bagian dari kebijakan nasional di bidang pendidikan dan kesehatan, dengan sasaran 53,8 juta siswa berusia 7–17 tahun di seluruh Indonesia.
CKG Sekolah mencakup 282 ribu satuan pendidikan, termasuk madrasah di bawah Kementerian Agama dan Sekolah Rakyat di bawah Kementerian Sosial.
Sebelumnya, uji coba program telah dijalankan sejak 14 Juli 2025 di 72 Sekolah Rakyat dengan 7.000 peserta didik.
Pemeriksaan Berdasarkan Jenjang Usia
Pemeriksaan dilakukan berbeda-beda sesuai jenjang sekolah:
Siswa SD (7–12 tahun):
- Status gizi, tekanan darah, gula darah
- Pemeriksaan mata, telinga, dan gigi
- Pemeriksaan TB dan Hepatitis B
- Kesehatan jiwa dan reproduksi (kelas 4–6)
- Deteksi dini rokok (kelas 5–6)
- Riwayat imunisasi (kelas 1)
- Aktivitas fisik (kelas 4–6)
Siswa SMP (13–15 tahun):
- Pemeriksaan gizi, tekanan dan gula darah
- Pemeriksaan TB, talasemia, dan anemia (kelas 7)
- Kesehatan jiwa, reproduksi, dan Hepatitis B dan C
- Pemeriksaan mata, telinga, dan gigi
- Imunisasi HPV (siswi kelas 9)
Siswa SMA (16–17 tahun):
- Pemeriksaan umum lanjutan
- Anemia remaja putri (kelas 10)
- Kesehatan jiwa dan reproduksi
- Pemeriksaan Hepatitis B dan C
CKG Jadi Investasi Jangka Panjang
Tenaga Ahli Utama Kantor Komunikasi Kepresidenan, Adita Irawati, menyatakan bahwa CKG adalah investasi jangka panjang dalam sektor kesehatan bagi anak dan remaja.
Ia menjelaskan, program ini merupakan bagian dari visi Presiden Prabowo Subianto untuk membangun sumber daya manusia unggul melalui pendekatan promotif dan preventif.
Peran Guru dan Orang Tua dalam Kesuksesan Program
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menegaskan bahwa CKG bukan sekadar pemeriksaan medis, melainkan bentuk perlindungan menyeluruh terhadap generasi muda.
“CKG ini bukan sekadar pemeriksaan, tapi juga bagian dari upaya menjaga kesehatan fisik, mental, dan moral anak agar mereka dapat berkembang maksimal,” ujar Pratikno dalam konferensi pers CKG di Jakarta, Kamis (31/7).
Ia juga mengimbau guru dan orang tua untuk mengomunikasikan manfaat program ini secara ramah kepada anak-anak.
“Jangan sampai anak mengalami ketakutan bahwa ini adalah sesuatu yang baik untuk mereka dan nyaman untuk mereka,” jelas Pratikno.
Pendekatan Baru: Dari Kuratif ke Preventif
Kepala Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, menjelaskan bahwa pemerintah kini beralih dari pendekatan kuratif ke preventif.
“Dalam keadaan sehat sekalipun, masyarakat didorong untuk datang ke fasilitas kesehatan untuk memeriksakan dirinya secara gratis. Untuk mencegah hal-hal buruk di kemudian hari sebelum semuanya terlambat,” katanya.
Sejak diluncurkan pada 10 Februari 2025, program CKG telah menjangkau lebih dari 16 juta orang.
Pemerintah menargetkan program ini dapat melayani hingga 281 juta penduduk, termasuk siswa sebagai prioritas utama.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
