Berita
Tanggul Sungai Tuntang Jebol di 4 Titik, Banjir Terjang 10 Desa di Kabupaten Demak
Tanggul Sungai Tuntang jebol di Demak, 11.662 jiwa terdampak banjir. BPBD evakuasi warga, banjir meluas hingga 70 cm di 10 desa, penanganan terus dilakukan.
MPN Indonesia 19 Mei 2025 - Tanggul Sungai Tuntang jebol di empat titik pada Minggu (18/5), mengakibatkan banjir meluas di Kabupaten Demak, Jawa Tengah.
Lokasi jebolnya tanggul berada di dua titik di Desa Karangrejo dan dua titik di Desa Kembangan, Kecamatan Bonang.
Banjir ini berdampak pada 10 desa di lima kecamatan, dengan air mencapai ketinggian hingga 70 cm di beberapa lokasi.
Menurut laporan BPBD Demak per Senin (19/5) pukul 12.00 WIB, banjir yang terjadi sejak akhir pekan semakin parah akibat jebolnya tanggul tersebut.
“Sebanyak 2.903 kepala keluarga atau 11.662 jiwa terdampak langsung,” tulis BPBD dalam Instagram resminya @bdpd_demak, dikutip MPN Indonesia pada Senin (19/5) .
Desa Terdampak dan Kondisi Lapangan
Desa-desa terdampak mencakup:
- Kecamatan Bonang: Karangrejo, Kembangan, Krajanbogo, Gemulung
- Kecamatan Karangtengah: Ploso
- Kecamatan Sayung: Sayung, Kalisari
- Kecamatan Guntur: Trimulyo, Sidokarto
- Kecamatan Kebonagung: Mlatensari
Salah satu titik paling parah berada di Dukuh Pidodo, Desa Karangrejo, di mana tanggul jebol sepanjang 10 meter.
Ketinggian air di Sayung bervariasi antara 20–70 cm. Jalan utama di Kalisari, Genuk juga terendam sepanjang 1,5 km dan tidak bisa dilalui kendaraan.
Akses ke Desa Kembangan serta titik jebol tanggul juga terputus, menyulitkan upaya penanganan.
Evakuasi dan Jumlah Pengungsi
Warga yang terdampak mulai dievakuasi ke Masjid Dukuh Kauman Ploso di Desa Ploso, Karangtengah. Namun, proses pengungsian masih fluktuatif.
Hingga saat ini baru tercatat enam kepala keluarga atau 25 jiwa yang mengungsi.
Sebagian warga masih memilih bertahan di rumah. Untuk membantu proses evakuasi, BPBD telah mengirimkan perahu dan berkoordinasi dengan perangkat desa, Forkopimcam, serta dinas terkait.
Kebutuhan Mendesak dan Upaya Penanganan
Bencana alam ini menyebabkan kerusakan pada:
- 153 rumah tergenang
- 13 sekolah
- 2 kantor
- 15 tempat ibadah
- 1 pasar tradisional
- 7 makam
- 3 fasilitas kesehatan
- 270 hektare lahan pertanian
Kebutuhan mendesak meliputi pompa air, makanan siap saji, air minum, obat-obatan, perlengkapan bayi, selimut, serta pembangunan sabuk desa dan normalisasi aliran sungai.
Sejumlah rumah pompa masih aktif, seperti di Dukuh Pendil dan Kali Pemecah (Kalisari), serta Pompa Engkuk dan Sungai Wulan Kidul (Sayung).
Penanganan banjir ini melibatkan berbagai pihak, termasuk TRC BPBD, DINPUPR, Polsek, Koramil, PMI, BASARNAS, Tagana, DKK Demak, dan relawan dari KORABI.
Koordinasi lintas lembaga terus dilakukan untuk percepatan penanganan dan pemulihan pascabencana.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
