Connect with us

Berita

Tim SAR Temukan Pistol Isyarat Minta Bantuan di Tas Kopilot ATR 42-500

Tim SAR menemukan sebuah pistol flare gun di dalam tas milik kopilot Farhan Gunawan, korban kecelakaan pesawat ATR 42-500.

Logompn

Published

on

Tim sar temukan pistol isyarat minta bantuan di tas kopilot atr 42 500
Tim SAR Temukan Pistol Isyarat Minta Bantuan di Tas Kopilot ATR 42-500 | Gambar: Tribun Timur/Muslimin Emba

MPN Indonesia 21 Januari 2026 - Tim SAR menemukan sebuah pistol flare gun di dalam tas milik kopilot Farhan Gunawan, korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Temuan ini didapat saat tim melakukan evakuasi darat menyusuri area ekstrem lokasi jatuhnya pesawat.

Di dalam tas tersebut juga ditemukan KTP atas nama Muh Farhan Gunawan, yang dalam manifes penerbangan tercatat sebagai kopilot pesawat.

Sebagai informasi, senjata isyarat seperti flare gun merupakan bagian dari perlengkapan standar penerbangan yang digunakan untuk meminta bantuan darurat dengan menembakkan cahaya ke udara.

Barang Lain yang Ditemukan

Selain pistol flare gun berwarna oranye-hitam, tas tersebut juga menyimpan sejumlah barang pribadi lainnya.

Di antaranya adalah beberapa kartu debit ATM, uang tunai dalam pecahan rupiah, pelampung darurat kuning dalam kondisi terbakar, serta KTP dan dua kartu ID Card atas nama Dwi Murdiono.

Dwi Murdiono diketahui beralamat di Bogor, Jawa Barat, dan bertugas sebagai Engineer on Board (EOB) dalam pesawat ATR 42-500 tersebut.

Selain dokumen tersebut, petugas juga mengamankan STNK atas nama Koharuddin, perangkat elektronik seperti handphone Samsung dan tab, serta pouch berisi catokan, hair dryer, tas, dan kosmetik.

Barang-barang itu telah diserahkan ke Posko SAR AJU di Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Barang-barang tersebut ditemukan di sekitar kepala pesawat pada kedalaman 300 meter dan dalam kondisi sebagian hancur.

Evakuasi Menggunakan Jalur Darat

Evakuasi dilakukan sepenuhnya melalui jalur darat karena cuaca ekstrem di sekitar lereng Gunung Bulusaraung menyulitkan upaya melalui udara.

Baca Juga:  Jet Tempur F-16 Polandia Jatuh saat Latihan Airshow, Pilot Tewas

“Medan di lokasi kejadian sangat curam dan berisiko tinggi. Proses pencarian dilakukan dengan teknik khusus, termasuk repling dan pembukaan jalur, sehingga membutuhkan waktu, ketelitian, dan koordinasi yang kuat antarunsur,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, Senin (19/1).

(AKM/NID/RAD)

Trending