Connect with us

Berita

Update Banjir dan Longsor di Aceh: 30 Warga Meninggal Dunia, Pemerintah Tetapkan Darurat Bencana

Banjir dan longsor di Aceh menewaskan 30 warga dan 16 lainnya hilang per 27 November 2025. Pemerintah Aceh menetapkan status tanggap darurat hingga 11 Desember, sambil menangani keterbatasan logistik dan akses yang terputus di sejumlah wilayah.

Logompn

Published

on

Update banjir dan longsor di aceh 30 warga meninggal dunia, pemerintah tetapkan darurat bencana
Penampakan Banjir di Aceh. Gambar : Dok. Diskominfo Aceh Tengah

Aceh, MPN Indonesia 28 November 2025 - Bencana banjir dan longsor melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh dan hingga Kamis (27/11) telah menyebabkan 30 warga meninggal dunia serta 16 orang masih dinyatakan hilang.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama laporan pemerintah kabupaten/kota menyebutkan bahwa korban jiwa tersebar di empat kabupaten.

Pemerintah Aceh telah menetapkan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi untuk seluruh wilayah terdampak mulai Jumat (28/11) hingga Kamis (11/12).

Sebaran Korban Jiwa dan Warga Hilang

Korban meninggal dunia paling banyak tercatat di Kabupaten Aceh Tengah dengan 15 orang meninggal akibat longsor dan 2 orang masih hilang.

Di Kabupaten Bener Meriah, 11 warga meninggal dan 13 lainnya hilang.

Kabupaten Aceh Utara melaporkan 2 warga meninggal dan 3 masih hilang akibat banjir.

Sementara Kabupaten Aceh Tenggara melaporkan 2 warga meninggal dunia.

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem) mengumumkan penetapan status darurat saat berada di kantor DPR Aceh.

“Pada hari ini, Kamis 27 November 2025, saya Gubernur Aceh menetapkan keputusan Gubernur Aceh tentang penetapan status keadaan tanggap darurat bencana hidrometeorologi Aceh tahun 2025,” ujar Muzakir kepada wartawan di Kantor DPR Aceh, Kamis (27/11).

Kerusakan Infrastruktur, Akses Terputus, dan Krisis Logistik

Banjir dan longsor menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur serta memutuskan akses ke sejumlah daerah.

Di Kabupaten Bener Meriah, distribusi bantuan terhambat karena jalan antarkabupaten putus sehingga logistik mulai menipis.

“Logistik kita sudah mulai menipis, sementara warga mulai banyak yang mengungsi,” kata Ilham Abdi, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Bener Meriah.

Baca Juga:  Viral! Elfianah Khamami Janjikan Surga bagi Masyarakat yang Memilihnya

Ribuan warga terdampak bencana alam dan banyak di antaranya mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Pemerintah Aceh melalui Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) telah mengirimkan bantuan darurat ke berbagai wilayah yang terimbas.

Upaya Pemerintah Aceh dalam Masa Tanggap Darurat

Gubernur Mualem memastikan pemerintah bekerja maksimal untuk memenuhi kebutuhan para korban.

“Dalam beberapa hari ini Pemerintah Aceh melalui SKPA terkait telah memberikan bantuan dalam penanganan bencana tersebut,” tegasnya.

Sebagai bagian dari penanganan darurat, ia juga meminta dukungan dari Kepolisian Daerah Aceh untuk membantu distribusi bantuan menggunakan helikopter.

“Saya sudah pesankan ke Pak Kapolda agar diberikan bantuan helikopter sebentar untuk mengantarkan bantuan ke kabupaten/kota terdampak,” pungkasnya.

(AKM/NID/RAD)

Trending