Connect with us

Berita

Update Terbaru Kasus Virus Hanta di Bandung Barat, Ini Kata Dinkes

Seorang warga Desa Bojongkoneng, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, dinyatakan positif virus hanta.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 07 01t160420.600
Update Terbaru Kasus Virus Hanta di Bandung Barat, Ini Kata Dinkes | Gambar: Ilustrasi Canva

Jawa Barat, MPN Indonesia 1 Juli 2025 - Seorang warga Desa Bojongkoneng, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, dinyatakan positif terinfeksi virus hanta.

Informasi ini disampaikan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat yang melaporkan kejadian tersebut pada 20 Mei 2025.

Pasien yang teridentifikasi terpapar virus hanta adalah pria berinisial O, berusia 52 tahun, yang berprofesi sebagai buruh bangunan.

Ia mulai merasakan gejala sejak 2 Mei 2025 saat bekerja di kawasan Ciwidey, Kabupaten Bandung.

Berdasarkan pengakuan O, ia sempat digigit tikus di lokasi proyek tempatnya bekerja.

Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan dan berpindah-pindah layanan kesehatan, hasil uji laboratorium dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan RI di Salatiga menunjukkan bahwa O positif terinfeksi virus hanta.

Kondisi Terkini Pasien

Dinkes Bandung Barat mengatakan saat ini kondisi pasien sudah membaik dan tidak menunjukkan gejala berat.

Sementara itu, untuk upaya pencegaha kasus serupa, Dinkes telah melakukan pelacakan kasus tambahan, pengambilan sampel, tikus, serta berkoordinasi dengan desa terkait.

“Dan sosialisasi ke masyarakat terkait perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan kebersihan rumah,” kata perwakilan Dinkes Bandung Barat saat dihubungi MPN Indonesia pada Selasa (24/6).

“Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat sudah membantu memfasilitasi penyelidikan epidemiologi dan pemeriksaan sampel,” imbuhnya.

Apa Itu Virus Hanta?

Virus Hanta merupakan salah satu penyakit zoonosis, yakni penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia.

Virus ini berasal dari kelompok Orthohantavirus dan menyebar melalui kontak langsung dengan rodensia seperti tikus.

Meskipun tergolong infeksi serius, hingga kini belum ditemukan bukti penularan dari manusia ke manusia.

Berdasarkan informasi dari laman Kemenkes, Virus Hanta dapat menimbulkan dua bentuk gejala klinis utama.

Baca Juga:  Heboh di X, Warga Bekasi Cium Bau Mirip Gas Bocor

Pertama adalah Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang ditandai dengan demam, sakit kepala, nyeri otot, tubuh lemas, serta gejala menguning pada kulit (ikterik).

Kedua adalah Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang umumnya menyebabkan demam, nyeri badan, batuk, hingga gangguan pernapasan seperti sesak.

Di Indonesia, kasus yang tercatat sejauh ini hanya menunjukkan gejala klinis HFRS. Meski belum meluas, keberadaan virus ini menuntut kewaspadaan lebih, terutama bagi masyarakat yang tinggal di lingkungan dengan potensi kontak erat dengan hewan pengerat.

(AKM/NID/RAD)

Trending