Connect with us

Berita

Usai Sembilan Tahun, Perjanjian RI-European Union CEPA Masuk Tahap Akhir

Perundingan IEU-CEPA memasuki tahap akhir setelah berlangsung selama sembilan tahun.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 06 09t164242.056
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan gan European Union Commissioner for Trade and Economic Security Maroš Šefčovič, Jumat (6/6) | Gambar: Dok. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian

MPN Indonesia 9 Juni 2025 - Perundingan Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) memasuki tahap akhir setelah berlangsung selama sembilan tahun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa kesepakatan ini akan menjadi tonggak penting di tengah ketidakpastian ekonomi global.

“Perjanjian IEU-CEPA telah mencapai tahap akhir setelah sembilan tahun lamanya melaksanakan perundingan. Hal ini tentunya menjadi momentum penting di tengah kondisi perekonomian global yang tidak dapat diprediksi dan tidak pasti,” ujar Airlangga dalam pertemuan bilateral dengan European Union Commissioner for Trade and Economic Security Maroš Šefčovič di Brussels, Belgia, Jumat (6/6).

Pertemuan tersebut merupakan kelanjutan dari komunikasi intensif sebelumnya, termasuk pertemuan virtual pada 5 Mei 2025.

Keduanya sepakat untuk menyelesaikan perundingan substansi IEU-CEPA paling lambat akhir Juni 2025.

Perdagangan RI-Uni Eropa Capai USD30,1 Miliar

Nilai perdagangan Indonesia-Uni Eropa pada 2024 tercatat sebesar USD30,1 miliar. Uni Eropa menjadi mitra dagang terbesar kelima Indonesia, sementara Indonesia menempati peringkat ke-33 sebagai mitra dagang bagi Uni Eropa.

Neraca perdagangan tetap surplus bagi Indonesia, naik dari USD2,5 miliar pada 2023 menjadi USD4,5 miliar tahun lalu.

Dalam pertemuan tersebut, Airlangga menyampaikan apresiasi atas tercapainya kesepakatan penting di bidang perdagangan dan pertumbuhan berkelanjutan, salah satunya isu sustainability framework.

Indonesia Dorong Ekspor Produk Perikanan

Pemerintah Indonesia juga mendorong agar produk perikanan dalam negeri mendapat perlakuan preferensial di pasar Eropa, seperti yang sudah diterapkan kepada negara-negara mitra lainnya.

“Indonesia adalah negara kepulauan dengan laut yang luas. Kami memprioritaskan produk perikanan asal Indonesia untuk bisa masuk ke pasar Eropa,” kata Airlangga.

Baca Juga:  Menlu Inggris Hadir di Pelantikan Prabowo-Gibran

Selain itu, Indonesia menyambut baik pernyataan dari Komisioner Šefčovič mengenai perlakuan khusus atas kebijakan Uni Eropa untuk mengurangi deforestasi bagi negara mitra yang telah memiliki perjanjian perdagangan seperti CEPA.

“Indonesia dan Uni Eropa sepakat untuk segera menyelesaikan isu-isu yang masih tersisa dan siap mengumumkan penyelesaian perundingan secara substansi pada akhir Juni 2025,” tegas Airlangga.

(AKM/NID/RAD)

Trending