Connect with us

Berita

5 Kerangka Manusia Ditemukan Tengkurap dengan Tangan Terlipat di Istana Bhre Wengker

Ekskavasi di Situs Kumitir atau Istana Bhre Wengker di Mojokerto, Jawa Timur, menemukan lima kerangka manusia.

Adinda

Published

on

5 Kerangka Manusia Ditemukan Tengkurap dengan Tangan Terlipat di Istana Bhre Wengker
Penemuan Kerangka Manusia di Istana Bhre Wengker | Gambar : Dok. bisik.id

Jawa Timur, MPN Indonesia 11 Oktober 2024 - Ekskavasi di Situs Kumitir atau Istana Bhre Wengker di Mojokerto, Jawa Timur, menemukan lima kerangka manusia.

Dalam penggalian yang berlangsung pada Rabu (9/10), kerangka-kerangka tersebut ditemukan dalam posisi tengkurap dengan tangan terlipat di depan dada.

Seorang tenaga ahli paleoantropologi dari Universitas Airlangga, Delta Bayu Murti mengungkapkan bahwa posisi penguburan kelima kerangka tersebut tidak normal.

Menurutnya, posisi tubuh tengkurap dengan wajah menghadap tanah dan tangan terlipat di depan dada bukanlah praktik umum dalam tradisi pemakaman di Nusantara.

“Semua kerangka dikubur tengkurap dengan tangan terlipat di depan dada, kepala lurus menghadap ke bawah. Ini bukan sesuatu yang normal,” jelas Delta.

Kerangka manusia tersebut ditemukan di bagian timur situs, yang merupakan reruntuhan bekas istana Bhre Wengker, tepatnya di dekat makam Dusun Bendo, Desa Kumitir.

Kelima kerangka ini ditemukan terkubur di kedalaman sekitar satu meter dan tersusun berjajar secara rapi dari arah barat ke timur.

Hanya satu kerangka yang ditemukan agak terpisah, terletak di sisi selatan dari empat kerangka lainnya.

Setiap jasad memiliki posisi kepala menghadap sedikit ke barat, sementara kaki sedikit mengarah ke timur.

Diperkirakan Bukan Jasad Korban Genosida

Menurut Delta, pola penataan kerangka ini menunjukkan adanya penghormatan terhadap kelima individu yang dikuburkan di lokasi ini.

Berdasarkan susunan penguburan yang rapi dan posisi kepala di utara, Delta berpendapat bahwa ini bukanlah penguburan massal yang biasanya terlihat dalam kasus-kasus genosida atau perang.

“Mereka dikuburnya berjajar rapi dengan niat dikubur dengan baik-baik, masih dihormati. Kalau korban perang, genosida, model kubur massal biasanya tumpukan,” jelasnya.

Baca Juga:  Pasien BPJS Meninggal Dunia usai Komentari Antrean Rawat Inap, Akun Diduga Milik Nakes Ikut Komentar

Selain itu, Delta menjelaskan bahwa terlalu dini untuk menghubungkan posisi kepala menghadap utara pada kelima jasad ini dengan praktik atau tradisi keagamaan tertentu.

Ia mengambil contoh dari situs prasejarah di Plawangan, Rembang, di mana jasad ditemukan dengan posisi kepala di utara meski situs tersebut jauh mendahului masuknya Islam ke Nusantara.

Dalam konteks Hindu di India, Delta juga menjelaskan bahwa beberapa individu, terutama yang berasal dari kasta Brahmana, dikebumikan tanpa prosesi pembakaran sebagai simbol bahwa mereka tidak memerlukan api untuk mencapai nirwana.

Akan Dilakukan Uji Karbon di Universitas Luar Negeri

Delta dan timnya berencana untuk melakukan serangkaian uji karbon 14 pada sampel tulang guna memperkirakan usia kelima kerangka ini.

Uji karbon ini akan dilakukan di beberapa universitas luar negeri, seperti Universitas Nasional Australia atau Universitas Nasional Tokyo, untuk memperoleh hasil yang akurat mengenai tahun penguburan para individu ini.

Selain uji karbon, tim juga akan melakukan analisis DNA pada kelima kerangka guna mengetahui apakah ada ikatan keluarga antara mereka.

Delta menekankan pentingnya uji DNA untuk melacak hubungan genetik di antara kelima kerangka dan juga untuk mengetahui apakah ada keterkaitan antara mereka dan penduduk sekitar situs.

“Tes DNA penting dilakukan untuk mengetahui apakah kelima kerangka ini memiliki ikatan keluarga atau koneksi dengan generasi yang tinggal di sekitar sini. Jika ada yang berkoneksi, artinya keturunan mereka tersebar di sini,” jelasnya.

Ditemukan Sejumlah Struktur Purbakala

Selain penemuan kerangka manusia, ekskavasi di Situs Kumitir pada tahun 2024 juga berhasil mengungkap sejumlah struktur purbakala.

Salah satu temuan utama adalah kelanjutan talud atau pagar kuno di sisi utara dan barat istana Bhre Wengker.

Baca Juga:  Enggan Dengar Aspirasi Rakyat, Gedung DPRD Jabar Dilempari Sampah

Situs ini, yang merupakan bagian dari istana timur Majapahit, diketahui memiliki talud berbentuk persegi panjang dengan dimensi 316 x 203 meter, mencakup area seluas 64.148 meter persegi.

Di sisi barat daya situs, tepat di depan makam Mbah Musthofa, tim juga menemukan struktur berbahan bata merah kuno yang menyerupai tembok dengan ketebalan 100 cm dan tinggi 80 cm.

Struktur ini tersambung dengan lapisan lantai selebar 250 cm yang hanya terdiri dari tiga lapis bata.

Menurut Delta, tembok ini kemungkinan merupakan bagian dari bangunan tambahan di sisi barat daya situs.

Temuan lain yang menarik adalah struktur gerbang di sisi barat istana, yang berfungsi sebagai pintu masuk sekaligus benteng.

Struktur gerbang ini dikelilingi dua pilar besar di sisi utara dan selatan, yang disusun dari bata merah kuno dengan ukuran 177 x 177 cm dan tinggi yang masih terlihat sekitar 65 cm.

Di antara pilar-pilar ini terdapat bangunan tangga kuno yang lebarnya mencapai 12 meter, dengan panjang dari barat ke timur sekitar 6 meter dan ketinggian 2,5 meter.

Trending