Viral
Balita 3 Tahun Lompat dari Balkon Rumah di Jakarta Timur, Orang Tua Diduga sedang Jemput Kakaknya Sekolah
Balita berusia tiga tahun terjatuh dari balkon rumah kontrakan di Jatinegara, Jakarta Timur. Polisi melakukan penanganan dan asesmen perlindungan anak.
MPN Indonesia 8 Januari 2026 - Seorang balita berusia tiga tahun berinisial AC dilaporkan terjatuh dari balkon lantai dua rumah kontrakan di kawasan Rawa Bunga, Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (6/1) sekitar pukul 16.00 WIB.
Kecelakaan di area publik ini terjadi saat kedua orang tua korban diduga tidak berada di rumah karena menjemput anak sulung mereka pulang sekolah.
Kejadian tersebut menyita perhatian publik setelah video detik-detik insiden itu viral di media sosial Instagram @info.jakartatimur pada hari yang sama.
“Menurut keterangan warga, sang ibu meninggalkan anaknya yang masih berusia 3 tahun dan 1 tahun di rumah. Bocah berusia 3 tahun terlihat melompat-lompat di balkon hingga akhirnya terjatuh, membuat warga panik,” tulis keterangan akun tersebut, dikutip MPN Indonesia, Kamis (8/1).
Viral di Media Sosial dan Pertolongan Warga
Dalam unggahan yang sama disebutkan, rumah kontrakan tersebut terkunci dari luar sehingga warga berinisiatif membuka jendela samping untuk menyelamatkan korban.
“Karena pintu rumah terkunci, warga berinisiatif membuka jendela samping untuk menyelamatkan anak tersebut. Ia kemudian dibawa ke layanan kesehatan terdekat dan mendapat beberapa jahitan di dagu,” lanjut keterangan akun tersebut.
Sementara itu, adik korban yang berusia satu tahun diamankan warga dan dititipkan sementara di rumah salah satu tetangga.
“Adiknya yang berusia 1 tahun segera diamankan dan dititipkan sementara di rumah salah satu warga. Adapun salah satu kakak dari mereka berdua sedang tidak ada di rumah, sedang sekolah,” tutup keterangan akun tersebut.
Kronologi Kejadian Menurut Polisi
Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur, Kompol Sri Yatmini, membenarkan peristiwa tersebut.
“Benar, kemarin viral di media sosial ada anak balita usia tiga tahun (inisial AC) yang lompat dari balkon lantai dua,” ujar Kompol Sri kepada wartawan di Mapolres Metro Jakarta Timur, Rabu (7/1).
Informasi awal diterima polisi dari unggahan Facebook yang memperlihatkan seorang anak kecil terjatuh dari lantai dua rumah kontrakan.
Saat petugas mendatangi lokasi, rumah tersebut diketahui dalam kondisi terkunci dari luar.
“Rumah itu dikunci dari luar oleh ibunya. Saat kami ketuk, tidak ada yang bisa membuka sehingga akhirnya dibantu warga untuk dibuka paksa. Kami khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” jelasnya.
Setelah pintu dibuka, polisi menemukan AC dalam kondisi terluka serta dua anak lainnya berada di dalam rumah.
AC mengalami luka di bagian dagu dan harus mendapatkan beberapa jahitan, sementara adiknya yang berusia satu tahun langsung diamankan warga.
Keterangan RT dan Kondisi Rumah
Ketua RT 08/RW 06 Rawa Bunga, Firmansyah, menyebut orang tua korban saat itu diduga sedang menjemput anak sulung mereka yang berusia delapan tahun.
“Dia lagi jemput sekolah kakaknya (PI delapan tahun). Jemput kakaknya yang sekolah, yang satu sekolah bu, di SD Rawabunga,” ungkap Firmansyah saat ditemui awak media di lokasi kejadian, Rabu (7/1).
Polisi juga menilai kondisi rumah tidak aman bagi anak-anak karena terdapat peralatan berbahaya seperti colokan listrik dan kompor tanpa pengawasan.
Kompol Sri mengungkapkan, sebelum kejadian, ibu korban sempat terlibat pertengkaran dengan teman dekatnya di dalam rumah.
“Sebelum kejadian tersebut ibu korban berantem dengan teman dekatnya yang sudah satu rumah sehingga anak ini melihat, mengetahui, yang akhirnya entah apa yang terjadi anak korban ini mengambil satu buah kursi kecil kayu berwarna biru, naik ke balkon dan lompat dari balkon lantai dua,” katanya.
Firmansyah menambahkan, di rumah tersebut terdapat tiga anak, yakni PI (8), AC (3), dan GKI (2).
Ia menyebut orang tua ketiga anak itu kerap meninggalkan anak-anaknya di rumah tanpa pengawasan orang dewasa.
“Dia ninggalin kalau lagi kerja juga ditinggalin. Kadang-kadang enggak ada basa-basi sama tetangga gitu pak. Kan kami di sini warga banyak,” ucapnya.
Menurut Firmansyah, anak sulung kerap membantu memberi makan adik-adiknya.
“Jadi emang suka ninggalin, kadang-kadang ada yang paling gede tuh, dia ngasih makan, nyuapin. Gitu, ini deh titipin sama kakaknya tuh. Ini nanti dia kasih makan sama kakaknya tuh,” tambahnya.
Penanganan dan Perlindungan Anak
Petugas Unit PPA kemudian membawa ketiga anak tersebut ke Polres Metro Jakarta Timur untuk dilakukan penanganan dan asesmen bersama Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPPA).
Kompol Sri menyebut orang tua korban menyatakan keberatan apabila anak-anak ditempatkan di rumah aman.
“Pernyataan keberatan tersebut dituangkan secara tertulis dan bermaterai, disaksikan Ketua RT serta warga setempat,” tuturnya.
Polisi menegaskan bahwa penanganan kasus ini mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak agar kejadian serupa tidak terulang.
“Jika orang tua merasa tidak mampu mengasuh anak, negara hadir. Kami memiliki rumah aman. Silakan diserahkan secara tertulis. Jangan sampai anak-anak ditinggalkan tanpa pengawasan,” pungkas Kompol Sri.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
