Connect with us

Berita

Camat Asemrowo Klarifikasi Usai Viral Digerebek Warga karena Sembunyikan Wanita di Bawah Meja Kantor

Camat Asemrowo, Muhammad Khusnul Amin, membantah tuduhan menyembunyikan wanita di kantornya. Simak klarifikasi lengkapnya terkait video viral ini.

Actress 1299250

Published

on

Camat Asemrowo Klarifikasi Usai Viral Digerebek Warga karena Sembunyikan Wanita di Bawah Meja Kantor
Camat Asemrowo Klarifikasi Usai Viral Digerebek Warga karena Sembunyikan Wanita di Bawah Meja Kantor. Gambar: Radar Surabaya

MPN Indonesia 10 Januari 2025 - Camat Asemrowo, Muhammad Khusnul Amin, memberikan klarifikasi terkait video viral yang menuduh dirinya menyembunyikan seorang wanita di bawah meja kantornya.

Tuduhan ini muncul setelah sekelompok orang, yang diduga anggota organisasi masyarakat (ormas), mendatangi kantor Kecamatan Asemrowo pada Senin (6/1).

Dalam keterangannya, Amin dengan tegas membantah tuduhan tersebut dan memaparkan kronologi kejadian secara rinci.

Insiden Penggerebekan oleh Ormas

Menurut Muhammad Khusnul Amin, kejadian bermula ketika pihak kecamatan melayangkan surat peringatan kepada pemilik bangunan liar (bangli) di bawah Tol Tambak Mayor.

Bangunan tersebut dianggap melanggar peraturan daerah dan mengganggu masyarakat sekitar.

Sebagai tanggapan, sekelompok ormas mendatangi kantor kecamatan dengan membawa tuntutan agar penertiban tidak dilakukan.

“Saat kejadian, saya sedang rapat Zoom bersama staf membahas program warga. Di ruangan saya ada Mas Alfian dan Mbak Devi. Karena rapat, saya tidak bisa menerima telepon dari mereka,” ujar Amin pada Rabu (8/1).

Ormas yang datang langsung mengetuk pintu dengan keras sambil meneriakkan tuntutan.

Amin menjelaskan bahwa dirinya tetap melanjutkan rapat sebelum menemui mereka, meskipun sudah merespons pesan WhatsApp yang dikirimkan oleh pihak ormas sebelumnya.

Klarifikasi Camat Terkait Tuduhan

Amin membantah tuduhan bahwa dirinya menyembunyikan seorang wanita di dalam ruangannya.

Ia menegaskan bahwa saat kejadian, selain dirinya, hanya ada dua staf di ruangan, yakni Mbak Devi dan Mas Alfian, yang sedang mengikuti rapat Zoom.

“Mereka menuduh saya ada perempuan di dalam ruangan. Padahal, ada banyak saksi. Mbak Devi dan Mas Alfian ada di sana, kami sedang rapat. Tuduhan itu tidak berdasar,” tegasnya.

Baca Juga:  Kronologi Kasus Dosen UIN Malang vs Nurul Sahara, dari Pencemaran Nama Baik hingga Pelecehan Seksual

Amin juga menambahkan bahwa jika ormas tersebut datang dengan cara yang sopan, ia pasti akan menyambut mereka dengan baik.

Namun, karena tindakan mereka yang dinilai mengganggu, ia memilih menyelesaikan rapat terlebih dahulu sebelum menemui mereka.

Sikap Camat Terhadap Penertiban Bangunan Liar

Meskipun mendapat tekanan dari ormas, Amin menegaskan bahwa pihak kecamatan tetap akan melanjutkan proses penertiban bangunan liar sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Ia menyatakan bahwa langkah ini dilakukan demi melayani masyarakat dan menegakkan peraturan daerah.

“Mereka meminta supaya bangunan liar itu tidak ditertibkan dengan berbagai alasan. Tapi tidak bisa. Bangunan tersebut melanggar peraturan dan mengganggu warga. Kami bertindak atas permintaan masyarakat,” jelas Amin.

Ia juga memastikan bahwa proses penertiban akan dilakukan secara bertahap sesuai prosedur, mulai dari peringatan pertama, kedua, hingga akhirnya penertiban langsung jika tidak ada tindak lanjut dari pihak terkait.

Viral di Media Sosial

Kejadian ini menjadi perhatian publik setelah video berdurasi 4 menit 22 detik tersebar luas di media sosial.

Dalam video tersebut, terlihat seorang pria dengan nada tinggi memprotes pelayanan di kantor camat.

Pria lainnya bahkan mencoba masuk ke ruangan camat sambil menuduh bahwa ada seorang wanita yang disembunyikan di dalam kantor.

“Ini kantor masyarakat. Mana perempuan tadi? Cari-cari!” ujar pria dalam video tersebut.

Meskipun begitu, Amin menegaskan bahwa semua tuduhan tersebut tidak benar dan didasarkan pada kesalahpahaman.

Ia berharap masyarakat dapat memahami konteks kejadian dan mendukung langkah penertiban yang dilakukan demi kepentingan bersama.

Trending