Connect with us

Viral

Diduga Dibanting Pelatih Lawan, Siswa SD Alami Retak Tulang Ekor

Siswa SD di Surabaya diduga dibanting pelatih lawan usai laga futsal. Korban alami cedera, kasus dilaporkan ke polisi dan diproses sesuai UU Perlindungan Anak.

Logompn

Published

on

Diduga Dibanting Pelatih Lawan, Siswa SD Alami Retak Tulang Ekor
Diduga Dibanting Pelatih Lawan, Siswa SD Alami Retak Tulang Ekor. Gambar : Tangkapan Layar Instagram/@inijawatimur

MPN Indonesia 30 April 2025 - Seorang siswa SD berusia 11 tahun diduga menjadi korban kekerasan oleh pelatih futsal lawan usai laga semifinal Turnamen Futsal 2025 di Surabaya pada Jumat (25/4).

Kejadian ini berlangsung di lapangan SMP Labschool Unesa, Jalan Kawung, Kemayoran, dan kini viral di media sosial Instagram @surabayakabarmetro, pada Minggu (27/4).

Insiden tersebut menimpa BA, siswa kelas 5 Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Hidayah.

Kejadian terjadi usai pertandingan antara MI Al Hidayah melawan SDN Simolawang yang berakhir dengan skor 4-2 untuk kemenangan MI Al Hidayah.

Seusai peluit akhir dibunyikan, para pemain MI Al Hidayah melakukan selebrasi kemenangan di depan penonton.

Namun, suasana berubah saat seorang pria berbaju hitam, yang diduga pelatih futsal SDN Simolawang, mendekati BA.

Pria tersebut mendorong lalu membanting korban dengan keras, menyebabkan siswa itu terjatuh di lantai lapangan.

Korban diidentifikasi berinisial BA dan pelaku diduga bernama Bayu Ahmadi Zakaria (33), pelatih dari SDN Simolawang.

Kronologi Insiden Usai Pertandingan

Dikutip MPN Indonesia dari narasi dalam unggahan tersebut pada Rabu (30/4), pertandingan berlangsung dalam suasana normal tanpa ada permainan kasar dari kedua tim.

Tidak ada gesekan antarpenonton saat pertandingan berlangsung.

Namun, aksi kekerasan terjadi ketika seorang pria secara tiba-tiba mendorong dan membanting korban di tengah lapangan.

Dalam pengakuan BA yang ditemui sehari setelah kejadian, ia mengaku tidak mengetahui alasan dirinya ditarik dari belakang dan kemudian terjatuh.

“Itu selebrasi, terus ditarik dari belakang,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pertandingan berlangsung aman dan tanpa kericuhan.

“Enggak tahu. Enggak (ricuh), aman,” kata BA.

Baca Juga:  Commuter Line Surabaya-Sidoarjo Alami Rem Blong, Penumpang Histeris

Cedera dan Penanganan Medis

Akibat pembantingan tersebut, BA mengalami cedera serius. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis melalui rontgen, korban mengalami keretakan pada tulang ekor.

Ayah korban, Bambang Sri Mahendra, menyampaikan bahwa putranya kini dilarang mengikuti aktivitas olahraga berat dan harus menjalani masa istirahat.

Direktur Humas Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Vinda Maya, mewakili pihak penyelenggara, menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban dan seluruh tim yang bertanding.

Vinda menjelaskan bahwa pihaknya telah mendampingi korban selama proses pemeriksaan dan perawatan medis.

Ia juga menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan di lingkungan sekolah maupun dalam turnamen tidak akan ditoleransi.

Laporan Kepolisian dan Proses Hukum

Menindaklanjuti kejadian tersebut, pihak keluarga korban melaporkan pelatih futsal SDN Simolawang ke Mapolrestabes Surabaya pada Minggu malam (27/4).

Laporan diterima oleh Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) dengan nomor TBL/B/389/IV/2025/SPKT/Polrestabes Surabaya/Polda Jawa Timur.

Dalam laporan tersebut, pelaku teridentifikasi sebagai Bayu Ahmadi Zakaria. Pelaporan mengacu pada Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, khususnya Pasal 79 dan Pasal 80 yang menjadi dasar bagi penyidik dalam menangani perkara ini.

(AKM/NID/RAD)

Trending