Berita
Gunawan dan Tim Viral dengan Joget Sadbor, Dapat Saweran hingga Rp700 Ribu Sehari
Gunawan, warga Sukabumi, viral setelah aksi joget sadbor di TikTok. Dengan penghasilan Rp700 ribu per hari.
MPN Indonesia 28 Oktober 2024 - Gunawan, warga Kampung Margasari, Desa Bojongkembar, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, mendadak viral usai aksinya melakukan joget sadbor.
Bersama tetangganya, ia berhasil menarik perhatian warganet dan meraup saweran hingga Rp700 ribu per hari.
Awal Mula Joget Sadbor
Peristiwa di daerah ini bermula dari keisengan Gunawan saat menjadi penjahit keliling di Jakarta pada masa pandemi Covid-19.
“Saya awalnya di Jakarta jahit keliling waktu Corona. Saya coba sambil live, tak sadar tiba-tiba saldo di akun TikTok ada beberapa dolar,” ungkap Gunawan saat ditemui pada Kamis (24/10).
Melihat potensi tersebut, Gunawan memutuskan untuk berhenti menjahit dan pulang ke Sukabumi.
Pada tahun 2020-2021, ia fokus mencari penghasilan melalui live di TikTok.
Dari joget sembarangan, akhirnya ia menemukan gerakan yang pas dan menamakannya joget “ayam patuk”, atau joget sadbor sesuai dengan nama akun TikTok dan YouTube-nya, @sadbor86.
Penghasilan Fantastis dari Saweran
Setiap harinya, Gunawan dan timnya melakukan live di TikTok mulai pukul 09.00 WIB hingga sore menjelang maghrib.
Pada malam hari, giliran rekannya yang lain melanjutkan live tersebut.
Dari hasil saweran, mereka bisa mengantongi Rp400.000 hingga Rp700.000 per hari.
Penghasilan tersebut sudah bersih setelah dibagikan kepada rekan-rekannya.
Selama dua tahun menjalani aktivitas ini, banyak rekan Gunawan yang terbantu secara ekonomi.
“Banyak teman-teman yang sekarang bisa beli sepeda motor, merenovasi rumah, hingga membeli rumah,” kata Gunawan dengan bangga.
Meski sukses menarik perhatian, Gunawan tidak lepas dari komentar negatif warganet.
“Saya selalu bilang sama teman-teman, kalau mau ramai akunnya itu harus kuat. Hinaan, hujatan, dan bully-an itu pasti jadi makanan sehari-hari. Itu jangan dilawan karena kalau nggak ada mereka, kita nggak akan ramai,” ujarnya.
Ia juga tidak mempermasalahkan sebutan “mengemis online” yang dialamatkan kepadanya.
Namun, ia berharap agar warganet tidak menghina dalam konteks suku, agama, dan ras.
“Kita mau dibilang apa sih bebas, asal jangan hina dalam konteks ras, suku, agama,” tambahnya.
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
