Connect with us

Berita

Ibu di Polman Nekat Buka Mulut Ular Piton yang Gigit dan Lilit Anaknya hingga Nyaris Tewas

Marwah, remaja 15 tahun di Polman, diserang ular piton saat pulang dari kebun. Sang ibu bertindak cepat untuk menyelamatkannya.

Actress 1299250

Published

on

Ibu di Polman Nekat Buka Mulut Ular Piton yang Gigit dan Lilit Anaknya hingga Nyaris Tewas
Ibu di Polman Nekat Buka Mulut Ular Piton yang Gigit dan Lilit Anaknya hingga Nyaris Tewas. Gambar: Dok. Detik

MPN Indonesia 16 Januari 2025 - Seorang remaja bernama Marwah (15), warga Desa Lenggo, Kecamatan Bulo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), nyaris kehilangan nyawa setelah diserang ular piton sepanjang 6 hingga 7 meter.

Insiden ini terjadi pada Minggu (12/1) saat Marwah pulang dari kebun bersama ibunya.

Dalam situasi darurat, sang ibu melakukan aksi heroik dengan membuka mulut ular yang menggigit dan melilit tubuh anaknya.

Serangan Mendadak di Jalan Pulang

Menurut keterangan Ayub, seorang kerabat korban, serangan terjadi ketika Marwah dan ibunya berjalan pulang dari kebun di Dusun Tanete sekitar pukul 17.00 Wita.

Ular piton tiba-tiba menyerang dari semak-semak, melilit tubuh korban sepenuhnya, dan menggigit betisnya.

“Pas di jalan tetiba diserang ular piton yang sembunyi di semak-semak,” ujar Ayub pada Senin (13/1).

“Panjang itu ular, sekitar 6 meter, makanya sempat dililit semua badannya itu anak,” tambahnya.

Korban tidak mampu melawan karena kekuatan lilitan ular yang menekan seluruh tubuhnya.

Situasi semakin kritis ketika ular mulai menggigit betis Marwah, menyebabkan luka yang cukup serius.

Aksi Berani Sang Ibu

Melihat anaknya dalam kondisi terancam, ibu Marwah bertindak cepat dan berani.

Ia berupaya membuka mulut ular untuk melepaskan gigitan dari betis korban, meskipun dirinya mengalami luka di tangan akibat usaha tersebut.

“Waktu dililit ini anak, dia berupaya buka mulutnya itu ular agar terlepas dari betis anaknya,” ungkapnya.

Setelah gigitan berhasil dilepaskan, ibu korban segera meminta bantuan warga sekitar.

Warga Desa Lenggo yang mendengar teriakan langsung datang membawa parang.

Mereka bersama-sama menebas tubuh ular hingga reptil tersebut mati di lokasi kejadian.

Baca Juga:  Viral! 2 Guru SD di Madina Terlibat Baku Hantam hingga Jatuh ke Lantai

Kondisi Marwah dan Penanganan Setelah Kejadian

Marwah yang sempat lemah akibat lilitan dan gigitan ular segera dibawa pulang untuk mendapatkan perawatan.

Ayub menyebut bahwa kondisi Marwah kini berangsur membaik setelah sempat mengalami penurunan kesehatan.

Bangkai ular kemudian dikubur oleh warga setempat untuk mencegah bau busuk.

“Sejak November 2024, sudah lima kali ular piton muncul di permukiman Desa Lenggo. Ini karena makanan di hutan berkurang, sehingga ular mencari mangsa di pemukiman,” jelas Ayub.

Ayub berharap pihak terkait dapat segera menangani masalah ini agar tidak ada lagi warga yang menjadi korban serangan ular.

“Kami berharap pihak terkait bisa membantu menangani masalah ini agar warga tidak lagi khawatir,” pungkasnya.

Dengan kejadian ini, warga di Desa Lenggo diimbau untuk lebih waspada, terutama saat berada di area sekitar hutan yang menjadi habitat ular piton.

Trending