Connect with us

Berita

Juru Parkir di Bendungan Pleret Minta Maaf usai Bentak Anggota TNI

Juru parkir di Bendungan Pleret meminta maaf setelah terekam video berteriak kepada TNI.

Adinda

Published

on

Juru Parkir di Bendungan Pleret Minta Maaf usai Bentak Anggota TNI
Juru parkir di Bendungan Pleret. Gambar : ilustrasi canva

Jawa Tengah, MPN Indonesia 21 Juli 2024 - Sejumlah juru parkir (jukir) di Bendungan Pleret, yang terletak di Banjir Kanal Barat, Semarang, Jawa Tengah, meminta maaf setelah terekam dalam video yang menunjukkan mereka marah-marah kepada anggota TNI.

Peristiwa ini terjadi pada Rabu (17/7) dan langsung viral setelah diunggah di media sosial.

Para jukir tersebut menyesali tindakan mereka, terutama setelah banyak netizen yang mengecam perilaku tersebut dan mendukung upaya TNI dalam menjaga keselamatan warga di area bendungan.

Dalam video yang beredar luas, terlihat sekelompok juru parkir mendesak dan berteriak kepada anggota TNI yang sedang bertugas di wilayah Bendungan Pleret.

“Ini sudah sejak lama. Hiburan masyarakat. Jangan cari muka,” teriak juru parkir, sambil menunjuk-nunjuk ke arah anggota TNI tersebut.

Insiden ini dipicu oleh peringatan yang diberikan oleh anggota TNI terkait bahaya ‘surfing’ yang dilakukan oleh anak-anak di bendungan.

Anggota TNI yang tetap tenang dalam menghadapi amarah para jukir terlihat menelepon seseorang di lokasi. Salah seorang juru parkir kemudian berteriak.

“Viralkan! Viralkan!” yang semakin memperkeruh suasana.

Tidak lama setelah kejadian tersebut, video insiden ini mulai menyebar di media sosial dan menarik perhatian publik.

Permintaan Maaf Juru Parkir di Kantor Koramil

Pada Kamis (18/7), para juru parkir yang terlibat dalam kejadian tersebut mendatangi kantor Koramil 01/Semarang Barat untuk menyampaikan permintaan maaf secara resmi.

Mereka juga merekam video permintaan maaf yang ditujukan kepada anggota TNI yang terlibat dalam insiden tersebut, yakni Sersan Mayor Dhiyan Andrela, Babinsa Simongan, yang menjadi sasaran kemarahan para jukir di video viral.

Baca Juga:  Pramono Anung Copot Lurah Malaka Sari Buntut Pinjam Uang Rp17 Juta ke PPSU

“Saya warga Kelurahan Barusari minta maaf yang sebesar-besarnya kepada Koramil 01 Semarang Barat, Bapak Dylan Andreas. Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya atas viralnya video tersebut. Dan kami minta maaf tidak akan mengulangi kejadian tersebut,” ujar salah satu dari mereka dalam video permintaan maaf tersebut.

Dhiyan Andrela, yang dimaksud dalam permintaan maaf, mengungkapkan bahwa tujuannya pada saat kejadian adalah semata-mata untuk memberikan edukasi kepada warga mengenai bahaya aktivitas ‘surfing’ di Bendungan Pleret.

Menurutnya, larangan untuk melakukan aktivitas berbahaya di area tersebut sudah jelas tercantum dalam papan pengumuman yang dipasang oleh pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

Pentingnya Peringatan Keselamatan di Bendungan Pleret

Dhiyan Andrela menjelaskan lebih lanjut bahwa ia bersama beberapa pihak berwenang lainnya, seperti camat dan staf kelurahan, telah melihat sendiri aktivitas anak-anak bermain air di bendungan tersebut sebelum kejadian viral.

Ia merasa perlu untuk memberikan edukasi langsung karena tindakan bermain air di bendungan sangat berbahaya.

“Untuk kronologi kejadian kemarin, wahana air yang digunakan anak-anak bermain air di Banjir Kanal sudah ada larangan dari papan pengumuman dari BBWS. Sebelumnya, saya bersama camat, staf kelurahan, melihat kejadian anak-anak bermain air di Banjir Kanal. Kami memberikan edukasi, sangat berbahaya apa yang dilakukan mereka,” jelas Dhiyan kepada wartawan pada Jumat (19/7) di kantor Danramil Semarang Barat.

Danramil 13/Semarang Selatan, Mayor Arh Sujono, juga menegaskan bahwa kejadian tersebut terjadi di wilayahnya.

Ia mengungkapkan bahwa delapan orang jukir yang terlibat dalam insiden tersebut telah datang untuk meminta maaf secara resmi kepada pihak Koramil.

“Ada delapan orang yang kemudian meminta maaf karena kejadian tersebut,” ungkap Sujono.

Baca Juga:  Kekeh Tak Mau Pulang, Ayah di Sibolga Sambil Menangis Terus Mencari Anaknya yang sudah 3 Hari Hilang Pasca Longsor

Mayor Sujono juga menambahkan bahwa tindakan tegas perlu diambil untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan, terutama di area bendungan yang rawan bahaya seperti Bendungan Pleret.

Journalism graduate with a passion for media and technology. With experience in SEO writing, shares insights on the latest trends and developments in the digital world.

Trending