Connect with us

Politik

Pramono Anung Copot Lurah Malaka Sari Buntut Pinjam Uang Rp17 Juta ke PPSU

Lurah Malaka Sari dibebastugaskan oleh Pramono Anung usai pinjam uang ke PPSU sebesar Rp17 juta.

Logompn

Published

on

Pramono anung copot lurah malaka sari buntut pinjam uang rp17 juta ke ppsu
Lurah Malaka Sari dibebastugaskan oleh Pramono Anung. Gambar: Humas Pemprov Jakarta

MPN Indonesia 1 Juli 2025 - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, memerintahkan pembebastugasan Lurah Malaka Sari, Eric Dasya Refanda, setelah terungkap kasus peminjaman uang senilai Rp17 juta yang dilakukan Eric kepada seorang petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU).

Instruksi pembebastugasan ini disampaikan langsung oleh Pramono Anung kepada Wali Kota Jakarta Timur setelah menerima laporan resmi terkait peristiwa di daerah tersebut.

“Yang seperti itu mesti dibebastugaskan,” ujar Pramono kepada wartawan di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Senin (30/6).

Peristiwa di daerah Malaka Sari, Jakarta Timur, ini menjadi sorotan setelah diketahui bahwa Lurah Malaka Sari meminjam uang dalam jumlah signifikan kepada PPSU.

“Yang kemarin di Jakarta Timur ada salah seorang lurah yang kemudian meminta utang kepada PPSU sampai dengan angka Rp17 juta. Ketika Pak Wali Kota menyampaikan kepada saya, arahan saya jelas, yang seperti itu mesti dibebastugaskan,” tegas Pramono.

Pramono Anung menilai tindakan Eric Dasya Refanda tidak mencerminkan perilaku yang baik bagi lingkungan kerja di Balai Kota Jakarta sehingga pencopotan jabatan ini dipilih sebagai jalan keluar.

“Karena tidak memberikan pendidikan yang baik bagi bawahannya dan juga sekaligus bagi organisasi yang ada di Balai Kota ini. Maka lurah yang ada di Malaka Sari sudah dibebastugaskan,” jelas Pramono dalam pernyataannya.

Langkah Penataan dan Penyegaran di Lingkungan Pemprov Jakarta

Selain pembebastugasan Lurah Malaka Sari, Pramono Anung juga melaksanakan pelantikan terhadap 100 pejabat fungsional baru di lingkungan Pemerintah Provinsi Jakarta di tempat dan hari yang sama, Senin (30/6).

Adapun rincian dari jumlah tersebut meliputi, 97 pejabat berasal dari Dinas Pendidikan, dua pejabat dari Biro Hukum, dan satu pejabat dari Dinas Kesehatan. 

Baca Juga:  Anak 10 Tahun Kayuh Sepeda demi Jenguk Ayah di Polres Situbondo: Kangen, Ibu Lagi Sakit

Pramono menyampaikan bahwa dirinya telah memberikan instruksi kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Jakarta serta seluruh jajaran Balai Kota untuk segera melantik pejabat baru guna mengisi posisi-posisi yang kosong.

“Karena memang saya menginginkan untuk jabatan-jabatan yang kosong atau orang yang terlalu lama di tempat itu segera dilakukan penyegaran, tour of duty,” katanya.

Menurut Pramono, langkah penyegaran ini diperlukan agar Pemerintah Provinsi Jakarta sebagai kota global tetap memiliki aparatur yang segar dan penuh semangat dalam menjalankan tugas pemerintahan. 

“Karena bagaimanapun Pemerintah Jakarta sebagai kota global harus juga lebih fresh orang-orangnya dan juga semangatnya,” tandasnya.

(AKM/NID/RAD)

Trending