Connect with us

Viral

Kejang-kejang usai Dibully, Ini Fakta Kematian Siswa SMP di Grobogan

Seorang siswa kelas VII SMP Negeri 1 Geyer di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah meninggal dunia usai diduga menjadi korban bullying oleh teman-teman sekelasnya.

Logompn

Published

on

Kejang kejang usai dibully, ini fakta kematian siswa smp di grobogan
Kejang-kejang usai Dibully, Ini Fakta Kematian Siswa SMP di Grobogan | Gambar: Ilustrasi Canva

Jawa Tengah, MPN Indonesia 15 Oktober 2025 - Seorang siswa kelas VII SMP Negeri 1 Geyer di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, berinisial ABP (12), meninggal dunia pada Sabtu (11/10) usai diduga menjadi korban bullying oleh teman-teman sekelasnya.

Peristiwa ini terjadi di lingkungan sekolah saat jam pelajaran berlangsung. Korban diduga dipukuli di bagian kepala hingga mengalami kejang-kejang dan akhirnya tewas.

Berawal dari Perkelahian

Peristiwa bermula dari dua perkelahian di hari yang sama, di mana korban berkelahi dengan dua siswa sekelasnya, masing-masing berinisial EI (12) dan AD (12).

Pertama, korban terlibat perkelahian dengan EI karena ejekan yang dilontarkan kepadanya. Peristiwa ini terjadi pada pagi hari saat guru belum masuk kelas.

“Awal mulanya ABP diejek teman-temannya, lalu ABP tidak terima dan berkelahi. ABP dipukuli kepalanya dan kemudian berhenti. Itu saat jam ketiga tapi belum ada guru, ungkap saksi yang merupakan teman sekelas korban ke awak media di rumah duka pada Minggu (12/10).

Kemudian, sekitar pukul 11.00 WIB, korban kembali dikerumuni teman-temannya dan diadu dengan AD.

Dalam insiden itu, ABP dipukuli berkali-kali di kepala hingga kejang dan dibawa ke ruang UKS, namun tidak tertolong.

“Dia kejang-kejang dan dibawa ke UKS, tapi meninggal. Saat itu jam pelajaran, tapi guru belum datang,” kata saksi.

Korban yang ditemukan oleh pihak sekolah dengan keadaan sudah tidak bernapas kemudian dibawa Puskesmas Geyer. Pihak puskesmas pun menyatakan bahwa korban telah meninggal dunia.

Terdapat Penggumpalan Darah di Kepala

Dari puskesmas, jenazah ABP kemudian dipindahkan ke RSUD dr. R. Soedjati Soemodiardjo, Purwodadi untuk diautopsi pada Sabtu malam.

Baca Juga:  Kronologi Anak di Sukabumi Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Korban Ngaku Dipaksa Minum Air Panas

Menurut keterangan paman korban, Suwarlan (45), dari dugaan sementara terdapat penggumpalan darah di kepala yang diduga akibat pukulan keras.

“Ada penggumpalan darah di kepala,” katanya.

Setelah proses autopsi, jenazah dibawa pulang dan dimakamkan di pemakaman umum Desa Ledokdawan pada Minggu (12/10).

Pihak keluarga Pernah Laporkan Kasus Bullying

Sebelumnya, pihak keluarga korban telah melaporkan dugaan bullying yang dialami ABP.

Kepala sekolah SMPN 1 Geyer, Sukatno, menyampaikan bahwa nenek ABP sempat mengadukan kasus perundungan pada 28 Agustus 2025.

Namun, saat itu masalah dianggap selesai setelah pelaku meminta maaf dan mendapat bimbingan dari guru BK.

“Guru BK langsung menindaklanjuti dengan memberi bimbingan. Mereka teman satu kelas. Masalah selesai, pelaku sudah minta maaf,” ujar Sukatno.

Sementara itu, menurut kakek korban, Pujiyo (50), cucunya beberapa kali mengeluh tidak ingin sekolah karena sering dipukul dan dihina.

“Pernah sakit juga di kepala karena dipukuli dan tidak masuk sekolah. Kami akhirnya datangi sekolah dan melaporkannya,” katanya.

DPR Minta Kasus Diinvestigasi Lebih Lanjut

Merespons kejadian ini, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, meminta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk melakukan investigasi menyeluruh.

Permintaan ini merujuk pada Permendikbud Ristek Nomor 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan.

“Kita tentu tegas menolak segala bentuk kekerasan di dunia pendidikan dan mendorong Kemendikdasmen untuk segera melakukan investigasi menyeluruh,” ujarnya.

Sementara itu, penyelidikan kasus ini sedang ditangani oleh Satreskrim Polres Grobogan. Tiga siswa yang diduga terlibat telah diamankan oleh pihak kepolisian untuk diperiksa lebih lanjut.

Pihak kepolisian mengungkap bahwa beberapa siswa dan guru telah diperiksa sebagai saksi. Sejumlah orang tua siswa juga ikut hadir mendampingi anak-anak mereka selama pemeriksaan.

Baca Juga:  Cabuli ABG, Anggota DPRD Depok Divonis 10 Tahun Penjara

“Masih proses pemeriksaan semua. Saksi yang diperiksa banyak,” ungkap Kasat Reskrim AKP Rizky Ari Budianto.

(AKM/NID/RAD)

Trending