Connect with us

Viral

Kisah Ibu Hamil di Pasaman Barat Viral saat Terjang Banjir untuk Melahirkan

Seorang ibu hamil terpaksa dievakuasi menggunakan sampan nelayan akibat banjir yang melanda Jorong Katiagan, Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatra Barat, pada Jumat (28/11).

Logompn

Published

on

Kisah ibu hamil di pasaman barat viral saat terjang banjir untuk melahirkan
Kisah Ibu Hamil di Pasaman Barat Viral saat Terjang Banjir untuk Melahirkan | Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 30 November 2025 - Seorang ibu hamil, Yulia Novianti (39), terpaksa dievakuasi menggunakan sampan nelayan akibat banjir yang melanda Jorong Katiagan, Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatra Barat, pada Jumat (28/11).

Wali Nagari Katiagan, Kecamatan Kinali, Endang Putra, mengatakan bahwa evakuasi dilakukan karena akses darat terputus akibat tingginya genangan air.

“Alhamdulillah, dengan dibantu warga, Yulia berhasil dievakuasi. Hal ini terpaksa dilakukan karena jalur darat tidak bisa dilalui kendaraan karena genangan air masih sangat tinggi,” katanya kepada awak media melalui sambungan telepon.

Proses Evakuasi

Endang menyebut, Yulia dibawa dari Jorong Katiagan menuju daratan di Muaro Binguang menggunakan sampan nelayan dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam.

Setibanya di Muaro Binguang, Endang meminta bantuan dari pimpinan perusahaan kelapa sawit setempat agar Yulia dapat diangkut dengan alat jonder menuju posko kesehatan Puskesmas IV Koto Kinali.

“Alhamdulillah, pasien sampai di puskesmas dan dilakukan tindakan sementara, lalu langsung dipindahkan ke ambulans untuk dibawa ke klinik bersalin di Simpang Empat,” lanjut Endang.

Informasi terakhir menyebut, kondisi Yulia dan janinnya dalam keadaan sehat sambil menunggu jadwal operasi melahirkan.

1,2 Ribu Warga Jorong Katiagan Terdampak Banjir

Endang juga mengabarkan bahwa warga di desanya kini masih terjebak banjir dan sulit ke daratan karena kondisi air yang masih tinggi.

Data sementara mencatat, terdapat 1.200 kepala keluarga terdampak dengan kondisi seluruh rumah terendam, di mana 10 rumah dilaporkan ambruk akibat banjir tersebut.

“Masyarakat saat ini hanya menunggu air surut karena akses terputus dan berharap bantuan sembako datang,” ujar Endang.

Baca Juga:  Tak Ada Angin dan Hujan, Atap Gazebo Universitas Siliwangi Tiba-tiba Ambruk dan Akibatkan 18 Orang Luka

Bantuan Logistik tiba di Kabupaten Agam

Sementara itu, di Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, bantuan logistik mulai masuk setelah tiga hari terdampak banjir bandang.

Bantuan tersebut datang dari perantau Minangkabau dan anggota DPR RI.

“Hari ini bantuan logistik, terutama dari perantau Minang dan anggota dewan, sudah masuk sore ini,” kata Kepala Jorong Toboh, Hasbi, di Kabupaten Agam, Jumat.

Barang bantuan yang telah masuk, antara lain beras, air mineral, mi instan, telur, popok bayi, serta perlengkapan perempuan.

Namun, Hasbi menyebutkan bahwa untuk obat-obatan, pihaknya belum bisa memastikan karena masih dalam proses pemindahan dari mobil ke posko darurat bencana.

(AKM/NID/RAD)

Trending