Connect with us

Viral

Koleksi Museum Bagawanta Bhari di Kediri Hilang Dijarah Massa

Museum Bagawanta Bhari Kediri dijarah saat kerusuhan, artefak bersejarah seperti Ganesha dan arca Sumbercangkring hilang.

Logompn

Published

on

Koleksi museum bagawanta bhari di kediri hilang dijarah massa
Museum Bagawanta Bhari dijarah. Gambar: Instagram/@pasak_kadhiri

Jawa Timur, MPN Indonesia 1 September 2025 - Museum Bagawanta Bhari di Kediri, Jawa Timur, dijarah saat terjadi kerusuhan pada Sabtu malam (30/8).

Aksi ini mengakibatkan hilangnya sejumlah artefak bersejarah dan kerusakan pada koleksi serta gedung-gedung cagar budaya.

Respons Kemenbud

Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) menyatakan keprihatinan mendalam atas insiden penjarahan Museum Bagawanta Bhari.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa museum tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan koleksi bersejarah, tetapi juga sebagai simbol memori kolektif masyarakat.

“Kami telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta pengelola museum untuk memastikan keamanan dan perlindungan koleksi. Langkah-langkah pemulihan segera dilakukan,” ujar Fadli dalam rilis yang diterima awak media, Senin (1/9).

Kemenbud juga menyampaikan penyesalan atas aksi anarkis yang menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan cagar budaya.

Fadli menyerukan agar masyarakat menjaga dan melindungi aset budaya bangsa.

“Saya mengimbau pada pihak yang telah mengambil beberapa koleksi penting tersebut untuk segera bisa mengembalikan dan menyerahkan koleksi pada Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI atau pada pihak Museum Bagawanta Bhari Kediri,” tambahnya.

Koleksi yang Hilang dan Rusak

Kemenbud dan pemerintah daerah mencatat sejumlah artefak yang hilang atau rusak akibat kejadian tersebut. Beberapa artefak yang dilaporkan hilang meliputi:

  • Kepala Ganesha
  • Tiga wastra kain batik
  • Plakat HVA Sidomulyo (2 buah)
  • Arca Sumbercangkring

Selain itu, koleksi miniatur lumbung dilaporkan mengalami kerusakan parah.

Beberapa benda lain seperti arca Bodhisatwa dan bata berinskripsi mantra berhasil diselamatkan oleh juru pelihara dari Kemenbud.

Baca Juga:  Ada Demo Buruh Hari Ini di Jakarta Pusat, Polisi Kerahkan 1.174 Personel

Bangunan Cagar Budaya Turut Terbakar

Selain museum, beberapa gedung cagar budaya lainnya juga mengalami kerusakan akibat pembakaran massa. Di antara bangunan yang terdampak, yakni:

  • Rumah Dinas Gubernur Jawa Timur, bagian barat depan terbakar. Gedung ini dibangun pada tahun 1795.
  • Gedung peninggalan kolonial Belanda dari tahun 1920-an dengan gaya arsitektur Indische Empire, yang sebelumnya digunakan sebagai rumah dinas Wakil Gubernur Jawa Barat hingga awal 2000-an.

Pesan Para Tokoh terhadap Penjarahan

Pendiri Balai Konservasi Artefak Desa (Bakonardes), Dani Satria, menyampaikan harapannya agar benda-benda bersejarah yang hilang dapat dikembalikan.

“Artefak ini sangat bernilai bagi generasi di masa depan. Tolong kembalikan artefak, jaga warisan leluhur kita,” kata Dani kepada awak media, Senin (1/9).

Ia menyebut hilangnya artefak sebagai kerugian besar yang tidak bisa diganti dengan materi.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Dewan Kesenian Jawa Timur, Imam Mubarok, yang mengecam aksi perusakan terhadap peninggalan sejarah tersebut.

“Ini bukan hanya soal kerugian barang, tapi kehilangan nilai sejarah. Artefak yang dijarah adalah bukti perjalanan panjang peradaban Kediri,” ungkap Imam, Minggu (31/8).

Dampak Kerusuhan di Lingkungan Pemerintah Daerah

Dalam laporan terpisah, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana melaporkan bahwa kerusuhan tersebut juga berdampak pada infrastruktur pemerintah daerah.

Sebanyak 18 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilaporkan terdampak perusakan dan penjarahan.

Lokasi yang terdampak meliputi:

  • Kantor DPRD Kediri
  • 18 OPD kabupaten
  • Kantor Samsat Katang
  • Beberapa kantor Polsek di wilayah tersebut

“Kejadian itu mengakibatkan beberapa gedung aset, data arsip, inventaris hilang karena dijarah oknum. Kebakaran juga terjadi di kantor DPRD, di 18 OPD dan Samsat Katang,” ujar Hanindhito pada Minggu (31/8).

Pemerintah daerah saat ini masih melakukan inventarisasi kerusakan, dan Bupati memastikan bahwa layanan publik seperti kesehatan, pendidikan, dan catatan sipil tetap berjalan normal.

Baca Juga:  Satpol PP dan Bupati Pati Bubarkan Aksi Donasi Jelang Demo Tolak Kenaikan PBB

(AKM/NID/RAD)

Trending