Connect with us

Viral

Kronologi Lengkap Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung Sulsel

Pesawat ATR 42-500 PK-THT milik Indonesia Air Transport hilang kontak saat pendekatan ke Bandara Makassar. SAR gabungan dikerahkan.

Logompn

Published

on

Kronologi lengkap jatuhnya pesawat atr 42 500 di gunung bulusaraung sulsel
Pesawat ATR 42-500. Gambar: Dok. Indonesia Air.

Sulawesi Selatan, MPN Indonesia 19 Januari 2026 - Pesawat ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT milik Indonesia Air Transport (IAT), yang mengangkut 10 orang dan terbang dari Yogyakarta menuju Makassar, dinyatakan hilang kontak pada Sabtu siang (17/1).

Pesawat tersebut mengalami kecelakaan pesawat di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Kejadian ini mendorong Kementerian Perhubungan menetapkan fase darurat DETRESFA, dan pencarian langsung dilakukan oleh tim SAR gabungan.

Menurut keterangan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, pada pukul 04.23 UTC pesawat diarahkan oleh Air Traffic Control (ATC) Makassar Area Terminal Service Center (MATSC) ke landasan pacu RWY 21.

Akan tetapi, pesawat tidak berada pada jalur pendekatan yang semestinya, sehingga ATC memberikan koreksi posisi.

“Dalam proses pendekatan, pesawat teridentifikasi tidak berada pada jalur pendekatan yang seharusnya sehingga Air Traffic Control (ATC) memberikan arahan ulang kepada awak pesawat untuk melakukan koreksi posisi,” ujar Dirjen Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, dalam pernyataan tertulis pada Sabtu (17/1).

Pencarian kemudian dilakukan oleh tim gabungan Basarnas, TNI, dan kepolisian.

Enam serpihan pesawat ditemukan di lereng Gunung Bulusaraung dan telah dievakuasi ke Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Pangkep.

Proses Penerbangan dan Hilangnya Kontak

Pesawat ATR 42-500 dengan nomor seri 611 buatan tahun 2000 tersebut lepas landas dari Bandara Adisutjipto, Yogyakarta pada pukul 08.08 WIB dan dijadwalkan mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar.

“Operatornya dari Indonesia Air Transport, tadi pagi memang berangkat dari Bandara Adisutjipto 08.08 WIB take off-nya,” ujar General Manager Bandara Adisutjipto, Kolonel Pnb. Wibowo Cahyono Soekadi dalam keterangan terpisah pada Sabtu (17/1).

Baca Juga:  Pesawat Latih Jatuh di Ciampea Bogor, Marsma Fajar Adriyanto Dilaporkan Meninggal

Pesawat mengangkut 10 orang yang terdiri atas 7 kru dan 3 penumpang.

Ketiga penumpang merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang sedang melaksanakan misi pengawasan sumber daya melalui udara.

“Mereka melakukan misi pengawasan sumber daya KKP melalui udara atau air surveilance di wilayah pengelolaan perikanan udara RI,” ucap Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono, dalam konferensi pers. Sabtu (17/1).

Identitas ketiganya adalah Ferry Irawan (analis kapal pengawas), Deden Mulyana (pengelola barang milik negara), dan Yoga Naufal (operator foto udara).

Pencarian dan Penemuan Serpihan Pesawat

Tim SAR gabungan menemukan enam serpihan pesawat yang diduga milik ATR 42-500 di lereng Gunung Bulusaraung.

Serpihan tersebut termasuk bagian yang menyerupai dinding pesawat dan ditemukan bersama dokumen seperti buku pilot.

“Serpihan pesawat, sama ada buku pilot,” ujar Sekretaris BPBD Pangkep, Muhammad Arsyad.

Seluruh barang bukti telah diamankan di Polres Pangkep untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Lokasi pencarian difokuskan di kawasan pegunungan kapur Bantimurung, Desa Leang-leang, Kabupaten Maros, yang sekaligus menjadi lokasi posko Basarnas.

“Target pencarian di pegunungan kapur Bantimurung, Desa Leang-leang, Kabupaten Maros, dan menjadi Posko Basarnas di dekat lokasi,” jelas Kepala Bagian Humas dan Umum Dirjen Perhubungan Udara, Endah Purnama Sari.

Dukungan Operasi dan Kendala Cuaca

Pencarian lanjutan melibatkan helikopter milik TNI AU jenis Caracal yang dijadwalkan terbang pada pukul 16.25 WITA.

Namun, pada Sabtu sore (17/1), upaya pemantauan melalui udara sempat terkendala cuaca berawan.

Sementara itu, kondisi cuaca pada saat kejadian dilaporkan sedikit berawan dengan jarak pandang sekitar 8 kilometer.

“Informasi awal terkait kondisi cuaca pada saat kejadian menunjukkan jarak pandang (visibility) sekitar 8 kilometer dengan kondisi cuaca di sekitar area dilaporkan sedikit berawan,” ujar Lukman F. Laisa.

Baca Juga:  Daftar Nama Korban Kecelakaan Bus ALS vs Truk Tangki BBM di Sumsel

Dugaan Awal dan Kondisi ELT

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menduga pesawat menabrak gunung sehingga menyebabkan Emergency Locator Transmitter (ELT) tidak berfungsi.

“Ada namanya ELT, Emergency Locator Transmitter, tapi dengan kejadian kalau dia nabrak gunung, kalau bener dia nabrak gunung, itu biasanya ELT-nya tidak bekerja karena hancur juga,” jelas Kepala KNKT, Soerjanto Tjahjono.

Warga setempat sempat mendengar suara ledakan dan melihat titik api dari kejauhan di area pegunungan.

Hal ini memperkuat dugaan bahwa pesawat mengalami kecelakaan hebat di lokasi tersebut.

Langkah Tanggap Darurat dan Koordinasi

Setelah kehilangan kontak, fase darurat DETRESFA langsung dideklarasikan oleh ATC MATSC.

AirNav Indonesia Cabang MATSC segera berkoordinasi dengan RCC Basarnas Pusat serta Polres Maros untuk mendukung pencarian.

“AirNav Indonesia Cabang MATSC segera melakukan koordinasi dengan Rescue Coordination Center (RCC) Basarnas Pusat serta Kepolisian Resor Maros melalui Kapolsek Bandara guna mendukung langkah pencarian dan pertolongan,” jelas Lukman.

Bandara Sultan Hasanuddin Makassar juga telah menyiapkan Crisis Center di Terminal Keberangkatan sebagai pusat informasi resmi terkait insiden ini.

Selain itu, AirNav tengah menyiapkan Notice to Airmen (NOTAM) terkait kegiatan pencarian dan pertolongan.

(AKM/NID/RAD)

Daftar 7 Pemain Diaspora yang Masuk Radar Naturalisasi Timnas Indonesia
Olahraga11 minutes ago

Jelang Piala Asia 2027, Ini Daftar 7 Pemain yang Masuk Radar Naturalisasi Timnas Indonesia

Kebakaran Rumah di Menteng Jakpus, 38 Warga Mengungsi ke Lahan Kosong
Berita30 minutes ago

Kebakaran Rumah di Menteng Jakpus, 38 Warga Mengungsi ke Lahan Kosong

Kebakaran Pemukiman di Mappi Papua Selatan, 60 Unit Rumah Hangus
Berita37 minutes ago

Kebakaran Permukiman di Mappi Papua Selatan, 60 Unit Rumah Hangus

Peringati Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Beri Diskon Tambahan 50 Persen
Berita1 hour ago

Peringati Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Beri Diskon Tambahan 50 Persen

Annie Areeya, Wanita yang Disebut Dekat dengan Aisar Khaled Benarkan Chat yang Beredar soal Hamil dan Suruhan Gugurkan Kandungan
Selebriti1 hour ago

Annie Areeya, Wanita yang Disebut Dekat dengan Aisar Khaled Benarkan Chat yang Beredar soal Hamil dan Suruhan Gugurkan Kandungan

Harga Emas Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Rp20.000 per Gram
Ekonomi1 hour ago

Harga Emas Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Rp20.000 per Gram

Oknum Polisi di Riau Diduga Habisi Ibu Kandung, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa
Kriminal1 hour ago

Oknum Polisi di Riau Diduga Habisi Ibu Kandung, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa

Tampil Perkasa, Janice Tjen Lolos 16 Besar di Guangzhou Open
Olahraga2 hours ago

Tampil Perkasa, Janice Tjen Lolos 16 Besar di Guangzhou Open 2026

Keturunan Indonesia, Alvin Tedjo Resmi Terpilih jadi Wali Kota Mississauga Kanada
Internasional2 hours ago

Keturunan Indonesia, Alvin Tedjo Resmi Terpilih jadi Wali Kota Mississauga Kanada

Harga Perak Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Dua Hari Beruntun
Ekonomi3 hours ago

Harga Perak Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Dua Hari Beruntun

Harga Minyak Dunia Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Kembali Dekati Level Tertinggi dalam Empat Tahun
Ekonomi4 hours ago

Harga Minyak Dunia Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik, Kembali Dekati Level Tertinggi dalam Empat Tahun

Roma vs Cagliari 4 2 Sempat Tertinggal, Roma Berhasil Balikkan Keadaan
Olahraga4 hours ago

Roma vs Cagliari 4-2: Sempat Tertinggal, Roma Berhasil Balikkan Keadaan

KRL Jakarta-Bogor Keluarkan Percikan Api, Diduga Berasal dari Pantograf
Viral4 hours ago

KRL Jakarta-Bogor Keluarkan Percikan Api dan Asap di Stasiun Jakarta Kota, Penumpang Panik

Sassuolo vs Lazio 2 6 Lazio Pesta Gol, Puncaki Klasemen Sementara Serie A
Olahraga4 hours ago

Sassuolo vs Lazio 2-6: Jay Idzes Tak Dimainkan, Lazio Puncaki Klasemen Sementara Serie A

Torino vs Como 1 3 i Lariani Comeback, Nico Paz Tampil Gemilang
Olahraga4 hours ago

Torino vs Como 1-3: I Lariani Comeback, Nico Paz Tampil Gemilang

Trending