Connect with us

Viral

Momen Dramatis Evakuasi King Cobra 4 Meter di Kantor BRIN Tangsel

Proses evakuasi king cobra di kantor BRIN Tangsel dilakukan pegiat reptil Teguh dan berlangsung sekitar 20 menit.

Logompn

Published

on

Momen Dramatis Evakuasi King Cobra 4 Meter di Kantor BRIN Tangsel
Momen Dramatis Evakuasi King Cobra 4 Meter di Kantor BRIN Tangsel. Gambar: Kolase X/@magerabis

Banten, MPN Indonesia 14 Mei 2026 - Seekor king cobra sepanjang sekitar 4 hingga 4,5 meter masuk ke area kantor Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Jalan Puspiptek, Setu, Tangerang Selatan, Banten, pada Senin (11/5) sekitar pukul 21.00 WIB.

Ular berbisa tersebut sempat berada di luar gedung sebelum akhirnya masuk ke lobi dan kemudian ke toilet kantor, sehingga memicu kepanikan petugas keamanan setempat.

Evakuasi dilakukan oleh pegiat reptil Teguh (33) pada malam. Ia mengatakan dirinya mendapat laporan saat sedang berada di rumah rekannya.

“Kebetulan memang saya lagi posisi di rumah kawan, lagi bertamu. Kemudian ada teman saya yang hubungin,” ujar Teguh dikutip MPN Indonesia dari Kompascom pada Kamis (14/5).

Karena lokasi kejadian hanya berjarak sekitar dua kilometer, ia langsung menuju kantor BRIN di Tangerang Selatan untuk melakukan penanganan.

Sebelum proses evakuasi dilakukan, sekuriti yang berjaga lebih dulu melihat ular tersebut di depan gedung.

“Ada yang lihat, terus panik. (Ular) masuk ke dalam gedung, ke toilet. Lalu ditutup agar ular dievakuasi. Setelah itu saya dihubungi,” kata Teguh.

Petugas keamanan kemudian menutup pintu toilet untuk mencegah king cobra berpindah tempat hingga proses evakuasi dimulai.

Kronologi Masuknya King Cobra ke Gedung BRIN

Menurut Teguh, ular sempat berada di luar gedung sebelum akhirnya masuk ke dalam area kantor.

“Mungkin karena sudah dikerumunin anggota sekuriti, ularnya panik akhirnya masuk ke dalam. Masuk ke lobi kantor, lalu kabur lagi masuk ke dalam toilet,” ucap Teguh.

Situasi tersebut membuat area sekitar toilet diamankan oleh petugas keamanan.

Di lokasi kejadian, terdapat sekitar 20 orang sekuriti yang berjaga. Teguh meminta mereka untuk menjauh demi keamanan.

Baca Juga:  Empat Mobil Terbakar di TIS Square Tebet, Diduga akibat Korsleting BMW

“Di gedung itu ramai sekuriti, ada 20 orang. Kebetulan, ya sudah mundur saja, saya mau evakuasi. Ngeri juga kan kalau orang yang tidak terbiasa,” ujarnya.

Berdasarkan video yang beredar, ular tersebut beberapa kali berusaha melarikan diri dengan merayap ke dinding kamar mandi.

King cobra juga terlihat berdiri tegak, menjulurkan lidah, dan menyerang ke arah Teguh saat proses penanganan berlangsung.

“King cobra kan karakternya beda-beda, ada yang anteng, ada yang tipikal pengejar. Kalau yang itu pengejar, makanya ada sentakan dua atau tiga kali,” katanya.

Ia juga menjelaskan jarak serangan ular tersebut cukup jauh.

“Ternyata jarak serangannya itu sampai tiga kali loncatan. Tiga kali loncatan itu bisa dua sampai tiga meter,” jelas Teguh.

Proses Evakuasi

Teguh awalnya datang tanpa membawa alat karena terbiasa menangani king cobra. Ia sempat mencoba menarik bagian ekor ular saat berada di dalam toilet.

Namun, karena ukuran ular yang besar dan kondisi ruang yang sempit, proses evakuasi berlangsung selama sekitar 15 hingga 20 menit.

“Kurang lebih hampir 15 atau 20 menit,” kata dia.

Awalnya, ia berencana tidak menggunakan alat bantu.

“Rencananya memang tadinya enggak mau pakai alat, tapi di luar dugaan kondisinya besar dan sudah sediakan alat,” jelas dia.

“Memang tadinya enggak pakai alat, tapi saya pikir lebih safety pakai alat,” lanjutnya.

Akhirnya, Teguh menggunakan alat jepitan ular dan tongkat untuk mengamankan bagian kepala king cobra sesuai prosedur.

“Akhirnya, dengan susah payah, awalnya tidak pakai alat, tapi akhirnya pakai alat jepitan ular agar lebih aman. Jadi kondusif,” ujarnya.

Ia menambahkan penggunaan alat tersebut sebagai bagian dari penanganan yang lebih aman.

Baca Juga:  Sopir Truk Serempet Mobil Porsche, Pemilik Mobil Hanya Beri Nasihat: Kalau Ngantuk Istirahat, Nyawa Lebih Penting

“Maksudnya biar lebih jelas untuk mengajarkan safety handling seperti apa,” kata Teguh.

Setelah kepala ular berhasil diamankan, proses evakuasi dibantu oleh sejumlah petugas keamanan dan warga yang berada di lokasi.

“Pas nangkap kepala memang saya sendiri, cuma setelah dipegang memang banyak yang bantu,” ucap Teguh.

Kini, ular tersebut kemudian dibawa ke kediaman pribadi Teguh yang juga menjadi tempat pemeliharaan reptil.

“Ke rumah saya pribadi, ada kandangnya memang, untuk dipelihara,” ucapnya.

Teguh mengimbau masyarakat di Tangerang Selatan dan wilayah lain di Banten agar tidak gegabah saat berhadapan dengan hewan buas seperti king cobra.

“Jika (ular) masuk rumah, lebih baik dipantau, lalu hubungi pemadam atau BPBD. Kalau ada yang lebih cepat, misalnya reptiler, boleh, yang pasti memang ahlinya di bidang itu. Jangan asal tangkap ular kalau kita tidak tahu jenis ularnya. Takut kenapa-kenapa,” katanya.

(AKM/NID/RAD)

Trending