Connect with us

Viral

Penyebab Kapal Virgo Tenggelam, Ini Keterangan Basarnas

Basarnas beberkan dugaan penyebab Kapal Virgo Transport 8 tenggelam di Laut Jawa. Dihantam ombak di tengah cuaca buruk hingga kapal miring dan terbalik.

Logompn

Published

on

Penyebab Kapal Virgo Tenggelam, Ini Keterangan Basarnas
Keterangan dari Basarnas soal dugaan penyebab Kapal Virgo Transport 8 tenggelam. Gambar: Instagram/@sar_nasional

MPN Indonesia 14 September 2026 - Kapal Virgo Transport 8 diduga tenggelam setelah dihantam ombak di lambung kanan saat berlayar dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan, melalui Laut Jawa pada Minggu (13/9).

Dugaan penyebab kecelakaan kapal itu disampaikan Basarnas berdasarkan keterangan nakhoda saat operasi pencarian berlangsung.

“Disampaikan oleh nakhoda Kapal Virgo tersebut terkait kejadian kemiringan kapal, ini juga akibat dari hantaman ombak dari lambung kanan. Ini info yang kami dapatkan langsung dari kapten Kapal Virgo tersebut dalam operasi pencarian, khususnya yang kapal hilang kontak maupun kapal tenggelam,” kata Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Edy Prakoso, dikutip MPN Indonesia dari @sar_nasional pada Senin (14/9).

Basarnas menyebut informasi tersebut berasal langsung dari Haris Yulianto selaku nakhoda Kapal Virgo Transport 8.

Kapal dilaporkan mengalami kemiringan sebelum akhirnya terbalik di Laut Jawa.

Kapal Sempat Kirim Sinyal Distress Sebelum Hilang Kontak

Basarnas menjelaskan kemiringan kapal terjadi setelah lambung kanan dihantam gelombang.

Keterangan itu diperoleh saat berkomunikasi dengan nakhoda sebelum proses pencarian dilanjutkan.

Menurut Edy, kapal sempat mengirimkan sinyal distress kepada Basarnas Command Center.

Sinyal kedaruratan diterima saat kapal berada dalam kondisi cuaca buruk sekitar pukul 02.00 WITA.

“Jadi, memang informasi ini sudah kita terima dalam hal ini dari kantor SAR itu sudah kita terima di pukul 04.10 dari GM PT Virgo dalam hal ini. Kemudian, kebetulan juga kami sudah berhubungan langsung sama kapten kapal, dalam hal ini di mana kapten kapal juga sudah menyampaikan terkait dengan distress,” ujar Edy.

Baca Juga:  Dirut KAI Minta Maaf buntut Tragedi Kecelakaan KA Bromo vs KRL di Stasiun Bekasi Timur

Komunikasi dengan kapal kemudian terputus saat operator meminta informasi diulang. Setelah itu, laporan hilang kontak diteruskan kepada Basarnas Command Center.

“Namun, pada saat kejadian, pada saat diminta ulang oleh operator yang menerima ini langsung terputus,” lanjut Edy.

Berdasarkan manifes, terdapat 243 orang di dalam kapal. Jumlah tersebut menjadi dasar pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan.

Rinciannya sebagai berikut:

  • 213 penumpang.
  • 30 kru kapal.
  • Total 243 orang di dalam kapal.

Operasi Pencarian di Laut Jawa

Basarnas menyatakan operasi pencarian terus dilakukan dengan melibatkan unsur laut dan udara.

Fokus pencarian diarahkan kepada ratusan penumpang lainnya yang belum ditemukan.

Dalam pelaksanaannya, cuaca dan gelombang tinggi menjadi tantangan bagi tim SAR.

KN SAR Permadi dari Surabaya bahkan sempat kembali karena kondisi gelombang yang tinggi.

Meski demikian, operasi tetap dilanjutkan sesuai prosedur.

“Masalah teknis di lapangan tentunya cuaca dan gelombang ini menjadi tantangan buat kita karena di satu sisi KN Permadi yang dari Surabaya pun juga pada saat pemberangkatan karena cuaca cukup buruk, dalam hal ini gelombang, cukup tinggi sehingga KN Permadi kembali. Namun, KN maupun alut laut yang melaksanakan operasi pencarian ini tetap melaksanakan sesuai dengan SOP yang kita laksanakan,” jelas Edy.

(AKM/NID/RAD)

Trending