Viral
Update Jumlah Korban Kapal Virgo Transport 8 Tenggelam di Perairan Laut Jawa
Kecelakaan kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa menewaskan enam orang, sementara ratusan penumpang masih dalam pencarian oleh tim SAR.
MPN Indonesia 14 September 2026 - Insiden kecelakaan kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa hingga Minggu (13/9) mengakibatkan enam orang meninggal dunia.
Dikutip MPN Indonesia dari BBC, hingga kini sebanyak 107 dari total 243 orang di atas kapal telah dievakuasi, enam korban meninggal dunia, sementara 136 orang masih dalam pencarian.
“Hingga sore hari [Minggu] ini, Basarnas berhasil mengevakuasi 107 korban selamat dan 6 korban meninggal dunia. Sebanyak 136 penumpang masih dalam proses pencarian,” ungkap Dudy.
Kapal berlayar dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, menuju Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, sebelum dilaporkan hilang kontak sekitar pukul 02.00 WITA setelah menghadapi cuaca buruk.
Operasi pencarian masih berlangsung dengan melibatkan Basarnas bersama sejumlah kapal yang berada di sekitar lokasi.
Tim SAR juga mengerahkan unsur laut dan udara untuk memperluas pencarian terhadap penumpang yang belum ditemukan.
Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 Berawal dari Hilang Kontak
Berdasarkan informasi Basarnas, kapal Virgo Transport 8 berangkat dari Surabaya pada Sabtu (12/9) sekitar pukul 10.13 GMT menuju Banjarmasin.
Kapal kemudian dilaporkan menghadapi cuaca buruk sebelum hilang kontak sekitar pukul 02.00 WITA di perairan Masalembo, Laut Jawa.
General Manager PT Virgo melaporkan kejadian tersebut kepada Kantor SAR Banjarmasin sekitar pukul 04.10 WITA.
Basarnas kemudian mengirim satu tim penyelamat menuju Dermaga SAR Basirih.
Tim melanjutkan perjalanan menggunakan KN SAR Laksmana 241 menuju titik terakhir kapal dengan estimasi waktu tempuh sekitar lima jam.
Proses Evakuasi Korban di Laut Jawa
Evakuasi dilakukan menggunakan sejumlah kapal yang berada di sekitar lokasi kecelakaan kapal.
Data evakuasi yang disampaikan Basarnas meliputi:
- TB Mauhaw IX
- 15 orang selamat
- 1 orang meninggal dunia
- TB TCP
- 33 orang selamat
- 5 orang meninggal dunia
- MV Haida
- 49 orang selamat
Seluruh korban yang dievakuasi oleh MV Haida dinyatakan selamat.
Sementara itu, korban yang dibawa TB Mauhaw IX direncanakan menuju Pelabuhan Tuban, sedangkan korban yang dievakuasi TB TCP dan MV Haida dibawa menuju Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin.
Kesaksian Penumpang saat Kapal Miring
Salah seorang penumpang selamat, Ahmad Saudi, menceritakan kondisi saat kecelakaan terjadi. Ia mengaku sedang tidur sebelum mendengar kepanikan dari penumpang lain.
“Kejadiannya sangat singkat. Waktu saya tidur di kursi, orang berlarian. Saya tanya kenapa? Kapal miring. Terus saya berdiri, ternyata miring sungguhan,” ujar Ahmad.
Ia kemudian berpegangan pada jendela hingga naik ke bagian atas kapal untuk bertahan. Setelah perahu karet dilepaskan ke laut, Ahmad melompat untuk menyelamatkan diri.
“Langsung saya lari ke bawah, terus saya ke jendela, saya pegangan sampai kapal itu miring. Abis miring, saya naik ke atas, nunggu sampai kapal tenggelam. Baru ada kapal karet itu keluar, baru saya loncat,” ujarnya.
Menurut Ahmad, banyak penumpang masih berada di kamar ekonomi saat kapal mulai miring.
“Tapi yang lain, ibu-ibu yang tinggal di kamar ekonomi itu mungkin enggak selamat karena terlalu cepat kapal ini kemiringannya. Sedangkan alarm pemberitahuan aja enggak ada,” ujarnya.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
