Connect with us

Berita

Perempuan 17 Tahun di Jember Melahirkan di Tengah Perkebunan

Seorang ibu muda asal Jember melahirkan di tengah jalan perkebunan yang licin dan rusak, setelah terjebak dalam perjalanan pulang.

Arthur

Published

on

Perempuan 17 Tahun di Jember Melahirkan di Tengah Perkebunan
Perempuan 17 Tahun di Jember Melahirkan di Tengah Perkebunan. Gambar : SURYAMALANG.COM/suryamalang.tribunnews.com

MPN Indonesia 23 November 2024 - Seorang ibu muda asal Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember, terpaksa melahirkan di tengah jalan perkebunan pada Jumat (22/11).

Peristiwa di daerah ini terjadi saat ia sedang dalam perjalanan untuk kembali ke rumahnya di Desa Patemon.

Kejadian yang berlangsung di perbatasan Desa Manggisan dan Desa Kramat Sukoharjo ini viral setelah video berdurasi 1 menit 19 detik diunggah ke media sosial.

Kondisi Jalan Rusak Jadi Penyebab

Insiden ini bermula ketika ibu bernama Rani (17) mengalami kontraksi hebat saat melewati jalan tanah di kawasan perkebunan.

Jalan tersebut diketahui licin, becek, dan berbatu akibat hujan yang sering mengguyur daerah tersebut.

Dalam perjalanan, ia tidak mampu lagi menahan rasa sakit dan akhirnya melahirkan di tempat, dengan bantuan suaminya dan seorang tante yang mendampinginya.

Menurut drg. Arie Werdiningsih, Kepala Puskesmas Tanggul, jarak antara lokasi tempat kejadian ke fasilitas kesehatan atau rumah Rani cukup jauh, sekitar 6 kilometer.

“Jalannya memang sulit dilalui, hanya berupa tanah yang licin, sehingga kendaraan harus berjalan pelan untuk menghindari kecelakaan,” ungkapnya.

Penanganan Medis

Setelah peristiwa tersebut, tim medis dari Puskesmas Tanggul langsung mengunjungi rumah Rani untuk memastikan kondisi ibu dan bayi yang baru dilahirkan.

“Alhamdulillah, ibu dan bayi perempuan ini sehat, tanpa komplikasi apa pun,” ujar drg. Arie.

Bayi tersebut merupakan anak pertama Rani, dan keduanya telah mendapat pemeriksaan menyeluruh di puskesmas.

Drg. Arie juga menjelaskan kronologi kejadian, di mana Rani awalnya mengunjungi rumah saudaranya di Desa Manggisan. Karena hujan pada sore harinya, ia memutuskan untuk menginap.

Baca Juga:  Viral! Maskapai Buka Suara soal Penerbangan ke Bali yang Delay 5 Jam

Namun, keesokan harinya sekitar pukul 11.00 WIB, ia merasakan tanda-tanda melahirkan.

Saat mencoba pulang untuk menuju bidan, kondisinya tidak memungkinkan, sehingga proses melahirkan dilakukan di lokasi kejadian.

Reaksi Warga dan Aparat Desa

Kepala Desa Manggisan, Holili, membenarkan kejadian tersebut, namun menegaskan bahwa Rani bukan warga Desa Manggisan melainkan warga Desa Patemon.

“Lokasi tersebut memang jalan perkebunan yang sering licin, terutama di musim hujan, sehingga sulit dilalui kendaraan bermotor,” jelasnya.

Sementara itu, video yang merekam momen kelahiran ini menunjukkan sejumlah warga yang berkumpul untuk memberikan bantuan darurat.

Trending