Viral
Pilu! Balita di Bengkulu Muntah Cacing dari Mulut dan Hidung
Balita 1 tahun 8 bulan di Seluma, Bengkulu, alami kasus langka memuntahkan cacing dari mulut dan hidung. Kini dirujuk ke RSUD M Yunus Bengkulu.
Bengkulu, MPN Indonesia 19 September 2025 - Seorang balita di Kabupaten Seluma, Bengkulu, bernama Khaira Nur Sabrina (1 tahun 8 bulan), mengalami kondisi medis langka setelah memuntahkan cacing gelang dari mulut dan hidung.
Peristiwa itu terjadi saat Khaira menjalani perawatan di RSUD Tais. Karena kondisinya memburuk, ia kemudian dirujuk untuk mendapat perawatan intensif di RSUD M Yunus Bengkulu.
Awalnya, orang tua Khaira, Prengki (25) dan Yanti Hartuti (24), membawa putrinya ke RSUD Tais karena demam tinggi dan batuk berdahak.
Dengan berat badan hanya 8 kilogram, Khaira langsung dirawat di ruang ICU dan didiagnosis awal suspek bronkopneumonia atau infeksi paru-paru.
Selama perawatan, Khaira berulang kali memuntahkan cacing dari mulutnya. Hal ini membuat pihak rumah sakit meningkatkan penanganan intensif.
Pernyataan Dinas Kesehatan Seluma
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Seluma, Mazda, menyebut kasus tersebut baru pertama kali terjadi di wilayah Seluma.
“Ada balita dengan penyakit memuntahkan cacing baru pertama terjadi di Seluma, untuk saat ini balita sudah mendapatkan penanganan medis di RSUD Tais,” ujar Mazda kepada wartawan, Senin (15/9).
Mazda menambahkan, pihaknya bersama puskesmas akan melakukan investigasi lingkungan di sekitar rumah pasien.
“Apakah di kediamannya ada memelihara hewan ternak dan sebagainya,” tambahnya.
Kondisi Balita dan Rujukan Medis
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Seluma, Rudi Syawaludin, menyatakan kondisi Khaira cukup memprihatinkan.
Selain berat badan yang rendah, balita tersebut juga didiagnosis menderita penyakit paru-paru sehingga harus dirujuk ke RSUD M Yunus Bengkulu.
“Pasien Khaira kita rujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Bengkulu agar mendapat perawatan medis yang lengkap dan bisa mengembalikan kondisi pasien menjadi cepat pulih,” kata Rudi, Selasa (16/9).
Rudi menjelaskan, sebelum dirujuk, RSUD Tais sudah melakukan sejumlah pemeriksaan.
Hasilnya, Khaira mengalami anemia, kadar leukosit tinggi, dan kadar gula darah mencapai 270. Dari hasil rontgen juga ditemukan larva di paru-paru pasien.
“Dari hasil pemeriksaan kesehatan itulah akhirnya pasien kita rujuk ke RSUD M Yunus Bengkulu,” jelasnya.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
