Connect with us

Berita

Ratusan Burung Pipit Mati Massal di Bali Karena Tersambar Petir

Ratusan burung pipit ditemukan mati massal di Bandara Ngurah Rai, Bali, diduga akibat sambaran petir pada pohon tempat burung bertengger.

Actress 1299250

Published

on

Ratusan Burung Pipit Mati Massal di Bali Karena Tersambar Petir
Ratusan Burung Pipit Mati Massal di Bali Karena Tersambar Petir. Gambar : Humas BKSDA Bali

Bali, MPN Indonesia 25 November 2024 - Ratusan burung pipit ditemukan mati massal di kawasan Bandara Ngurah Rai, Bali, pada Jumat (21/11).

Burung-burung tersebut berserakan di sekitar jalanan, diduga terkena dampak langsung dari pohon yang tersambar petir.

Peristiwa ini menarik perhatian publik, terlebih setelah video evakuasi bangkai burung viral di media sosial.

Apa yang Menyebabkan Fenomena Ini?

Menurut Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali, insiden ini disebabkan oleh pohon tempat burung-burung bertengger yang tersambar petir.

Kepala BKSDA Bali, Ratna Hendratmoko, menjelaskan bahwa meski pohon tersebut tidak tumbang, beberapa rantingnya patah akibat sambaran petir, sehingga burung pipit yang bertengger ikut tersambar.

“Pohon bukan tumbang melainkan terdapat ranting yang patah akibat tersambar petir, sehingga kawanan burung pipit yang sedang bertengger istirahat di pohon tersebut ikut tersambar dan mati,” jelas Ratna.

Petugas kebersihan bandara telah mengevakuasi bangkai burung pipit dari lokasi kejadian.

Namun, sebagian besar bangkai ditemukan dalam kondisi rusak—sekitar 90 persen telah mengalami degradasi.

Hal ini membuat pengambilan sampel untuk nekropsi tidak memungkinkan.

Analisis dari Ahli

Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana, I Gusti Ngurah Kade Mahardika, memberikan analisis tambahan terkait fenomena ini.

Ia menduga faktor stres turut memengaruhi peristiwa di daerah tersebut.

Menurutnya, pohon merupakan habitat penting bagi burung pipit.

Ketika habitat tersebut rusak, burung-burung itu bisa mengalami kebingungan dan kelelahan.

“Saya kira itu pohon habitat mereka. Karena hilang mereka bingung akhirnya bunuh diri massal karena kelelahan,” ungkap Mahardika.

Ia juga menyebut kemungkinan adanya overpopulasi burung pipit di area tersebut, yang dapat meningkatkan tingkat stres pada kawanan.

Baca Juga:  Viral! Mahasiswa Sesama Jenis Keciduk Ciuman di Lingkungan Kampus PNJ

Sebelumnya, ia pernah meneliti kasus serupa yang diduga disebabkan oleh virus atau bakteri, tetapi analisis menunjukkan tidak ada kaitan dengan keduanya.

Ekosistem Burung Pipit di Bali

Burung pipit, yang memiliki nama ilmiah Estrildidae, umumnya hidup dalam kawanan besar dan memanfaatkan pohon-pohon besar sebagai habitat mereka.

Di Bali, pohon-pohon besar di kawasan Bandara Ngurah Rai dan lokasi lain, seperti Universitas Udayana, menjadi tempat bertengger burung pipit.

Kehilangan habitat atau gangguan pada tempat tinggal mereka dapat memberikan dampak signifikan pada populasi burung ini.

Penanganan Pascakejadian

Pascakejadian, BKSDA Bali memastikan area tempat pohon tersambar petir telah diperiksa dan diamankan.

Proses evakuasi bangkai burung telah selesai dilakukan, meski kondisi degradasi bangkai membuat analisis lebih lanjut sulit untuk dilaksanakan.

Trending