Connect with us

Berita

Tuai Kontroversi, ASN Lakukan Senam Massal Bermusik DJ di Halaman Masjid Agung Kolaka Utara

Peringatan HUT Korpri ke-53 di Kolaka Utara diwarnai kontroversi senam massal di halaman masjid. Baca kronologi dan reaksi masyarakat.

Pexels photo

Published

on

Tuai Kontroversi, ASN Lakukan Senam Massal Bermusik DJ di Halaman Masjid Agung Kolaka Utara
Tuai Kontroversi, ASN Lakukan Senam Massal Bermusik DJ di Halaman Masjid Agung Kolaka Utara. Gambar : Tangkapan Layar Facebook Kabarkolakautara

MPN Indonesia 2 Desember 2024 - Video viral di media sosial menunjukkan ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara, mengikuti senam massal di halaman Masjid Agung Kolaka Utara.

Peristiwa di daerah ini yang berlangsung pada Minggu pagi diadakan untuk memperingati Hari Ulang Tahun ke-53 Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri).

Namun, pemilihan lokasi acara menuai beragam reaksi dari masyarakat.

Dalam video berdurasi 41 detik yang tersebar di media sosial, terutama Facebook, para peserta—mayoritas perempuan berpakaian serba putih—terlihat mengikuti senam yang diiringi musik DJ.

Ketua Korpri Kolaka Utara, Mukhlis Bahtiar, menjelaskan bahwa acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan ASN di wilayah tersebut.

Namun, lokasi penyelenggaraan yang berada di halaman masjid menimbulkan kritik dari netizen.

Pernyataan Ketua Korpri Kolaka Utara

Ketua Korpri Kolaka Utara, Mukhlis Bahtiar, mengungkapkan rasa terima kasih atas masukan yang diterima, baik berupa kritik maupun pembelaan.

Ia mengakui adanya kekeliruan dalam pemilihan lokasi dan meminta maaf kepada masyarakat yang merasa kurang nyaman dengan kegiatan tersebut.

“Bagi yang menyatakan ini salah, saya selaku Ketua Korpri Kolut memohon maaf atas kekeliruan ini,” ujar Mukhlis.

Mukhlis menekankan bahwa senam ini diadakan murni untuk tujuan kesehatan.

Meski begitu, ia menyadari perlunya evaluasi, termasuk pemilihan dan pemisahan lokasi kegiatan.

Ia menyarankan agar peserta perempuan di masa mendatang ditempatkan di dalam aula Islamic Centre, sementara peserta laki-laki dapat beraktivitas di luar area masjid.

“Kalau tadi disebut berjoget, saya yang paling pertama memprotes bahkan menghentikan kegiatan ini. Namun karena ini senam, tujuan utamanya adalah kesehatan,” tegasnya.

Baca Juga:  Video Anak Viral, Guru SMP di Sorong Dikenai Denda Rp100 Juta oleh Orang Tua Siswa

Trending