Connect with us

Viral

Viral! Damkar Evakuasi Bocah 7 Tahun yang Nyangkut di Mesin Cuci

Seorang bocah 7 tahun di Depok tersangkut mesin cuci dan berhasil dievakuasi Damkar dalam 10 menit.

Logompn

Published

on

Viral! damkar evakuasi bocah 7 tahun yang nyangkut di mesin cuci
Bocah 7 tahun nyangkut di mesin cuci. Gambar: Kolase Tangkapan Layar Instagram/@infocirendeu/@depokfirerescue113

Jawa Barat, MPN Indonesia 23 September 2025 - Seorang bocah berusia tujuh tahun di Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat, tersangkut di dalam mesin cuci pada Sabtu (20/9) pukul 17.53 WIB.

Peristiwa ini membuat petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok turun tangan untuk melakukan evakuasi.

Petugas Damkar menerima laporan adanya anak yang masuk ke dalam mesin pengering dan segera tiba di lokasi pukul 18.09 WIB.

Evakuasi berhasil dilakukan setelah bocah tersebut terjebak sekitar 10 menit.

Kabid Pengendalian Operasional DPKP Kota Depok, Tessy Haryati, menjelaskan kondisi anak saat ditemukan.

“Kita respons sampai sana itu pukul 18.09 WIB ternyata sampai di sana memang benar anak itu sudah berada di dalam mesin pengering. Jadi kondisinya memang yang bagian belakang pantat itu di bawah,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (21/9).

Kronologi Kejadian

Menurut Tessy, kejadian bermula saat ibu korban sedang berada di kamar mandi.

Tiba-tiba terdengar teriakan sang anak, dan setelah dicek, korban sudah masuk ke dalam mesin pengering dengan posisi pantat tersangkut serta tangan dan kaki terimpit.

“Ibunya ini single parent jadi memang dia berupaya mandiri untuk membantu anaknya. Kita tahu anak-anak 7 tahun, lagi aktif-aktifnya. Jadi memang tidak bisa dilarang,” kata Tessy.

Ia menambahkan bahwa ibu korban sudah mencoba meminta bantuan tetangga, namun upaya tersebut tidak berhasil.

Sebanyak empat personel Damkar diterjunkan untuk mengevakuasi korban. Proses evakuasi berlangsung sekitar 10 menit, dengan cara mengangkat kaki anak dan menurunkan kepala agar bisa keluar dari mesin.

“(Cara evakuasi) jadi kaki diangkat kepala di bawah alhamdulillah bisa, dalam kondisi nangis memang kita harus paralel ya sambil mengevakuasi kita menenangkan. Supaya proses tidak terlalu lama kita sudah 10 menit ya mengevakuasi,” jelas Tessy.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Interogasi Mahasiswa yang Tabrak Polisi hingga Tewas di Bandung, Ngaku Mabuk dan Nyari Rokok

Kondisi Korban

Saat berhasil dievakuasi, anak tersebut dalam kondisi syok, menangis, dan berteriak.

Petugas terus menenangkan korban selama proses berlangsung agar evakuasi berjalan lancar.

“Kurang lebih 10 menit, karena si ibu sudah berupaya awal dengan minta bantuan ke tetangga sekitar. (Kondisi korban) ya memang kondisi anak itu syok dan kita dateng itu dia kondisinya teriak-teriak, nangis dan teriak,” tutur Tessy.

Peristiwa di daerah ini menjadi perhatian warga sekitar dan sempat direkam hingga viral di media sosial.

(AKM/NID/RAD)

Trending