Connect with us

Viral

Viral! Hujan Es Landa Yogyakarta, BMKG Beberkan Penyebabnya

Fenomena hujan es terjadi di Yogyakarta, dipicu awan Cumulonimbus. BMKG imbau warga waspada cuaca ekstrem seiring perpanjangan status siaga darurat hingga 8 April 2025.

Logompn

Published

on

Viral! hujan es landa yogyakarta, bmkg beberkan penyebabnya
Viral! Hujan Es Landa Yogyakarta, BMKG Beberkan Penyebabnya. Gambar : Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 16 Maret 2025 - Fenomena hujan es terjadi di beberapa wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Senin (11/3), menghebohkan warga setempat.

Peristiwa yang berlangsung sekitar 10-15 menit ini menarik perhatian masyarakat karena butiran es yang turun berukuran bervariasi, bahkan ada yang sebesar kelereng.

Kejadian ini pun dengan cepat menjadi viral di media sosial, dengan banyak warga membagikan video dan foto peristiwa tersebut.

BMKG: Penyebab Hujan Es di Yogyakarta

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta, hujan es ini disebabkan oleh kondisi atmosfer yang tidak stabil, terutama akibat adanya awan Cumulonimbus yang berkembang di wilayah tersebut.

BMKG menjelaskan bahwa faktor-faktor seperti belokan angin dan tingkat kelembaban yang tinggi turut berperan dalam terbentuknya butiran es sebelum jatuh ke permukaan bumi.

Kepala Stasiun BMKG Yogyakarta, Warjono, mengatakan bahwa fenomena ini berkaitan dengan pola sirkulasi siklonik di sebelah barat Kalimantan yang menyebabkan belokan angin di sebagian wilayah Jawa, termasuk Yogyakarta.

“Hujan es terjadi karena adanya pola sirkulasi siklonik di sebelah barat Kalimantan yang memicu belokan angin di sebagian wilayah Jawa,” ujar Warjono, dilansir MPN Indonesia dari DetikJogja, pada Sabtu (15/3).

BMKG juga mencatat kelembaban udara yang cukup tinggi di level 850-500 mb, mencapai 90 persen, yang memicu pertumbuhan awan Cumulonimbus hingga 15 kilometer dengan suhu puncak mencapai -72,5 derajat Celsius.

“Butiran es jatuh karena adanya downdraft atau aliran udara turun yang kuat, sehingga tidak sempat mencair sebelum mencapai tanah,” jelasnya.

Baca Juga:  Viral! Dukun di Sinjai Obati Pasien Pakai Mantra Cabul dan Gerakan Mirip Salat

BMKG menambahkan bahwa hujan es lebih sering terjadi pada periode peralihan musim atau pancaroba.

“Fenomena hujan es sering kali terjadi saat transisi musim, baik menjelang musim penghujan maupun saat peralihan ke musim kemarau,” tambahnya.

Wilayah Terdampak Hujan Es di Yogyakarta

Hujan es dilaporkan terjadi di beberapa titik di Yogyakarta, termasuk Kota Yogyakarta, Kabupaten Bantul, dan Kabupaten Sleman. Beberapa lokasi yang terdampak antara lain:

  • Jalan Kaliurang
  • Jalan Monjali
  • Jalan Magelang
  • Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) di Bulaksumur
  • Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Yogyakarta
  • Ringroad Barat Sleman

Sejumlah warga mengaku terkejut dengan fenomena ini. Bayu Eko, warga Sleman, mengungkapkan bahwa hujan es terjadi secara tiba-tiba.

“Awalnya cuaca panas, lalu mendung dan hujan deras. Sekitar pukul 15.05 WIB, saya mendengar suara seperti kerikil menghantam genteng. Saat saya lihat keluar, ternyata hujan es,” katanya.

Hal serupa dialami oleh Skolastika Yori yang berada di Jalan Magelang.

“Saat itu sekitar pukul 15.10 WIB, terdengar suara berisik di atap. Saya pikir ada yang bocor, ternyata hujan es,” ujarnya.

Dampak Hujan Es di Yogyakarta

Meskipun berlangsung singkat, hujan es ini cukup mengejutkan warga. Eki Ardita, warga Sleman, menyaksikan langsung fenomena tersebut.

“Sekitar pukul 14.30 WIB, awalnya cuaca panas, lalu mendung dan hujan turun. Tiba-tiba terdengar suara seperti kerikil jatuh. Ketika saya lihat dari jendela, ternyata butiran es menghantam kaca,” katanya.

Eki menambahkan bahwa hujan es yang disertai angin kencang sempat menyebabkan pohon tumbang dan beberapa atap rumah mengalami kerusakan.

“Hujan esnya sekitar 10 menit. Bagian belakang rumah saya terkena robohan pohon,” ungkapnya.

Meski hujan es terjadi dengan intensitas cukup tinggi, hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai kerusakan signifikan.

Baca Juga:  Viral! Nakes Aceh Joget saat Tangani Pasien Operasi, Begini Kata Direktur RS

Namun, BMKG tetap mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih bisa terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Peringatan Dini dan Status Siaga Darurat

BMKG telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang disebabkan oleh belokan angin di wilayah Jawa.

Selain itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY juga masih memberlakukan status siaga darurat hingga 8 April.

Kepala BPBD DIY, Noviar Rahmat, mengonfirmasi bahwa status siaga darurat ini telah diperpanjang sejak 3 Maret.

“Ini sudah perpanjangan keempat sampai tanggal 8 April,” ujarnya.

Dengan adanya peringatan ini, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan hujan lebat, angin kencang, dan hujan es yang dapat terjadi dalam waktu dekat.

(AKM/NID/RAD)

Trending