Connect with us

Viral

Viral! Mayat Pria di Pati Ditemukan di Dalam Kamar yang Penuh Tumpukan Sampah

Seorang pria asal Bandung ditemukan tewas di rumahnya di Pati yang dipenuhi tumpukan sampah. Polisi menduga korban meninggal akibat serangan jantung.

Logompn

Published

on

Viral! mayat pria di pati ditemukan di dalam kamar yang penuh tumpukan sampah
Viral! Mayat Pria di Pati Ditemukan di Dalam Kamar yang Penuh Tumpukan Sampah. Gambar : Ilustrasi Canva

Jawa Tengah, MPN Indonesia 27 Oktober 2025 - Warga Dukuh Cacah, Desa Sukoharjo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, digemparkan oleh penemuan mayat seorang pria berinisial YL (50) pada Sabtu (25/10).

Korban ditemukan tak bernyawa di dalam kamar rumahnya yang dipenuhi tumpukan sampah kemasan makanan dan minuman.

Penemuan jasad ini bermula saat tetangga mencium bau menyengat dari arah rumah korban.

Setelah dilakukan pemeriksaan, korban diketahui bernama Yofi Lefiandri, pria asal Bandung yang telah lama tinggal seorang diri di lokasi tersebut.

Kronologi Penemuan

Kapolsek Margorejo, AKP Dwi Kristiawan menjelaskan bahwa kasus ini pertama kali terungkap berkat laporan warga.

“Pertama kali diketahui oleh salah satu tetangga korban yang mencium bau busuk menyengat dari arah rumah korban sekitar pukul 13.00 WIB. Tetangga korban curiga karena sudah sekitar lima hari korban tidak terlihat keluar rumah sehingga langsung melapor ke perangkat desa setempat,” ujar AKP Dwi dalam keterangannya, Minggu (26/10).

Petugas bersama warga kemudian membuka rumah yang terkunci dari dalam.

Saat pintu dibuka, jasad YL ditemukan di kamar depan di antara tumpukan sampah.

Pemeriksaan tim medis dari Puskesmas Margorejo tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Dugaan sementara, korban meninggal akibat serangan jantung (cardiac arrest).

Rumah Dipenuhi Sampah

Kondisi rumah korban sangat memprihatinkan. Hampir seluruh bagian rumah, mulai dari ruang tamu hingga kamar tidur, dipenuhi sampah kemasan makanan dan minuman.

Salah satu warga, Prihanto, menyebut bau menyengat sudah tercium sejak beberapa hari sebelum penemuan jasad.

“Ada bau bangkai, saya cek di kolong mobil tidak ada tikus. Tapi ada lalat-lalat mengarah ke kamar depan rumah korban. Saya pun curiga korban sudah meninggal. Saat kami buka pintu, di dalam banyak sampah dan korban ada di kamar depan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Bupati Sudewo jadi Tersangka 2 Kasus Korupsi, Proyek DJKA dan Pemerasan Perangkat Desa

Tinggal Sendiri Selama Delapan Tahun

Prihanto juga menjelaskan bahwa YL telah tinggal di kawasan tersebut sejak tahun 2017.

Awalnya, korban sempat bersosialisasi dengan warga dan memperkenalkan diri sebagai karyawan Pabrik Gula (PG) Pakis.

Namun setelah berhenti bekerja, ia menjadi tertutup dan jarang terlihat keluar rumah.

“Dulu katanya kerja di PG Pakis. Tapi setelah resign, dia tidak pernah keluar rumah selama delapan tahun, kecuali hanya untuk menerima pesanan makanan,” tambah Prihanto.

Tidak Pernah Dijenguk Keluarga

Warga menyebut selama delapan tahun terakhir tidak ada satu pun anggota keluarga korban yang datang menjenguk.

YL diketahui benar-benar hidup sendiri dan tidak pernah menerima tamu.

Aktivitas terakhirnya terlihat sekitar empat hari sebelum ditemukan meninggal dunia, saat menerima pesanan makanan dari kurir.

AKP Dwi Kristiawan mengatakan, pihaknya kini sedang mencari keberadaan keluarga korban di Bandung untuk proses lebih lanjut.

“Kami hendak mencari keberadaan keluarganya, sehingga kami bisa mengomunikasikan tindakan selanjutnya,” pungkasnya.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending