Connect with us

Viral

Viral! Penemuan Kerangka Manusia di Hutan Halimun Salak

Kerangka manusia ditemukan di jalur setapak hutan Gunung Halimun Salak.

Logompn

Published

on

Viral! penemuan kerangka manusia di hutan halimun salak
Kerangka manusia ditemukan di kawasan hutan Gunung Halimun Salak oleh pemburu babi. Gambar : Dok. Polres Sukabumi

Jawa Barat, MPN Indonesia 22 April 2025 - Kerangka manusia ditemukan di kawasan hutan Gunung Halimun Salak, tepatnya di Kampung Cisagu RT 01 RW 10, Desa Sirnarasa, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Jumat sore (18/4). 

Temuan tersebut menjadi perhatian warga lokal setelah sekelompok pemburu babi hutan menemukan tulang belulang di pinggir jalan setapak yang jarang dilalui di area hutan tersebut.

Kerangka Ditemukan oleh Pemburu Babi

Penemuan kerangka manusia ini pertama kali dilaporkan oleh para pemburu babi yang memasuki kawasan hutan. Para pemburu tersebut bukanlah pemburu profesional, melainkan petani lokal yang berupaya mengusir babi liar agar tidak merusak lahan pertanian mereka.

Ketika salah satu dari mereka kembali dari dalam hutan, ia menemukan tulang-belulang yang diduga milik manusia di area pinggir jalan setapak. Penemuan itu segera dilaporkan kepada kepala dusun dan diteruskan kepada Kepolisian Sektor (Polsek) Cikakak pada malam hari yang sama.

Keesokan paginya, Sabtu (19/4), aparat kepolisian bersama perangkat desa meninjau langsung lokasi kejadian. 

Kasat Reskrim Polres Sukabumi, Iptu Hartono, membenarkan penemuan kerangka manusia tersebut dan menyatakan bahwa bagian-bagian tubuh dalam kondisi berserakan, namun masih terdapat pakaian pada kerangka tersebut.

Identifikasi Awal dan Dugaan Pertapaan

Dalam keterangan tertulis yang diterima pada Minggu malam (20/4), Iptu Hartono menjelaskan bahwa kerangka tersebut mengenakan kaos coklat, celana pendek olahraga biru hitam, serta sarung bermotif kotak-kotak warna kuning dengan tulisan “Bintang Gajah Legenda Klasik.”

Berdasarkan informasi dari warga sekitar, terdapat dugaan bahwa individu tersebut kemungkinan adalah seorang petapa.

Baca Juga:  Pengantar Jenazah di Maros Viral usai Ugal-ugalan dan hanya pakai Pakaian Dalam

“Dugaan warga orang yang bertapa atau semedi, karena di Gunung Salak ada tempat kuburan bertapa menurut keterangan warga sekitar,” ujar Iptu Hartono dalam keterangan tertulis yang diterima MPN Indonesia pada Selasa (22/4).

Seorang saksi mengaku pernah melihat seorang laki-laki tak dikenal dengan ciri-ciri pakaian yang sama masuk ke dalam hutan sekitar empat bulan lalu. 

Saat itu, pria tersebut mengenakan celana pendek dan sarung yang diselendangkan di badannya. Ketika disapa oleh saksi, pria itu hanya memberikan respons singkat dengan mengatakan “Bade kapayun” (mau ke depan) sebelum melanjutkan perjalanannya ke dalam hutan.

Lokasi Penemuan dan Penyelidikan Lanjutan

Kepala Desa Sirnarasa, Okih Suryadi, menjelaskan bahwa kerangka manusia tersebut ditemukan di kawasan kedusunan Gunung Puntang, sekitar 3 kilometer dari pemukiman warga. Ia menegaskan bahwa lokasi penemuan berada di jalan setapak yang biasa dilalui hanya oleh warga lokal dan tidak mudah diakses oleh orang luar. 

Menurut Okih Suryadi, daerah tersebut memang dikenal sebagai kawasan yang jarang dijamah dan memiliki nilai tradisional bagi masyarakat sekitar.

“Kalau tamu yang mau ke situ harusnya kan bertanya dulu. Jadi ada informasi siapa-siapanya,” ujar Okih Suryadi. Ia juga menambahkan bahwa posisi tengkorak ditemukan begitu saja di sisi jalan setapak saat para petani kembali dari mengejar babi ke arah hutan.

Seluruh bagian kerangka manusia yang ditemukan telah dikumpulkan oleh tim identifikasi dari Satreskrim Polres Sukabumi dan saat ini tengah dilakukan penyelidikan lebih lanjut. 

Penemuan kerangka manusia ini menambah daftar kejadian misterius di kawasan hutan Gunung Halimun Salak, dan menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat setempat. 

Kawasan yang termasuk dalam wilayah Sukabumi, Jawa Barat ini memang dikenal sebagai daerah dengan hutan lebat yang menyimpan banyak cerita dari masa lalu, termasuk kisah mengenai praktik semedi atau pertapaan.

Baca Juga:  Kuota Penuh! Lebih dari 1.000 Orang Daftar Acara 'Cari Jodoh' di Yogyakarta

Sebagai bagian dari berita lokal, kasus ini masih menjadi fokus penyelidikan kepolisian setempat untuk mengungkap identitas korban serta penyebab pasti dari kematian tersebut. 

Sementara itu, warga diminta untuk tetap waspada dan melaporkan apabila menemukan hal-hal mencurigakan di wilayah sekitar hutan.

(AKM/NID/RAD)

Trending